MyBlog

Augmented Reality, Bukan Teknologi Baru

Posted by haryvedca on July 20, 2010

<!–kirman–>

Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah merupakan suatu lingkungan environment) yang mampu menggabungkan objek nyata dan maya (virtual) menjadi satu dalam waktu yang nyata (realtime). Teknologi ini merupakan variasi dari Virtual Environment (VE) yang secara menyeluruh membenamkan (immerse) pengguna dalam satu lingkungan sintetik.

Ronald T. Azuma, peneliti AR, menjelaskan, AR sejatinya variasi lain dari realitas virtual (Virtual Reality). Teknologi realitas virtual membenamkan pengguna secara total pada lingkungan sintetis. Ketika masuk dalam dunia buatan itu, kita tidak dapat mengenali lingkungan nyata di sekitarnya.

Di Indonesia, teknologi AR ini sebenarnya bukan teknologi baru meski banyak yang belum mengenalnya. Sudah lumayan banyak perusahaan di negeri ini yang menggunakan teknologi AR ini, misalnya Kompas, minuman ringan teh botol Sosro, salah satu perusahaan rokok, dll.

Aplikasi AR yang awalnya dipakai untuk pembuatan pesawat Boeing tahun 1950-an ini justru sebaliknya. Ia tidak memisahkan yang nyata dengan virtual, malahan yang terjadi adalah penggabungan antara keduanya pada ruang yang sama.

Survei Azuma atas pemakaian AR dalam papernya menunjukkan 3 hal yang menjadi ciri khusus: AR menggabungkan antara realitas sebenarnya dan virtual bersifat interaktif saat itu juga serta memakai gambar tiga dimensi.

Pemakaian aplikasi makin meluas karena banyak sekali kegunaannya, selain sebagai permainan yang mengasyikkan. Di situs YouTube, kita bisa menyaksikan demo perbaikan mobil BMW memakai teknologi AR. Dalam situs itu, melalui kacamata khusus, pemilik BMW dapat memperbaiki kerusakan radiator tanpa harus ke bengkel. Video cara memperbaiki mobil itu tahap demi tahap memberikan petunjuk alat dan bagaimana cara memasang komponen kipas angin dengan menggabungkan gambar 3D dan video nyata mesin BMW.

Di Jepang dalam situs web tobi.com, sebuah perusahaan bisnis pakaian menawarkan terobosan pemasaran baru. Sebagai pembuat pakaian yang memakai jasa internet untuk menjual produknya, tentu saja mereka kesulitan jika harus menyediakan fitting room.

Entry Filed under: tekno.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: