MyBlog

Mengenal Produk Peternakan Bermerk

Posted by haryvedca on July 2, 2010

Pakaian bermerk (branded)? Itu merupakan hal biasa. Bagaimana dengan produk peternakan bermerk, adakah? Beberapa tahun yang lalu, fokus bidang peternakan masih lebih mengejar pencapaian produktifitas atau kuantitas yang tinggi. Produk peternakan berupa daging, telur dan susu merupakan pangan sumber protein hewani. Tidak dipungkiri, produk peternakan yang berlimpah diharapkan dapat meningkatkan taraf konsumsi masyarakat terhadap protein hewani.
Seiring kemajuan teknologi, perkembangan peternakan saat ini mengalami perubahan. Kesadaran masyarakat akan perilaku hidup sehat, terutama kalangan menengah ke atas, membuka peluang baru untuk pemasaran produk peternakan. Adanya kesadaran bahwa hidup sehat itu sangat berharga sedikit menggeser perilaku konsumsi sebagian masyarakat. Kualitas produk menjadi pertimbangan utama dalam memilih pangan konsumsi.
Perkembangan ini memunculkan inovasi baru dalam pemasaran produk peternakan untuk lepas dari persepsi komoditas biasa-biasa saja. Dulu, produk peternakan agak dijauhi, oleh kalangan tertentu karena dicap sebagai sumber kolesterol. Saat ini, cukup banyak peternakan yang berusaha melakukan inovasi. Di pasaran, bukan hanya di dunia internasional, tapi juga di Indonesia, muncul beberapa macam produk peternakan yang ’sedikit berbeda’, berkualitas, bermerk dan bergengsi. Sedikit kekurangannya, yaitu harganya bervariasi dari yang sedang, mahal sampai sangat mahal! Tentu saja, harganya akan berbeda dengan produk reguler. Menurut beberapa sumber, bisnis di bidang ini cukup menguntungkan, meskipun konsumennya kalangan tertentu. Diperlukan manajemen produksi yang tepat dan strategi marketing yang benar. Tulisan ini tidak akan menyoroti hal itu lebih jauh, namun lebih ke arah pengenalan. Marilah mengenal produk peternakan bermerk sebagai suatu sumber kekuatan produk peternakan di masa kini. Produk-produk ini akan mampu bertahan dan berumur panjang, seandainya tidak sekedar menjual merk dan mampu mempertahankan kepercayaan konsumen. Seperti produk peternakan lainnya, produk peternakan ini pun rawan pemalsuan, apalagi melihat harganya yang menggiurkan, konsumen perlu mengenalnya dengan jeli. Dari sisi produsen diperlukan komimen kuat dalam menjaga etika penjualan, tidak membohongi konsumen. Hasil pengujian dari peneliti independen akan sangat membantu memperkuat keberadaan produk.
Telur-telur Berkhasiat
Telur Omega 3

Telur omega 3 sebetulnya sudah diproduksi dan dipasarkan sejak lama, tahun 1990-an. Meskipun demikian telur ini mengalami perkembangan pesat sejak tahun 2000. Saat itu, secara nasional banyaknya produsen telur omega-3 mencapai 12 perusahaan dengan puluhan merk. Tidak hanya yang bermerk omega-3, ada pula telur mengandung omega-6 dan omega-9. Perkembangan selanjutnya, secara alami, dengan keadaan jumlah konsumen yang terbatas, sebagian perusahaan mengalami kemunduran dan saat ini hanya tinggal beberapa perusahaan saja yang masih beroperasi. Tidak semuanya mundur, karena memang masih ada permintaan dari konsumen. Sebetulnya, semua telur mengandung omega 3 dalam komposisi gizinya, termasuk telur reguler. Bedanya, telur bermerk omega 3 mengandung kadar omega 3 lebih banyak. Sebagai perbandingan, pada label salah satu produk telur omega 3 dituliskan bahwa sebutir telur biasa berukuran 60 g mengandung omega 3 sebanyak 38 mg, sedangkan pada telur omega 3 kandungannya bisa mencapai 618 mg. Omega-3 merupakan asam lemak esensial. Artinya, asam lemak omega-3 sangat dibutuhkan oleh tubuh. Karena tubuh tidak bisa membuatnya, maka harus dipasok lewat makanan. Asam lemak omega-3 terbukti mempunyai pengaruh yang baik terhadap tubuh. Orang yang mengkonsumsi omega-3, keping-keping darahnya (platelet) tidak mudah pecah ataupun menggumpal. Kelebihan lain adalah sebagai pencegahan penyakit jantung. Omega-3 juga mempengaruhi pembentukan enzim yang berperan pada kesembuhan penyakit jantung koroner. Pun meningkatkan daya tahan seluler otot jantung dalam menghadapi serangan jantung. Bahkan ada yang menyebutkan omega-3 bisa mencegah diabetes, membuat mata menjadi lebih awas, meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat, meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan gejala penyakit radang sendi, menghilangkan gangguan tulang belakang dan otak (multiple sclerosis), serta menghambat pertumbuhan kanker. Omega-3 yang mempunyai banyak kegunaan ini banyak terkandung dalam minyak ikan. Namun, orang cenderung tidak menyukai mengkonsumsi minyak ikan secara langsung. Nah, telur omega-3 ini merupakan sebuah solusi untuk mendapat omega-3 tanpa merasakan bau amis ikan!
Bagaimana memproduksi telur omega-3? Ayam yang diberi pakan dengan formulasi lemak omega 3 tinggi akan menghasilkan telur yang juga kaya omega-3. Pakan ayam yang dikenal mengandung kadar omega-3 tinggi diantaranya adalah limbah pengolahan ikan sarden. Meskipun sudah lama dikenal dan beredar di pasaran sejak tahun 1990-an, dari sisi penelitian, peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB) Prof. Dr.Ir. Iman Rahayu Hidayati S, MS., dan Dr. Komari, baru mempatenkan penemuan teknologi dalam memproduksi telur omega-3 pada tanggal 24 Juni 2009. Teknologi ini dilakukan dengan memanipulasi pakan yang diberikan pada ayam petelur dengan suplemen omega-3 selama 3 minggu berurutan. Suplemen Omega-3 dibuat melalui proses pengemulsian dan dispersi dari bahan limbah perebusan ikan sarden (yang diketahui mengandung banyak Omega-3, 6 dan 9, serta memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dengan sumber Omega-3 dari tanaman) dengan ampas tahu (sebagai filter). Jumlah suplemen yang dicampurkan dalam pakan komersial ayam petelur dengan konsentrat sebesar lima hingga sepuluh persen. Pencampuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu disemprot dan diaduk. Dengan konsentrat bersuplemen tersebut, jumlah asam lemak Omega-3 dalam telur meningkat sebanyak 10 kali lipat dari telur biasa tanpa suplemen.
Telur Rendah Kolesterol
Para ahli gizi mengakui, telur (ayam) itu bahan pangan sehat dan bergizi tinggi. Telur mengandung 162 kalori, 12,8 g protein, 11,5 g lemak, 0,7 g karbohidrat, 900 SI vitamin A, 0,1 g vitamin B1, menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan, Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. Telur, yang secara alami memang mengandung kolesterol dalam komposisi gizinya adalah pangan bergizi terutama bagi anak-anak usia pertumbuhan, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta orang dewasa dalam masa penyembuhan. Kolesterol mempunyai berbagai fungsi penting didalam metabolisme tubuh. Kolesterol akan berubah menjadi beban fisiologis tubuh seandainya kadar kolesterol dalam darah sudah berlebihan. Hati, jantung dan ginjal adalah organ yang harus bekerja keras untuk membuangnya keluar dari dalam tubuh. Telur rendah kolesterol sangat sesuai ditujukan untuk golongan konsumen yang telah atau sedang mengalami masalah kelebihan kolesterol. Telur dikatakan rendah kolesterol jika kandungan kolesterolnya minimal lebih rendah 25% dari telur biasa. Dari sisi produksi, telur seperti ini umumnya dihasilkan dari ayam yang pakannya selain diberi jagung atau beras, juga ditambahkan ampas buah merah yang memiliki kadar kandungan asam lemak tak jenuh (PUFA/Poly Unsaturated Fatty Acid) tinggi sehingga dapat menekan kadar kolesterol.
Telur Kaya Vitamin
Hampir sama dengan telur-telur sebelumnya, telur ini pun diperoleh dengan memodifikasi komposisi pakan yang diberikan pada ayam petelur. Telur kaya vitamin A diproduksi dari ayam yang pakannya banyak mengandung zat karotenoid (pro vitamin A) seperti jagung dan ampas buah merah. Telur kaya vitamin A dibedakan dari telur biasa dari warna kuningnya yang terlihat lebih kuning, bahkan kemerahan.
Telur Vegetarian
Telur ini dihasilkan dari ayam yang seluruh pakannya berasal dari sumber nabati. Dalam susunan bahan pakan ayam petelur biasa, terdapat bahan pakan hewani sebagai sumber kalsium, misalnya tepung ikan. Untuk ayam petelur vegetarian, biasanya sumber kalsiumnya diganti dengan kalsium dari batu gamping yang sudah diolah sehingga menjadi mineral yang food grade (aman dikonsumsi).

Daging ayam bebas bahan kimia
Ayam broiler modern merupakan satu hasil kemajuan bidang peternakan yang bisa dikatakan cukup mengagumkan. Anak ayam umur sehari (DOC) dengan berat badan sekitar 40 gram atau 0,04 kg sebagai input produksi, diproses dalam industri budidaya peternakan selama satu bulan dapat menghasilkan output produksi berupa ayam hidup berbobot badan sekitar 1,6 kg. Kenaikan yang berkali lipat! Industri peternakan ayam broiler modern dapat memproduksi daging ayam dalam jangka waktu yang singkat dengan jumlah produksi melimpah. Semenjak masuk ke Indonesia pada tahun 1970-an, ayam broiler mengalami perkembangan pesat. Syarat pemeliharaan yang harus dipenuhi antara lain padat modal dan mutlak memerlukan pendampingan antibiotika dan obat-obatan.
Sekitar tahun 2000an, orang-orang mulai kembali beramai-ramai mengkonsumsi produk alami, bebas bahan kimiawi. Ada sayuran dan buah organik serta beras organik yang pemeliharaannya tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia. Tingkat konsumsi ayam broiler tidak mengalami penurunan, namun produsen mulai ber-inovasi untuk memproduksi ayam yang pemeliharaannya juga terbebas dari bahan kimia. Penelitian-penelitian mengenai hal ini mulai dilakukan.
Sekitar pertengahan tahun 2007, di pasaran dikenal pula daging ayam organik dan ayam probiotik. Ayam-ayam ini dipelihara tanpa obat-obatan kimia. Bagaimana cara pencegahan penyakit yang dilakukan peternakan ini? Banyak peternak mengatakan bahwa untuk memperoleh produk daging ayam organik yang aman dan bebas residu antibiotik, digunakan ramuan tradisional dari bahan tanaman (herbal). Produk ramuan tradisional dari tanaman herbal (jamu) ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah dan menyembukan penyakit serta dapat memulihkan kesehatan. Kebetulan, negara kita juga termasuk negara yang kaya aneka ragam dan warisan pemanfaatan tanaman obat atau jamu ini. Lengkuas, kunyit, bawang putih dan temulawak adalah beberapa diantara sekian banyak keanekaragaman hayati tanaman obat-obatan. Kabarnya, peternak di negeri China sudah sejak lama menggunakan ramuan tradisional ini sebagai ”feed additive”.
Sebagian peternak juga menggunakan probiotik yang berfungsi menjaga kesehatan dan meningkatkan produktifitas ayam broiler. Probiotik adalah suplemen yang mengandung bakteri berguna. Bakteri asam laktat merupakan mikroba yang paling umum terkandung dalam komposisi probiotik. Mikroba ini telah dipakai dalam industri makanan bertahun-tahun karena mereka mampu untuk mengubah gula (termasuk laktosa) dan karbohidrat lain menjadi asam laktat. Bakteri ini juga dikenal dapat mengurangi atau mendesak kesempatan pertumbuhan organisme merugikan seperti Salmonella thyposa & Escherichia coli, bakteri penyebab penyakit tipus dan diare. Probiotik seringkali direkomendasikan oleh dokter, dan lebih sering lagi oleh ahli nutrisi, setelah pengkonsumsian antibiotik atau sebagai bagian dari pengobatan.
Di bidang peternakan ayam, pakan mengandung komposisi jamu tanaman herbal dan probiotik tidak hanya diberikan pada ayam broiler yang menghasilkan daging ayam organik. Ayam petelur yang pakannya adalah jamu tanaman herbal dan probiotik juga diklaim dapat menghasilkan telur organic yang produknya juga terbebas dari Salmonella thyposa & Escherichia coli
Melihat perkembangan tingkat kesadaran hidup sehat, salah satu lembaga riset makanan internasional memprediksi akan adanya peningkatan konsumsi pangan organic, termasuk daging dan telur ayam.
Wagyu: Daging Sapi Bergengsi
Bagi sebagian orang Indonesia, mungkin mengkonsumsi daging sapi biasa saja sudah merupakan kemewahan. Meskipun intensifikasi dan program pengembangan ternak sapi massal, seperti penerapan teknologi IB telah diperkenalkan sejak tahun 1970-an, perkembangan konsumsi daging sapi belum begitu memuaskan. Harga daging sapi masih relatif lebih mahal dibanding daging ternak lainnya, seperti ayam dan domba kambing. Bahkan kemungkinan masih ada orang Indonesia yang mengkonsumsi daging sapi hanya satu atau atau dua kali dalam setahun, saat hari raya idul fitri dan idul adha. Sementara ini di Indonesia sudah hadir dan dipasarkan untuk kalangan tertentu jenis daging sapi yang katanya sangat empuk dan enak serta tentu saja harganya sangat mahal. Wagyu, demikian nama daging sapi bergengsi ini.
Wagyu, merupakan daging sapi khas Jepang yang terkenal dengan karakter persebaran lemak yang merata, rasa lezat alami serta empuk. Jenis daging sapi ini memiliki kualitas marbling, (yaitu pola urat menyerupai marmer yang terbentuk dari lemak tak jenuh di dalam daging), yang kadarnya terbilang paling tinggi dibanding daging sapi jenis lain. Penilaian kualitas daging dilihat dari pola marbling-nya. Semakin tinggi kandungan lemak tak jenuhnya, pola marbling-nya akan semakin merata dan rapat dengan larik-larik lemak yang memutih sehingga daging akan semakin empuk dan otomatis semakin tinggi angka grade-nya. Secara umum, gradasi disepakati dimulai dari angka 0 sampai 9+. Sapi disembelih pada usia 30-35 bulan untuk menghasilkan daging berkualitas optimum. Semakin merata marblingnya semakin tinggi grade-nya.
Daging sapi khas ini sudah terkenal kualitasnya di seluruh dunia dan cukup mahal. Satu kilogram wagyu bisa berharga Rp.1 Juta (Vibizlife – Food, tanggal 26 Nopember 2009), dan biasanya hanya tersedia di restoran Jepang atau supermarket tertentu.
Apa yang menjadikan daging sapi ini istimewa? Untuk mencapai kualitas daging seperti itu, hanya beberapa jenis sapi tertentu saja yang dapat dibudidayakan – yaitu jenis Japanese Black, Japanese Brown, Japanese Polled, dan Japanese Shorthorn. Sapi-sapi pilihan ini kemudian dibudidayakan dalam lingkungan khusus, termasuk pakan dan pola makannya, sehingga dagingnya mengandung omega-3 dan omega-6 yang kadarnya lebih tinggi dibanding daging sapi biasa. Semakin tinggi pola marbling-nya, semakin tinggi kandungan lemak tak jenuh dibanding lemak jenuhnya.
Banyak mitos mengenai teknik pemeliharaan sapi ini. Ada yang mengatakan bahwa selain diberi pakan serealia bermutu, sapi diberi pemijatan secara teratur agar dapat terbentuk daging yang empuk sempurna. Cara unik lainnya adalah penambahan bir atau sake pada pakannya. Padahal, pemberian bir hanya merupakan trick yang dipakai beberapa peternak Jepang agar sapinya lebih bernafsu makan, sehingga cepat gemuk. Dengan kata lain, pemberian bir bukanlah teknik standar dalam pembudidayaan wagyu.
Sebetulnya, pemerintah Jepang telah melarang pengiriman sapi wagyu ke luar Jepang. Namun, ada beberapa ekor diantaranya yang berhasil dibawa Amerika dan Australia, sehingga disana berkembang sapi wagyu turunannya. Daging Wagyu inilah yang beredar, diimpor langsung Indonesia dari Australia dan Amerika. Kabar baiknya, kini sudah ada daging wagyu yang diproduksi di Indonesia (tentu saja sapi wagyu asal Australia dan Amerika), yaitu melalui penggemukan selama satu tahun di usaha penggemukan sapi di Lampung (Kompas, 16 Januari 2009) dan Temanggung (Kompas, 31 Juli 2009).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: