MyBlog

”Augmented Reality” Teknologi Baru Gantikan RBT

Posted by haryvedca on July 5, 2010

Penulis bisnis musik tahun 2009, Steve Knopper yang menulis buku bertajuk ”Appetite for Self Destruction: The Spectacular Crash of the Record Industry in the Digital Age” mengupas perihal bagaimana digital telah menghancurkan industri musik fisikal.

Kini, muncul model bisnis baru digital yang membuat industri musik kembali menggeliat. Bahkan, membuat model bisnis baru yang terus berkembang yang menjadikan dinamika musik Indonesia makin berwarna dan hidup. Dampak positif dari berkembangnya era digital adalah tumbuh suburnya label-label baru yang memiliki kesempatan yang sama dalam menancapkan prestasi dengan major label yang sudah mapan.

”Jelas, nama besar di era digital saat ini sudah tidak ada artinya. Lagu adalah kunci. Dalam hal ini, label kecil dan besar kemudian memiliki aset dan kesempatan yang sama atas artis-artis (band dan solois) mereka,” lontar Firgi Megananda alias Bebi Romeo, penyanyi, pemusik dan pencipta lagu laris yang kini merambah menjadi produser dengan mendirikan Keci Music.

Harus diakui memang, kehadiran ring back tone (RBT) atau nada dering pribadi membuat fenomena baru dalam industri musik tanah air. Setelah sukses meraih pasar secara cepat dan luar biasa, kehadiran RBT mampu menggairahkan industri musik. Namun, setelah era digital merajalela, tampak adanya penurunan penjualan melalui RBT dalam beberapa bulan belakangan ini.

Pengamat musik Bens Leo membenarkan adanya penurunan itu. ”Jumlah musisi yang meramaikan industri musik Indonesia makin bertambah banyak, sementara pangsa pasarnya tidak meningkat drastis. Hal itu membuat musisi kita bersaing untuk mendapatkan tempat di jalur RBT. Di sini berlaku hukum ekonomi, siapa cepat dia dapat,” kata Bens Leo.

Dari:

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=15&id=29911

Tiga Dimensi

Bens Leo memberikan bukti, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) tahun 2009, penjualan melalui RBT menurun drastis karena diperebutkan oleh banyak band dan solois. Hal ini membuat jumlah RBT makin sedikit. Kini, ada peluang baru di era digital ini, disebut augmented reality. ”Teknologi baru ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan lagu dengan cara yang menarik,” kata Bens yang menyatakan salut pada Bebi Romeo dengan Keci Music-nya yang pertama kali menghadirkan kreasi baru dari Prancis yang diberi nama augmented reality yang akan menjadi trend setter di dunia musik Indonesia.

Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya tiga dimensi (3D) ke dalam sebuah lingkungan nyata, dan dengan tampilan sangat nyata. Ternyata, aplikasi teknologi digital ini malah lebih dulu dipakai dalam berbagai bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur dan bidang telekomunikasi seperti telepon genggam atau hand-phone. ”Kalau teknologi augmented reality sudah masuk ke telepon seluler, benar-benar akan sangat mempengaruhi penjualan dan pemasaran lagu-lagu karya musisi kita ke depan, setelah melalui cara RBT,” urai Bens Leo.

Teknologi baru ini sangat dimungkinkan sebagai media baru untuk menjual dan memasarkan lagu-lagu karya musisi dan pencipta lagu Tanah Air pasca-cara RBT. Dan Bebi Romeo adalah orang Indonesia pertama yang menggunakan teknologi augmented reality melalui Keci Music-nya. ”Saya akui, sistem RBT masih menjadi tren dan mendongkrak industri musik Tanah Air. Teknologi baru ini akan saya sesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan di industri musik,” ujar Bebi Romeo.

Sebagaimana diketahui, sistem RBT muncul menggantikan pita kaset dan era kaset sendiri berhasil memengaruhi masyarakat yang waktu itu menyukai sistem piringan hitam (long play).

Tampilkan Utuh

Bebi Romeo dalam gebrakannya mengakui telah mengolaborasikan kecanggihan teknologi dengan karya-karya musik untuk dipopulerkan ke tengah masyarakat. ”Kami tidak hanya bergerak dalam lingkup perusahaan label semata, tetapi juga memadukan antara musik dengan teknologi. Mengusung bendera PT Kreasi Cakrawala Utama, kami ingin ikut meramaikan musik Indonesia dengan visi mengutamakan integritas, kreativitas dan efisiensi yang tinggi. Yang saya kembangkan tetap lagunya, teknologi hanya medianya saja,” urai suami aktris Meisya Siregar ini.

Pencipta lagu ”Bunga Terakhir” ini menambahkan, kalau RBT hanya menampilkan potongan lagu, augmented reality akan menampilkan sebuah lagu utuh dengan kualitas musik yang baik dan sistem rekaman yang canggih. ”Tentu, bagi penikmat musik, melalui media baru ini, akan lebih puas,” imbuh Bebi Romeo.

Guna mewujudkan obsesinya, Bebi bersama timnya telah menggandeng sederet musisi papan atas dan pencetak hits seperti Dewiq, Ahmad Dhani, Badai Kerispatih, Melly Goeslaw, Eross SO-7, Yovie Widianto, Sandhy Sondhoro dan Opick memberikan materi-materi terbaiknya untuk artis-artis Keci Music. Sedangkan deretan artis band dan solois yang single-nya siap diluncurkan adalah Indah, Faby, Opi, Rino, Hati Band, Bean, Rante Kapal, DVenue, Hercules, Waktu Band, The Ellise, Limosin dan Jaya Band.

Alhasil, dengan strategi dan sumber daya manusia yang profesional dan andal dalam percaturan industri musik tanah air, Bebi Romeo akan merengkuh pasar musik Indonesia. ”Paling tidak, kami akan ikut memberi warna pada industri musik Indonesia yang makin beragam dengan segala spesies dan turunannya,” pungkas Bebi Romeo yang membenarkan pendirian label ini untuk investasi di hari tua. (pik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: