MyBlog

Hidroponik

Posted by haryvedca on August 5, 2010

Hidroponik merupakan dua ungkapan Greek, terdiri atas kata hidro yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Pada sistem hidroponik, air digunakan sebagai medium menggantikan tanah. Teknik ini telah digunakan dan dikembangkan pada abad sebelum masehi. Taman Tergantung Babylon dan Tamaddun Aztez di Mexico merupakan contoh taman yang menggunakan sistem hidroponik. Marco Polo dalam pengembaraannya mencatat bahwa terdapat penduduk di negara China menanam secara hidroponik. Pada tahun 1699, Woodward, saintis England telah menjalankan kajian menanam dengan menggunakan air sebagai medium, garam mineral dilarutkan ke dalam air dengan dimasukkan sedikit tanah. Pada tahun 1930-an, saintis Amerika, Gerice, dari Universitas California telah berhasil menanam tomat dengan teknik hidroponik, dimana tomat tumbuh mencapai tinggi 7.5 meter. Perkembangan teknologi greenhouse telah membantu perkembangan teknik hidroponik, sehingga aktivitas pertanian dapat dijalankan sepanjang tahun tanpa mengenal musim

Tanaman yang ditanam secara hidroponik mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan bertani secara konvensional. Kelebihan utama ialah pemenuhan unsur hara sepenuhnya pada tanaman menggunakan larutan. Tumbuhan dapat ditanam dengan kepadatan tinggi, penggunaan larutan yang lebih murah karena larutan tidak terserap ke dalam tanah, tanaman lebih cepat matang tanpa kerusakan akibat gangguan cuaca, penggunaan insektisida dan pestisida yang relatif sedikit sehingga mengurangi biaya.

Tanaman sayuran yang sesuai ditanam secara hidroponik misalnya salad, sawi, kubis, tomat, chili, timun, dan kacang. Tanaman bunga misalnya bunga ros, orchid, marigold dan sebagainya. Pada hidroponik sistem takung atau kolam, media tanam yang digunakan adalah spons untuk media perkecambahan dan styrofoam untuk media pembesaran. Pada saat kecambah sudah mulai tumbuh, kemudian disimpan di dalam styrofoam yang berisi larutan nutrisi sebagai media pembesaran

Terdapat dua sistem hidroponik yang digunakan, yaitu hidroponik sistem aktif dan hidroponik sistem pasif. Pada hidroponik sistem aktif adalah cara aeroponik dan cara NFT (Nutrien Film Technique). Sistem hidroponik aktif cara aeroponik larutan nutrisi disemprotkan pada akar tanaman. Sistem hidroponik aktif cara NFT larutan nutrisi dialirkan pada akar tanaman. Larutan dalam tangki NFT dialirkan ke dalam wadah kemudian dialirkan kembali kedalam tangki. Demikian seterusnya sampai tanaman matang dan siap untuk dituai. Pada hidroponik sistem pasif, air yang digunakan kekal statik dalam kolam. Biasanya digunakan untuk tanaman jangka pendek sayuran daun seperti salad, sawi, dan bayam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: