MyBlog

Menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik

Posted by haryvedca on August 15, 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. DISKRIPSI JUDUL

Modul menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik berisikan tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping) tujuan dan keuntungan tumpang gilir, bentuk-bentuk tumpang gilir, tanaman campuran (Mixed Cropping) , tanaman sela (interculture) tanaman beruntun (Sequential planting), tanaman sisipan (Relay Planting).
Kesuburan tanah dan pemupukan pada sistem tumpang gilir.
Dasar penyusunan pola eprtanaman pada sistem tumpang gilir.
Usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.

B. PRASARAT

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
– Mengidentifikasi pola tanam pertanian organik.
– Mengidentifikasi macam-macam bentuk tumpang gilir.
– Mengidentifikasi jenis tanaman yangd itanam secara tumpang gilir.
– Memahami manfaat pola tanam tumpang gilir dalam pelestarian lingkungan hidup.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Penjelasan Bagi Peserta Diklat

Peserta diklat diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang dapat dipergunakan, karena itu anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Langkah-langkah belajar
Seperti anda telah baca pada halaman sebelumnya, bahwa modul ini berisi tentang kompetensi produktif dan lingkungan yang dirancang secara teintegrasi sehingga menjadi satu kesatuan utuh dalam kegaitan pembelajaran menetukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik melalui pembelajaran secara komprehensif tersebut, anda akan kompeten dan profesional melakukan kegiatan penanaman dengan sistem pertanian organik dan menentukan jenis tanamannya.
Tujuan dan keuntungan tumpang gilir, bentuk-bentuk tumpang gilir (Multifple Cropping) kesuburan tanah dan pemupukan ada sisitem tumpang gilir.
Dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir, usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.
Untuk menjadi kompeten dan profesional dalam pekerjaan tersebut anda harus memahami hal-hal berikut :
– Apa yang harus anda ketahui tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multifple cropping).
– Apa yang harus anda kerjakan dalam kegiatan dalam menentukan jensi tanaman pada sistem tanam multiple cropping/tumpang gilir.
– Apa yang harus anda pahami tentang dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Apa yang anda lakukan dalam usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.
– Bagaimana anda mengetahui bahwa diri anda telah menguasai atau belum mengusainya ?
– Apa dan bagaimana anda harus lakukan apabila diri anda telah menguasainya ?


Untuk mengetahui apa yang harus anda ketahui dan lakukan/kerjakan tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpanggilir (Multifple cropping), maka anda harus membaca dan memahami pernyataan yang ada dalam tujuan pembelajaran.
Setelah anda mengetahui apa yang harus anda ketahui dan lakukan/kerjakan tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple cropping) dan menentukan jenis tanamannya.
Kemudian anda membaca dan menermati, memahami informasi-informasi relevan tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping) maupun dari sumber informasi lainnya (misal materi) maupun dari sumber infomasi lainnya (misal referensi/pustaka/internet, hasil wawancara, observasi dan lain-lain) informasi tersebut dapat anda gunakan sebagai acuan dalam melakukan tugas-tugas/pekerjaan (yang ada dalam lembar kerja) tentang :
Pola tanaman pertanian orgnaik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping), bnetuk-bentuk tumpang gilir, berbagai jenis tanaman dalam pola tanam sistem tumpang gilir.
Setelah anda menyelesaikan tugas yang harus anda ketahui dan lakukan/kerjakan tentang pola tanam pertanian dengan sistem tumpang giir (Multiple Cropping) kemudian anda dapat melakukan evaluasi sendiri (self evaluation) dengan instrumen evaluasi yang telah disediakan.
Apabila hasil self evaluation anda termasuk kategori menguasai (memenuhi seluruh kriteria yang ada ). Kemudian anda dapat mengajukan ujian kepada penilai.
Sebaliknya apabila anda belum termasuk kategori megnuasai, maka and aharu sbelajar lagi terutama pada bagian yang bleum anda kuasai dan usulkan proses pembimbingan kepada pembimbing/fasilitator.

b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan
Guna menunjang keselamatan dan kelancaran tugas/pekerjaan yang harus anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang berkaitan dengan menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
Beberapa perlengkapan penting yang harus anda persiapkan adalah :
– Peralatan tulis.
– peralatan pengukuran sesuai dengan obyek yang akan diukur.
– Perlengkapan kesehatan dan keselamatan kerja di lapangan/lahan.

c. Hasil pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan:
– Menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Menentukan bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Mengidentifikasi kesuburan tanah dan melakukan pemupukan pada sistem tumpang gilir.
– Memahami dasar pola pertnaman pada sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Melakukan usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.

2. Peran Fasilitator
Fasilitator yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya yaitu mecakup aspek strategi pembelajaran, penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pembelajaran, dan perangkat evaluasinya.
Fasilitator harus menyiapkan rancangan strategi pembelajaran yang mampu mewujudkan peserta diklat terlibat aktif dalam proses pencapaian/penguasan kompetensi yang telah diprogramkan. Penyusunan rancangan strategi pembelajaran secsara substansial mengacu pada kriteria unjuk kerja (KUK) pada setiap sub kompetensi.
Demikian juga untuk penyusunan pengembangan perangkat evaluasi mengacu pada KUK.
Salah satu perangkat penting dalam menilai tugas pekerjaan yang bersifat prsikomotorik (praktik) adalah lembar Observasi.
Perangkat lembar observasi akan sangat membantu fasilitator dalam proses bimbingan dan sekaligus penilaian terhadap individu peserta diklat.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Tujuan Akhir

Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan kompeten dan profesional melakukan tugas/pekerjaan menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping) sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pada instrumen evaluasi.

2. Tujuan Antara

Peserta diklat setelah mengikuti pembelajaran melalui modul ini akan mampu melakukan tugas/pekerjaan :
– Menentukan jensi tanaman pertanian organik.
– Menentukan pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Memahami tujuan dan keuntungan sistem tumpang gilir.
– Mengidentifikasi bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Mermahami dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir.
– Berperan serta dalam usaha pengembang tumpang gilir di Indonesia.

E. KOMPETENSI YANG AKAN DI CAPAI

Kompetensi/Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja Materi Pokok Pembelajaran
Pengetahuan Keterampilan
Menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik
Memahami sisitem tumpang gilir (Multiple Cropping) – Perbedaan sisitem penanaman pada pertanian konvensional dengan pertanian organik – Pola penanaman secara konvensional (Monokultur)
– Pola penanaman secara multi kultur (tumpang gilir) – Membedakan menanam tanaman dengan pola tumpang gilir dengan monokultur
– Berperan serta dalam usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia. – Seleksi sasaran pengembangan – Melakukan kegiatan seleksi dan pemuliaan tanaman
Memahami tujuan dan keuntungan sisitem tumpang gilir (Multiple Cropping) – Tujuan sistem tumpang gilir
– Tujuan mendapatkan hasil panen lebih dari satu kali dan lebih dari satu jenis tanaman – Menentukan beberapa kali keuntungan dalam sistem tumpang gilir

- Keuntungan sisitem tumpang gilir (Multiple Cropping) – Beberapa Keuntungan dalam sistem tumpang gilir (Multiple Cropping)
Mengidentifikasi bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping) – Bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping) – Macam-macam tumpang gilir (Tanaman campuran, tumpang sari seumur, …..) – Memilih bentuk tumpang gilir sesuai dengan lingkungan/ lahan yang ada
Memahami dasar penyusunan pola pertanamn pada sistem tumpang gilir – Dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilit – Dasar penyusunan pola pertanaman (iklim dan keadaan tanah, sifat morfologi dan fisiologi tanaman, kesejahteraan petani, usaha tani campuran) – Menentukan pola tanam berdasar sifat morfologis dan fisiologis tanaman

F. CEK KEMAMPUAN

Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah anda miliki, maka isilah ceklis ( ) seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sub Kompetensi Pernyataan Saya dapat melakukan pekerjaan ini dengan kompeten
Ya Tidak
Memahami sisitem tumpang gilir (Multiple Cropping) – Membedakan sisitem penanaman pada pertanian konvensiaonal dengan pertanian organik
– Melakukan pola penanaman Multikultur tumpang gilir (Multiple Cropping)
Memahami tujuan dan keuntungan sistem tumpang gilir (Multi cropping) – Menentukan tuuan pola ntanam sistem tumpang gilir (Multiple cropping)
– Mengidentifikasi keuntungan sistem tumpang gilir (Multi cropping)
Mengidentikasi bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping) Mengidentifikasi bnetuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping)

Memahami dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir (Multiple cropping) Menentukan dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir (Multiple cropping)

Apabila Anda menjawab “TIDAK” pada salah satu pernyataan diatas, maka pelajarilah modul ini. Apabila anda menjawab “YA” pada semua pernyataan, maka Anda dapat melanjutkan mengerjakan bagian evaluasi yang ada pada modul ini.

BAB II
PEMBELAJARAN

A. Rencana Belajar Peserta Diklat

Kompetensi : Menentukan Jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik.
No Sub Komeptensi KUK Kegiatan Waktu Pelaksanaan Tempat Belajar Bukti Belajar
1 Memahami sistem tumpang gilir (Multiple Cropping)
– Perbedaan sistem penanaman pada pertanian kovensional dengan pertanian organik
2. Memahami tujuan dan keuntungan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping)_
• Tujuan sistem tumpang gilir
• Keuntungan sistem tumpang gilir
3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk tumpang gilir
• Bentuk-bentuk tumpang gilir (Multiple Cropping)

4 Memahami dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir
• Dasar penyusunan pola sistem tumpang gilir

B. Kegiatan Belajar 1

a. Tujuan Kegiatan pembelajaran 1
Setelah menyelesaikan pembelajarna ini peserta diklat mampu :
1. Memahami sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
2. Membedakan sistem penanaman pertanian organik dengan pertaniankonvensional.
3. Memberikan contoh pola tanaman multiple cropping yang sudah dilakukan petani.

b. Uraian Materi

Sistem Penanaman
Penanaman komoditas pada pertanian organik berbeda derngan penanaman komoditas pada pertanian konvensional.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal seperti : macam jenis tanaman yang diusahakan cara penanaman, serta bahan dan alat yang digunakan.
Perbedaan sistem penanaman pada pertanian orgnaik dengan pertanian konvensional diliaht dari tabel berikut :

NO Proses Pertanian konvensional Pertanian organik
1 Persiapan benih – Benih berasal dari rekayasa genetik – Benih berasal dari pertumbuhan tanaman yang alami
2 Pengolahan tanah – sering menggunakan traktor mekanisasi
– Maksimum pengolahan tanah menyebabkan pemadatan tanah dan matinya beberapa organisme – Menggunakan alat dengan memperkecil kerusakan tanah (Bajak)
– Minimum pengolahan tanah memacu perkembangbiakan organisme tanah dan aerasi tanah terjaga.
3 Persemaian/ persiapan bibit – Bibit sering diperlakukan dengan bahan kimia sintetil (pestisida, pupuk kimia) – Pertumbuhan bibit dibuat secara alami

4 Penanaman – Monokultur, hanya menanam satu jenis tanaman
– Rotasi tanaman dilakukan secara total dari satu jenis tanaman tersebut
– Tidak ada kombinasi tanaman – Multikultur
– Rotasi tanaman secara bertahap
– Kombinasi tanaman dalam satu hiasan lahan tertentu
– Copmpanion Planting (tanaman pendamping)
– Penanaman tanaman habitat predator tanaman pagar, penolak hama, penarik hama
– Tanaman pupuk hijau pestisida hayati, obat-obatan.

Salah satu perbedaan yang amat penting dari dua sistem pertanian dari dua sistem pertanian tersebut adalah cara penanaman yang dilakukan.
Pertanian konvensional lebih banyak menggunakan cara monokultur yaitu penanaman hanya satu jenis tanaman saja pada ssatu musim tanam tertentu, sedangkan pertanian organik menggunakan cara multikultur, yaitu menanam banyak jenis tanaman secara terus menerus.
Tumpang gilir bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, dan sistem pertanian ini telah lama dilakukan oleh petani, namun bukan merupakan sistem yang dikenal oleh semua petani dan yang keadaan tanah, iklim serta pemasaran hasilnya merupakan faktor yang cukup baik sebagai pendorongnya.
Tanaman campuran sebagai salah satu bentuk sistem tumpang gilir dan telah dimulai sejak tahun 1900 sistem tumpang sari campuran dan pergiliran dengan tanaman pokok padi gogo rancah di sawah tadah hujan mulai memperlihatkan hasil yang baik pada tahun 1928 di daerah Lamongan Jawa Timur.
Sedangkan sisipan (Relay Planting) telah dikenal oleh petani di Jawa Tengah yang dikenal dengan sebutan jejer wayang, merupakan salah satu bentuk usaha tani tempat pelaksanaan sistem campuran.
Dalam sistem tumpang gilir maka dipulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok merupakan daerah penting karena kepadatan penduduk sistem ini diusahakan paling intensif dipulau Jawa dan untuk wilayah Sumatra, Kalimatan, Sulawesi dan Maluku sistem tumpang gilir juga dijalankan pada tanah subur, iklim atau pengairan yang baik dan dekat kepada pemasaran hasilnya, misalnya didekat kota besar.

Usaha Pengembangan tumpang gilir di Indonesia

1. Seleksi

Dalam bidang pertanian seleksi berarti pemuliaan tanaman.
Untuk usaha-usaha pengembangan tumpang gilir seleksi dibagi dalam dua tahap yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Jangka pendek yaitu pemikiran sifat-sifat yang dikehendaki dari setiap jenis atau varietas tanaman yang sudah ada menurut tuntutan sistem tumpang gilir untuk kesempurnaan pola pertanaman yang disebut pemilihan sifat-sifat.
Sedangkan jangka panjang yaitu menciptakan sifat-sifat yang dikehendaki, yang belum ada menurut tuntutan sistem tumpang giir untuk kesempurnaan penyusunan pola pertanaman.
Maksud pemuliaan tanaman dalam usaha tumpang gilir adalah untuk menciptakan sifat-sifat yang dikehendaki agar bisa di mioliki oleh suatu jenis atau varietas tanaman tertentu. Diantaranya adalah :
1. Umur genjah
2. Mahkota daun kecil dan tipe pendek
3. Tahan naungan
4. Dapat dipangkas
5. Dapat dipanen muda
6. Tahan serangan hama penyakit
7. tahan rebah
8. Umur, bentuk (penotif) dan waktu panen serangan
9. Produksi tinggi dan mutu (grade) hasilnya mempunyai pasaran tinggi

Usaha-usaha tersebut bisa dicapai melalui :
1. Survai penelitian dasar
2. Penelitian adapatasi
3. Introduksi teknik
4. Demonstrasi
5. Pilot proyek
6. Latihan dan kursus

c. Rangkuman 1

Multiple Cropping (tumpang gilir) adalah membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama, selama satu tahun dengan tujuan mendapatkan hasil panenan lebih dari satu kali dan lebih dari satu jenis tanaman.
Salah satu perbedaan yang amat penting dari dua sistem pertanian konvensional dengan pertanian organik adalah, pertanian konvensional lebih banyak menggunakan cara monokultur yaitu menanam hanya satu jenis tanaman saja pada satu musim tanam tertentu, sedankgan pertanian organik menggunakan cara multikultur, yaitu menanam banyak jenis tanaman secara terus menerus.
Cotohh pola tanam pertanian organik yang telah dilakukan petani adalah, tumpang sari padi dengan palawijo, jagung dengan palawijo, dan lain-lain.
Usaha-usaha mengembangkan tumpang gilir :
1. Survai penelitian dasar
2. Penelitian adapatasi
3. Introksi teknik
4. Demonstrasi
5. Pilot Proyek
6. Latihan dan Kursus

d. Tugas 1

Guna melengkapi informasi yang telah disampaikan dan anda lebih paham betul mengenai materi ini maka lakukan kegiatan berikut :
1. Silahkan anda melakukan observasi ke petani-petani (lahan pertanian) disekitar anda, dan amati pola tanam.
2. Catat jenis tanamannya dan pola tanamnya.
3. Lakukan wawancara kepada petani, mengapa petani melakukan pola penanaman seperti tersebut.
4. Hasil observasi silahkan di presentasikan dan mintalah tanggapan dan bimbingan fasilitator.

e. Tugas Tes Formatif 1

Jawablah pertanyaan berikut :

1. Apa yang anda ketahui tentang pola penanaman tumpang gilir (Multiple Cropping) ?
2. Apa perbedaan antara sistem penanaman pertanian konvensional dengan pertanian organik.

f. Kunci Jawaban fomatif 1

1. Pola penanaman sistem tumpang gilir (Multiple Cropping) adalah membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama, selama satu tahun dengan tujuan mendapatkan hasil panenan lebih dari satu kali dan lebih dari satu jenis tanaman.

2. Perbedaan sistem penanaman pertanian konvensional dengan pertanian organik adalah, pertanian konvensional secara monokultur, hanya menanam satu jensi tanaman, rotasi tanaman dilakukan secara total dari satu jenis tanaman tersebut, tidak ada kombinasi tanaman.
Sedangkan pertanian organik sistem penanamannya secara Multikultur, rotasi tanaman secara bertahap, kombinasi tanaman dalam satu kiasan lahan tertentu, (tanaman pendamping, tanaman pagar, penolak hama, tanaman pupuk hijau, pestisida hayati, obat-obatan).

g. Lembar Kerja 1

Tanaman Campuran Dibandingkan Dengan Tanaman Tunggal/Sejenis

Pendahuluan

Keanekaragaman dalam satu ekosistem pertanian memiliki pengaruh yang nyata, khususnya terhadap penyakit tanaman.
Penanaman tumpang sari sering menggunakan tenaga kerja leibh intensif dibandingkan menokultur dalam usaha tumpang sari, keuntungan dan kerugian secara ekonomi harus diperhitungkan.

Tujuan

Mengetahui perbedaan diantara penanaman campuran (Mixed Cropping) dengan penanaman tunggal (Monocoopping)

Bahan dan Alat
1. Kertas
2. ATK

Langkah Kerja
1. Kunjungi ke sebuah kampung petani/Lahan/Sawah
2. Amati Pola penanaman pada monokultur
3. Tanaman apa saja yang ditanam
4. Amati perkembangan tanamannya
5. Kemudian bandingkan dengan lahan pertanian dengan pola penanaman multikultur.
6. Bagaimana kondisi tanahnya, pertumbuhan tanaman dan hasil produksinya.
7. Diskusikan dengan kelompok anda mengenai hasil pengamatan anda.
8. Buat kesimpulan perbedaan pola penanaman secara monokultur (tunggal) dengan pola penanaman campuran (multikultur) dari segi ekonomi dan efisiensi kaitannya dengan pelestarian lingkungan hidup.

Diskusi

1. Apa saja perbedaan dalam ekosistem diantara kedua sistem penanaman tersebut (tanaman campuran dengan penanaman tanaman tunggal/sejenis).
2. Apa pengaruh penanaman campuran terhadap kesehatan tanaman ?
3. Sistem mana yang dapat memberikan keuntungan paling tinggi bagi petani ?

One Response to “Menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik”

  1. agrobuah said

    sangat senang jika ada penggalangan pertanian organik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: