MyBlog

Kompor Tenaga Surya

Posted by haryvedca on June 25, 2010

Matahari adalah sumber energy terbesar dan utama bagi kehidupan kita, kita dapat memanen energy matahari secara cuma-cuma dan dengan teknologi yang sederhana. Indonesia sebagai negara yang terletak tepat dibawah garis katulistiwa mempunyai periode untuk memanen matahari lebih besar baik secara kuantitas maupun kualitasnya dibanding dengan kawasan yang tidak dilintasi oleh garis katulistiwa,

oleh karena itu penggunaan energy matahari dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang paling “dekat” untuk bisa kita manfaatkan sebagai sumber energy untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik.Ada berbagai macam jenis kompor matahari yang dapat kita gunakan untuk “memanen” energy matahari, diantaranya;

•Box cooker, kebanyakan dari kompor matahari jenis ini digunakan oleh sector rumah tangga di India.
• Parabolic/concentrator cooker, didesain sebagai konsentrator jenis ini dapat menghasilkan temperature panas yang sangat tinggi seperti api, sehingga sangat bahaya dan membutuhkan perhatian yang ekstra dalam penggunaannya. Biasanya digunakan untuk memasak dalam skala besar, dan pengguna kompor jenis ini kebanyakan di negara China.


• Kombinasi antara parabolic cooker dengan box cooker atau sering disebut panel cooker, kompor jenis ini yang paling banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperature yang dihasilkan tidak sepanas kompor parabolic sehingga relative aman, bentuknya yang flat juga aman bagi mata kita (karena biasanya kompor parabolik memantulkan cahaya matahari yang berbahaya bagi mata), mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah, serta mudah dibawa dan disimpan. Dalam artikel kali ini akan disuguhkan bagaimana membuat kompor tenaga matahari jenis kombinasi ini.

Alat dan bahan yang harus disediakan diantaranya:
1. Karton tebal, ukuran 0,9 x 1,2 meter.
2. Alumunium foil, ukuran 0,3 x 3 meter.
3. Lem.
4. Gunting atau cutter.
5. Pensil dan penggaris
Kemudian bentuk kertas karton menjadi pola seperti di bawah ini;
Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah pola terbentuk kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah dipersiapkan, dan jangan lupa buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola sebagai tempat pengait untuk bagian kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan alumunium foil yang disatukan dengan kertas karton telah benar-benar menempel dengan baik kemudian rangkai kompor seperti gambar di bawah ini.
Setelah kompor terangkai dengan sempurna langkah selanjutnya adalah mempersiapkan wadah untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan sebagai tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat menyerap panas dengan baik. Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang terserap dan menghindari panas terbuang, dalam proses memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk membungkus panci tersebut. Menurut Dr. Steven Jones dari Brigham Young University, agar lebih optimal dalam memasak akan lebih baik jika dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor, tatakan dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun dari bawah panci.
Memasak dengan mengunduh energy secara cuma-cuma disaat harga bahan bakar membumbung tinggi adalah harapan sebagian besar masyarakat di dunia saat ini, dan alam menyediakan energi yang berlimpah dari sinar matahari dan dapat digunakan secara cuma-cuma dengan peralatan yang sederhana. Kompor tenaga matahari merupakan salah satu peralatan untuk mengunduh energi dari sinar matahari, dengan berbagai keunggulan diantaranya adalah bahan bakarnya tersedia secara melimpah dan free yang berarti juga menghemat biaya, dan tidak menyebabkan polusi maupun efek buruk bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan menggunakan kompor matahari kita bisa memasak hampir berbagai jenis bahan makanan, namun kita tidak dapat memasak sepanjang hari menggunakan kompor tenaga matahari ini namun hanya pada waktu tertentu yakni pada waktu menjelang siang hingga menjelang sore, dengan waktu intensif pada pukul 10.00 hingga pukul 2 siang. Namun ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan memasak menggunakan kompor tenaga matahari ini, yakni; waktu, cuaca, kecepatan angin (semakin cepat angin bertiup semakin lambat proses memasaknya), ketebalan panci atau alat masak yang dipakai, jumlah, jenis dan ukuran makanan, serta jumlah air yang dipakai memasak.
Kompor tenaga matahari pada rancangan sebelumnya ini pada keadaan normal akan memasak pada suhu 82-135 derajat celcius, namun makanan cukup untuk dapat dimasak pada suhu 82-91 derajat celcius. Pada prinsipnya memasak dengan menggunakan kompor tenaga matahari adalah menghilangkan kuman-kuman pada makanan sehingga cukup higienis untuk dimakan, memasak makan pada semua keadaan diperkirakan cukup berada pada suhu 52 derajat celcius untuk menghilangkan kuman.
Berikut tabel perkiraan lama memasak untuk bahan makanan seberat 2 kilogram pada keadaan cuaca cerah.
Dengan menggunakan kompor yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya, pada setiap proses memasak selama 3-4 jam posisi kompor tidak perlu diubah, namun untuk proses memasak yang lebih lama atau untuk kuantitas bahan masakan yang banyak diperlukan reorientasi posisi kompor sesuai dengan sudut datangnya sinar mataharai setiap 2 jam sekali.
Proses memasak yang optimal akan terjadi jika posisi bayang-bayang kompor tepat berada di belakang, hal ini menandakan bahwa sudut datang matahari tepat dapat difokuskan oleh kompor ke dalam panci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: