MyBlog

Posts Tagged ‘pengertian hidrostatika’

Lembar Kerja – Tekanan Hidrostatika (F – 2)

Posted by haryvedca on July 13, 2010

I.          Tujuan

Menyelidiki pengaruh kedalaman cairan terhadap tekanan hidrostatika.

II.         Indikator Penilaian

-       Peserta diklat mampu memahami pengertian hidrostatika.

-       Peserta diklat mampu memahami pengaruh kedalaman terhadap tekanan hidrostatika.

III.        Teori Dasar

Statika fluida, kadang disebut juga hidrostatika, adalah cabang ilmu yang mempelajari fluida dalam keadaan diam, dan merupakan sub-bidang kajian mekanika fluida. Istilah ini biasanya merujuk pada penerapan matematika pada subyek tersebut. Statika fluida mencakup kajian kondisi fluida dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Penggunaan fluida untuk melakukan kerja disebut hidrolika, dan ilmu mengenai fluida dalam keadaan bergerak disebut sebagai dinamika fluida.

Karena sifatnya yang tidak dapat dengan mudah dimampatkan, fluida dapat menghasilkan tekanan normal pada semua permukaan yang berkontak dengannya. Pada keadaan diam (statik), tekanan tersebut bersifat isotropik, yaitu bekerja dengan besar yang sama ke segala arah. Karakteristik ini membuat fluida dapat mentransmisikan gaya sepanjang sebuah pipa atau tabung, yaitu, jika sebuah gaya diberlakukan pada fluida dalam sebuah pipa, maka gaya tersebut akan ditransmisikan hingga ujung pipa. Jika terdapat gaya lawan di ujung pipa yang besarnya tidak sama dengan gaya yang ditransmisikan, maka fluida akan bergerak dalam arah yang sesuai dengan arah gaya resultan.

Konsepnya pertama kali diformulasikan, dalam bentuk yang agak luas, oleh matematikawan dan filsuf Perancis, Blaise Pascal pada 1647 yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal. Hukum ini mempunyai banyak aplikasi penting dalam hidrolika. Galileo Galilei, juga adalah bapak besar dalam hidrostatika.

Sevolume kecil fluida pada kedalaman tertentu dalam sebuah bejana akan memberikan tekanan ke atas untuk mengimbangi berat fluida yang ada di atasnya. Untuk suatu volume yang sangat kecil, tegangan adalah sama di segala arah, dan berat fluida yang ada di atas volume sangat kecil tersebut ekuivalen dengan tekanan yang dirumuskan sebagai berikut.

P = ρ g h

Dengan:               P adalah tekanan hidrostatik (dalam pascal);

ρ adalah kerapatan fluida (dalam kilogram per meter kubik);

g adalah percepatan gravitasi (dalam meter per detik kuadrat);

h adalah tinggi kolom fluida (dalam meter).

Iv. Alat dan Bahan

  1. Seperangkat statif.
  2. Selang plastik
  3. Beaker glass
  4. Manometer U
  5. Pengukur tekanan air

V.         Langkah Kerja

  1. Rangkai alat percobaan seperti pada gambar berikut!

Gambar Rangkaian alat

  1. Pasang balok selang seperti gambar 1! Perhatikan ujung selang pada garis ”0”!
  2. Buka baut balok pendukung dan celupkan pengukur tekanan dengan kedalaman 3 cm!
  3. Ukurlah perbedaan air (h) dalam manometer U!
  4. Ulangi langkah 2, 3 dan 4 dengan kedalaman 6 dan 9 cm!
  5. Lakukan hal yang sama untuk gambar 2 dan gambar 3!

Gambar 1                                       Gambar 2                             Gambar 3

Tabel Pengamatan

No Posisi Ujung Selang h = perbedaan tinggi muka air
3 cm 6 cm 9 cm
1. Ke atas

(Gambar1)

2. Ke bawah

(Gambar 2)

3. Ke samping

(Gambar 3)

VI.           Tugas

  1. Apa yang dapat Anda simpulkan dari percobaan di atas?
  2. Apa penerapan dalam kehidupan sehari-hari?

Posted in Fisika | Tagged: , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.