MyBlog

Archive for August, 2010

Membuat sabun transparan

Posted by haryvedca on August 31, 2010

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sabun merupakan benda wajib yang kita pakai setiap hari. Tanpa sabun, mandi terasa tidak bersih karena sabun berfungsi untuk mengangkat kotoran yang menempel di tubuh kita.
Sabun pertama kali dibuat dari lemak yang dipanaskan dengan abu pada jaman Babilon kuno. Beragam jenis sabun digunakan secara berbeda di tiap kebudayaan. Orang Mesir kuno menggunakan campuran minyak hewan, tumbuhan dan garam sebagai sabun. Sedangkan orang Yunani kuno membersihkan tubuh dengan tanah liat, pasir, batu apung, dan abu. Lalu menyiram tubuh mereka dengan minyak dan untuk menghilangkan minyak yang melekat dan kotoran digunakan alat dari metal yang disebut strigil.
Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan mempunyai struktur bipolar, bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan atau pakaian.
Dewasa ini pemanfaatan sabun sebagai pembersih kulit makin menjadi trend dan beragam. Keragaman sabun yang dijual secara komersial terlihat pada jenis, warna, wangi dan manfaat yang ditawarkan. Berdasarkan jenisnya sabun dibedakan atas dua macam yaitu sabun padat (batangan) dan sabun cair.
Sabun transparan adalah sabun mandi yang berbentuk batangan dengan tampilan transparan, menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya lebih berkilau dibandingkan jenis sabun lainnya. Tampilan sabun transparan yang menarik mewah dan berkelas menyebabkan sabun transparan dijual dengan harga yang relatif lebih mahal. Pendirian industri sabun transparan merupakan salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan mengingat pasar sabun transparan belum jenuh dan masih terbuka lebar.

B. Tujuan
Uji coba ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang akan digunakan dalam pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) kompetensi yang berbasis pada teknologi minyak nabati, bagi guru program keahlian kimia industri. Adapun target yang diharapkan adalah sebagai berikut :
 Menemukan formula pembuatan sabun transparan
 Pengujian mutu sabun transparan yang meliputi uji karakteristik (properties) dan penggunaan (performance)
 Penyusunan bahan ajar untuk materi diklat
 Meningkatkan kompetensi SDM

II. PROSPEK

Jasa penyelenggaraan diklat pembuatan sabun mempunyai prospek yang bagus, karena trend sabun transparan sebagai sabun obat/ kecantikan maupun sebagai suvenir meningkatkan keinginan orang untuk mempelajari cara pembuatan sabun transparan. Laboratorium pengujian VEDCA dapat dijadikan tempat pengujian mutu sabun transparan yang meliputi uji karakteristik (properties) dan penggunaan (performance). Hanya saja Laboratorium Pengujian VEDCA belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, materi pembelajaran (bahan ajar), bahan dan alat penunjang yang diperlukan.
Prediksi konsumen yang akan menggunakan produk sabun transparan adalah:
No. Jenis produk Prediksi Pelanggan
1. Uji coba sabun transparan Konsumen rumah tangga, hotel, losmen, wisma,serta maklon.
2. Diklat pembuatan sabun transparan Sekolah, Masyarakat, Intansi-intansi baik pemerintah maupun swasta

Posted in pertanian | Leave a Comment »

Cara Membuat Yoghurt

Posted by haryvedca on August 23, 2010

Pendahuluan

A. Latar belakang

Protein sebagai salah satu komponen gizi yang dibutuhkan manusia.Protein ini dapat diperoleh dari bahan nabati ataupun hewani.Dari bahan hewani salah satunya adalah dari susu.Susu dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai pola menu empat sehat lima sempurna.Susu mengandung protein yang langsung diserap.

Didaerah yang menghasilkan susu cukup tinggi,kadang – kadang sering terjadi kerusakan karena tidak cepat terjual hal ini sangat merugikan bagi peternak susu.Untuk itu  perlu adanya penanganan susu yang sederhana dan menjanjikan keuntungan yang lumayan adalah pegolahan yoghurt.Dan saat ini yoghurt dalam bentuk flavoured yoghurt cair dingin atau pun beku sangat digemari dikalangan anak – anak ataupun  remaja,khususnya dikota – kota besar.

Mengkonsumsi susu sangat bermanfaat bagi kecukupan gizi masyarakat karena yoghurt memiliki gizi yang cukup tinggi.Selain gizinya yang cukup tinggi juga bermanfaat bagi orang – orang yang tidak tahan gula susu ( laktosa ) atau sering dikenal dengan istilah lactose intolerance maka keterbatasannya dalam mengkonsumsi susu dapat diatasi dengan mengkonsumsi yoghurt.

TUJUAN PELATIHAN

B. Tujuan Pemelajaran Umum

Setelah pelatihan peserta diklat  mampu mengolah bahan hasil hewani menjadi produk yoghurt dengan kriteria cita rasa yang cukup asam,flavour yang baik.

C. Tujuan Pemelajaran Khusus

Setelah pelatihan peserta diklat mampu :

  1. Menyiapkan peralatan produksi
  2. Mengidentifikasi jenis – jenis bahan baku untuk proses produksi
  3. Memahami prinsip – prinsip dalam proses pembuatan yoghurt
  4. Menjelaskan prosedur atau proses pembuatan yoghurt
  5. Menilai mutu yoghurt
  6. Mengemas hasil produksi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan

Prinsip- Prinsip Dalam Proses Pembuatan Yoghurt

Salah satu cara pengolahan dan pengawetan susu yang tertua adalah tehnologi pengemasan susu dilakukan dengan cara fermentasi.Salah satu produk fermentasi susu ini adalah yoghurt.Melalui proses fermenatasi ini maka susu akan memiliki konsitensi berupa pasta atau puding yang mempunyai cita rasa yang spesifik karena timbulnya senyawa – senyawa yang mudah menguap yang dihasilkan oleh bakteri stater.Stater atau biakan yang digunakan pada proses fermentasi yoghurt adalah Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus termophillus.
Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | 5 Comments »

Mewaspadai si Bulat Panjang : SOSIS

Posted by haryvedca on August 23, 2010

Mewaspadai si Bulat Panjang : SOSIS

Sosis atau sausage berasal dari kata salsus yang berarti menggiling dengan garam. Sesuai dengan namanya, sosis merupakan produk olahan daging yang digiling.
Pada zaman dahulu, sosis dibuat dengan cara sederhana.  Daging digiling dan dihaluskan, dicampur bumbu, kemudian diaduk dengan lemak hingga tercampur rata dan dimasukkan ke dalam selongsong.

Bahan baku yang dipakai dalam pembuatan sosis adalah daging.  Biasanya diambil potongan daging yang tidak terlalu bagus, seperti chack, flank atau bisket.   Daging ini bisa berasal dari bermacam-macam hewan.  Yang paling sering digunakan adalah daging Sapi dan Babi.  Belakangan ayam juga  sering dipakai sebagai bahan baku sosis.
Sedangkan di Jepang banyak dikembangkan sosis ikan (fish sausage).   Sedangkan bahan tambahan yang digunakan adalah lemak.
Gawatnya, untuk menghasilkan sosis yang baik, orang banyak menggunakan lemak hewani.   Dengan lemak hewani ini, tekstru sosis menjadi lebih baik.  Sedangkan lemak nabati yang biasanya cair pada suhu kamar akan menghasilkan tekstur yang lebih lunak.

Mula-mula daging dibersihkan terlebih dahulu kemudian digiling dengan penggiling daging.
Penggilingan ini dimaksudkan untuk memotong serat-serat daging.  Daging giling kemudian dicampur dengan air es, garam dan bumbu, lalu diaduk menggunakan alat pengaduk chopper. Pencampuran ini dilakukan pada suhu 4 – 8ºC.  Tujuan utama proses ini adalah untuk mengekstrak protein dari daging.

Penggunaan garam, selain untuk rasa juga berfungsi untuk melarutkan protein yang larut dalam garam.  Protein inilah yang nantinya akan berfungsi sebagai pengemulsi alami dalam pembentukan emulsi sosis.  Pengadukan diteruskan dengan menambah lemak.   Pada pencampuran lemak ini suhu dinaikkan menjadi 10-12ºC untuk menambah kelarutan lemak dan mempermudah terbentuknya emulsi.

Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam tempat pengemulsi (emulsitator) untuk membentuk emulsi yang stabil.
Suhu emulsitator berkisar antara 18ºC – 20ºC.  Emulsi yang sudah terbentuk secara stabil ini kemudian dimasukkan ke dalam selongsong (casing) dengan menggunakan alat stuffer.  Tahap akhir adalah perebusan sosis untuk mendapatkan sosis masak.
Perebusan ini dilakukan secara bertahap untuk menghindari pemuaian yang terlalu cepat.   Pemuaian yang cepat bisa menyebabkan sosis pecah.
Titik Kritis

Melihat bahan baku dan bahan penolong yang digunakan serta proses pembuatannya, ada bebeapa titik kritis yang perlu diwaspasai mengenai kehalalan sosis.
Pertama, yang harus dilihat adalah bahan bakunya, yaitu daging.   Daging tersebut harus berasal dari hewan halal, sepeti sapi, ayam atau ikan.   Kadang-kadang sosis bida juga terbuat dari campuran beberapa daging, seperti sapi dan babi.  Ini juga perlu diwaspadai, karena kadang-kadang hanya dituliskan daging yang paling banyak porsinya.
Kemudian setelah itu harus dilihat juga cara pemotongan hewannya.  Sebab banyak hewan yang dipotong diluar negeri tidak dilakukan berdasarkan syariat islam.

Kedua, hal yang tak kalah pentingnya adalah lemak yang digunakan.   Kebanyakan sosis dibuat dari lemak hewani karena akan menghasilkan tekstur yang lebih baik.  Jika benar berasal dari hewan, maka kita harus mencermati berasal ari hewan apa.  Sebab kebanyakan lemak hewani yang beredar berasal dari lemak Babi karena lebih murah dan produksinya tinggi.
Sebenarnya lemak Nabati bisa juga digunakan untuk pembuatan sosis.  Caranya, minyak tersebut harus dikentalkan lebih dahulu dengan menambahkan air dan pengemulsi.   Pengemulsi yang sering digunakan untuk keperluan ini anatar lain casein dan gum arabic.

Sebenarnya emulsi sosis dapat terbentuk tanpa harus menggunakan pengemulsi tambahan, karena didalam daging itu sendiri telah terdapat pengemulsi alami berupa protein.   Namun kadang-kadang untuk meningkatkan kualitas  penampakan, masih ditambahkan beberapa pengemulsi tambahan yang berfungsi sebagai pengikat (binder). Pengikat yang biasa dipakai bisa berasal dari bahan kimia (chemical binder) atau bahan alami (natural binder).  Pengikat kimiawi yang sering dipakai adalah garam polisofat.
Sedangkan yang perlu dicermati adalah bahan pengikat alami.  Bahan ini bisa berasal dari bahan nabati, tetapi bisa juga berasal dari hewani, seperti kasein, tepung susu skim dan tepung darah.

Terakhir, harus dilihat jenis dan spesifikasi selongsong (casing) yang dipakai.  Selongsong dibuat dari protein yang diekstrak dari hewan, bisa domba muda bisa juga dari babi.
Untuk itu perlu dicermati berasal dari hewan apa, bagaimana penyembelihannya dan seterusnya.

(Joeit@/IHC/sumber : Jurnal Halal No. 07 )

Posted in pertanian | Leave a Comment »

Cara Membuat Dendeng

Posted by haryvedca on August 23, 2010

DENDENG
1. PENDAHULUAN

Dendeng adalah irisan kering daging yang telah diberi bumbu, dan kadangkadang telah mengalami proses pemasakan. Dengan demikian dendeng berbeda dengan daging kering yang tidak diberi bumbu (kecuali garam).

Pembuatan dendeng tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan alat-alat yang biasa terdapat di rumah tangga.

2. BAHAN

  1. Daging
  2. Bumbu. Setiap 1 kg daging dibutuhkan gula (200 gram), asam jawa (40 gram), bawang merah (50 gram), bubuk ketumbar (20 gram), lengkuas (30 gram), garam (300 gram), dan bawang putih (100 gram).

3. PERALATAN

  1. Pisau. Alat ini digunakan untuk mengiris daging menjadi irisan tipis. Pisau yang digunakan hendaknya tajam, tipis dan dari logam stainless steel.
  2. Pengantung daging. Alat ini digunakan untuk menggantung daging ukuran besar yang akan diiris.
  3. Talenan. Alat ini digunakan untuk mengeringkan irisan daging (kalau tidak digunting).
  4. Pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan irisan daging. Pengering dapat berupa alat penjemur sederhana, atau berupa alat pengering yang berbahan bakar (minyak, kayu bakar, atau arang), bertenaga listrik atau bertenaga cahaya matahari.
  5. Keranjang peniris. Alat ini digunakan untuk meniriskan daging setelah direndam dengan larutan garam.
  6. Penggiling bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu dendeng.
  7. Panci. Alat ini digunakan untuk merebus bumbu.
  8. Kulkas. Alat ini digunakan untuk menyimpan daging yang direndam di dalam larutan bumbu.

4. CARA PEMBUATAN

  1. Pengirisan daging. Daging diiris tipis-tipis. Sedapat mungkin pemotongan mengikuti arah jaringan otot. Ada dua cara pengirisan, yaitu:
    1. Daging digantung pada alat penggantung, kemudian diiris tipis-tipis
    2. Daging ditempatkan di atas talenan, kemudian diiris tipis-tipis.
      Irisan dapat dibuat dalam berbagai ukuran, seperti

      1. irisan kecil: irisan dengan panjang 1 cm dan lebar 1 cm
      2. irisan sedang: irisan dengan panjang dan lembar antara 3~5 cm
      3. irisan panjang: irisan dengan panjang >5 cm dan lebar 3~5 cm.
  2. Pembuatan larutan bumbu
    1. Lengkuas, bawang putih, dan bawang merah digiling halus. Bumbubumbu ini dicampur dengan gula, asam jawa dan bubuk ketumbar.
    2. Air sebanyak 1 liter direbus sampai mendidih. Kemudian ditambahkan bumbu yang telah disiapkan di atas. Campuran tersebut dididihkan selama 30 menit sambil diaduk-aduk sampai kental. Setelah itu larutan bumbu didinginkan.
  3. Perendaman di dalam larutan bumbu.
    1. Irisan daging direndam du dalam larutan bumbu selama semalaman pada suhu dingin di dalam kulkas.
    2. Setelah itu, daging dikeluarkan dari larutan bumbu, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik tersebut di biarkan di udara terbuka sampai suhunya tidak dingin lagi (sama dengan suhu kamar).
  4. Pengeringan. Setelah daging di dalam kantong tidak dingin lagi, daging dikeluarkan dari kantong, kemudian segera dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 10%. Irisan daging yang berukuran panjang harus digantung pada saat pengeringan. Hasil pengeringan disebut dengan dendeng mentah.
  5. Pengemasan. Dendeng mentah yang telah kering dapat disimpan di dalam kantong plastik.
  6. Penggorengan. Dendeng daging yang telah kering dapat digoreng di dalam minyak panas (1700) selama 30-60 detik sambil dibolak-balik, kemudian cepat-cepat diangkat dan ditiriskan.

5. KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040


DENDENG GILING

1. PENDAHULUAN

Daging adalah urat yang melekat pada kerangka kecuali urat dari bagian bibir, hidung dan telinga dari hewan yang sehat sewaktu dipotong. Daging terdiri dari otot, jaringan penghubung dan jaringan lemak.

Daging merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi disamping telur, susu dan ikan. Daging mengandung protein, lemak, mineral, air serta vitamin dalam susunan yang berbeda tergantung jenis makanan dan jenis hewan. Hewan yang berbeda mempunyai komposisi daging yang berbeda pula.

Komposisi daging terdiri dari 75% air, 18% protein, 4% protein yang dapat larut (termasuk mineral) dan 3% lemak. Ternak rata-rata menghasilkan karkas (bagian badan hewan) 55%, macam-macam hasil sampingan 9%, kulit 6% dan bahan lainnya 30%. Daging yang baik ditentukan oleh warna, bau, penampakan dan kekenyalan. Semakin daging tersebut lembab atau basah serta lembek (tidak kenyak) menunjukan kualitas daging yang kurang baik.

Pengawetan daging merupakan suatu cara menyimpan daging untuk jangka waktu yang cukup lama agar kualitas maupun kebersihannya tetap terjaga. Tujuan pengawetan adalah menjaga ketahanan terhadap serangan jamur (kapang), bakteri, virus dan kuman agar daging tidak mudah rusak. Ada beberapa cara pengawetan yaitu: pendinginan, pelayuan, pengasapan, pengeringan, pengalengan dan pembekuan.

Sebaiknya daging hewan yang baru saja disembelih tidak cepat-cepat dimasak, tetapi ditunggu beberapa lama atau dilayukan terlebih dahulu. Untuk daging sapi atau daging kerbau dapat dimasak sesudah pelayuan selama 12~24 jam; daging kambing, domba, babi sesudah 8~12 jam, sedangkan untuk daging pedet (anak sapi) sesudah 4~8 jam. Usaha pengawetan daging diperlukan untuk memenuhi selera atau kebutuhan konsumen serta mempermudah dalam pengangkutan.

Pengawetan dengan cara pengeringan dilakukan dengan penambahan garam, gula dan bahan kimia seperti nitrat (NO3) dan nitrit (NO2). Penambahan garam, untuk pengawetan daging kira-kira sepersepuluh dari berat daging. Disamping sebagai pengawet, garam juga berfungsi sebagai penambah rasa.

Penambahan gula juga dimaksudkan sebagai penambahan rasa pada bahan yang diolah. Untuk melunakkan daging sebelum diolah, daging dibungkus dengan daun pepaya yang mengandung enzim papain atau dilumuri dengan parutan buah nenas yang mengandung enzim bromolin.

Contoh hasil olahan dan pengawetan daging adalah abon, dendeng sayat, dendeng giling, dendeng ragi, daging asap, kornet, sosis dan sebagainya. Dendeng giling adalah daging yang digiling berupa lembaran tipis dan diberi bumbu, kemudian dikeringkan. Pembuatan dendeng giling tidak memerlukan daging yang berkualitas baik.

2. BAHAN

1) Daging 4 kg
2) Gula merah 1 kg
3) Garam 2 ons
4) Bawang putih 60 gram
5) Asam Jawa 40 gram
6) Lengkuas 12 gram
7) Ketumbar 4 ons

3. ALAT

1) Alat penggiling daging (jika ada)
2) Baskom
3) Rak bumbu
4) Jerami bersih dan kering
5) Sendok
6) Pisau
7) Alat penghancur bambu (cobek dan ulekan)
8) Kayu bundar atau botol

4. CARA PEMBUATAN

  1. Giling daging sapi yang telah dicuci bersih dengan alat penggiling daging.
    Jika tidak ada penggilingan daging, dapat dicincang sampai halus;
  2. Campur dengan bumbu yang telah dihaluskan, kemudian buat menjadi lembaran tebal kira-kira 3 mm dengan cara mengepresnya dengan kayu bundar atau botol;
  3. Susun pada rak bambu yang dilapisi dengan merang bersih;
  4. Keringkan dibawah sinar matahari selama 3~5 hari, dapat juga dengan oven pada suhu 500~600 C selama 4~6 jam;
  5. Kemas dalam kantong plastik.

5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG GILING

6. KEUNTUNGAN
Bahan lebih murah karena tidak membutuhkan daging yang berkualitas baik.

7. KERUGIAN
1) Dendeng giling tidak selezat dendeng sayat sebab dalam proses penggilingan atau pencacahan sejumlah zat pembentuk rasa akan hilang.
2) Pada umumnya dendeng giling lebih cepat rusak daripada dendeng sayat.

Catatan:

  1. Ketebalan dendeng giling dapat diatur secara merata sehingga mempercepat proses penggeringan .
  2. Pengeringan dengan oven perlu dijaga, terutama mengenai tinggi, suhu dan lama pengeringan sehingga tidak merusak kualitas dendeng secara alami maupun kimiawi.

Tabel 1. Komposisi Dendeng Giling

KOMPONEN KADAR (%)
Protein 13,80 %
Lemak 9,00 %
Karbohidrat 52,00 %
Air 25,00 %
Ca (mg/ 100 gram) 30,00 %
P (mg/ 100 gram) 270,00 %
Fe (mg/ 100 gram) 5,10 %

8. DAFTAR PUSTAKA

1) Palupi, W.D.E. Tinjauan literatur pengolahan daging. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI, 1986. 54 hal.
2) Winarno, F.G; Srikandi Fardiaz, dan Djunjung Daulay. Indonesia traditional food processing. Bogor : IPB, 1973
3) Berkas lembaran petunjuk latihan teknologi makanan. Yogyakarta: Pendidikan Guru Pertanian PGP-Kejuruan Teknologi Makanan, 1975

9. KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.


DENDENG RAGI

1. PENDAHULUAN

Daging adalah urat yang melekat pada kerangka kecuali urat dari bagian bibir, hidung dan telinga dari hewan yang sehat sewaktu dipotong. Daging terdiri dari otot, jaringan penghubung dan jaringan lemak.

Daging merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi disamping telur, susu dan ikan. Daging mengandung protein, lemak, mineral, air serta vitamin dalam susunan yang berbeda tergantung jenis makanan dan jenis hewan. Hewan yang berbeda mempunyai komposisi daging yang berbeda pula.

Komposisi daging terdiri dari 75% air, 18% protein, 4% protein yang dapat larut (termasuk mineral) dan 3% lemak. Ternak rata-rata menghasilkan karkas (bagian badan hewan) 55%, macam-macam hasil sampingan 9%, kulit 6% dan bahan lainnya 30%. Daging yang baik ditentukan oleh warna, bau, penampakan dan kekenyalan. Semakin daging tersebut lembab atau basah serta lembek (tidak kenyak) menunjukan kualitas daging yang kurang baik.

Pengawetan daging merupakan suatu cara menyimpan daging untuk jangka waktu yang cukup lama agar kualitas maupun kebersihannya tetap terjaga. Tujuan pengawetan adalah menjaga ketahanan terhadap serangan jamur (kapang), bakteri, virus dan kuman agar daging tidak mudah rusak. Ada beberapa cara pengawetan yaitu: pendinginan, pelayuan, pengasapan, pengeringan, pengalengan dan pembekuan.

Sebaiknya daging hewan yang baru saja disembelih tidak cepat-cepat dimasak, tetapi ditunggu beberapa lama atau dilayukan terlebih dahulu. Untuk daging sapi atau daging kerbau dapat dimasak sesudah pelayuan selama 12~24 jam; daging kambing, domba, babi sesudah 8~12 jam, sedangkan untuk daging pedet (anak sapi) sesudah 4~8 jam. Usaha pengawetan daging diperlukan untuk memenuhi selera atau kebutuhan konsumen serta mempermudah dalam pengangkutan.

Pengawetan dengan cara pengeringan dilakukan dengan penambahan garam, gula dan bahan kimia seperti nitrat (NO3) dan nitrit (NO2). Penambahan garam, untuk pengawetan daging kira-kira sepersepuluh dari berat daging. Disamping sebagai pengawet, garam juga berfungsi sebagai penambah rasa.

Penambahan gula juga dimaksudkan sebagai penambahan rasa pada bahan yang diolah. Untuk melunakkan daging sebelum diolah, daging dibungkus dengan daun pepaya yang mengandung enzim papain atau dilumuri dengan parutan buah nenas yang mengandung enzim bromolin.

Contoh hasil olahan dan pengawetan daging adalah abon, dendeng sayat, dendeng giling, dendeng ragi, daging asap, kornet, sosis dan sebagainya.

Dendeng ragi adalah makanan jadi, hasil olahan daging yang dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu.

2. BAHAN

1) Daging sapi 1 kg
2) Kelapa parut 5 butir
3) Cabai merah 20 gram
4) Bawang merah 50 gram
5) Bawang putih 40 gram
6) Ketumbar 20 gram
7) Asam Jawa 12 mata
8) Garam 10 gram
9) Daun jeruk purut 8 lembar
10) Daun salam 8 lembar
11) Gula merah 6 ons
12) Kencur 20 gram
13) Laos 20 gram

3. ALAT

1) Alat perajang (talenan)
2) Pisau
3) Alat penghancur bumbu (cobekan dan ulekan)
4) Penggorengan (wajan)
5) Parutan kelapa
6) Baskom
7) Alat peniris
8) Kompor
9) Panci

4. CARA PEMBUATAN

1) Cuci daging sapi, kemudian iris tipis. (± 4 x 4 cm) dengan ketebalan sekitar (1/2 ~ 1 cm);
2) Parut kelapa, kemudian tumbuk bumbu sampai halus, kecuali lengkuas, daun jeruk purut, dan daun salam;
3) Campur dengan irisan daging, kemudian rebus dengan air secukupnya sampai lunak;
4) Apabila air rebusan tinggal sedikit, masukkan parutan kelapa, kemudian masak sampai air rebusan kering;
5) Gorengan campuran bahan tadi di atas api kecil sampai berwarna kekuningkuningan, kemudian tiriskan agar minyaknya turun;
6) Kemas dendeng ragi dalam kantong plastik atau stoples.

5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG RAGI

6. KEUNTUNGAN
Dendeng ragi memiliki rasa yang lezat dan dapat disimpan pada suhu kamar sela 4 ~ 7 hari tanpa mengalami kerusakan.

Catatan:
Selama penyimpanan, tempat dan temperatus perlu diperhatikan, untuk menghindari proses menjadi tengik karena adanya kelapa.

7. DAFTAR PUSTAKA
1) Palupi, W.D.E. Tinjauan literatur pengolahan daging. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI, 1986. 54 hal.
2) Simarmata, J.P. Pembuatan dendeng ragi . Buletin Pusbangtepa, Mei 1981: 17-21.


DENDENG SAYAT

1. PENDAHULUAN

Daging adalah urat yang melekat pada kerangka kecuali urat dari bagian bibir, hidung dan telinga dari hewan yang sehat sewaktu dipotong. Daging terdiri dari otot, jaringan penghubung dan jaringan lemak.

Daging merupakan salah satu bahan pangan bergizi tinggi disamping telur, susu dan ikan. Daging mengandung protein, lemak, mineral, air serta vitamin dalam susunan yang berbeda tergantung jenis makanan dan jenis hewan. Hewan yang berbeda mempunyai komposisi daging yang berbeda pula.

Komposisi daging terdiri dari 75% air, 18% protein, 4% protein yang dapat larut (termasuk mineral) dan 3% lemak. Ternak rata-rata menghasilkan karkas (bagian badan hewan) 55%, macam-macam hasil sampingan 9%, kulit 6% dan bahan lainnya 30%. Daging yang baik ditentukan oleh warna, bau, penampakan dan kekenyalan. Semakin daging tersebut lembab atau basah serta lembek (tidak kenyak) menunjukan kualitas daging yang kurang baik.

Pengawetan daging merupakan suatu cara menyimpan daging untuk jangka waktu yang cukup lama agar kualitas maupun kebersihannya tetap terjaga. Tujuan pengawetan adalah menjaga ketahanan terhadap serangan jamur (kapang), bakteri, virus dan kuman agar daging tidak mudah rusak. Ada beberapa cara pengawetan yaitu: pendinginan, pelayuan, pengasapan, pengeringan, pengalengan dan pembekuan.

Sebaiknya daging hewan yang baru saja disembelih tidak cepat-cepat dimasak, tetapi ditunggu beberapa lama atau dilayukan terlebih dahulu. Untuk daging sapi atau daging kerbau dapat dimasak sesudah pelayuan selama 12~24 jam; daging kambing, domba, babi sesudah 8~12 jam, sedangkan untuk daging pedet (anak sapi) sesudah 4~8 jam. Usaha pengawetan daging diperlukan untuk memenuhi selera atau kebutuhan konsumen serta mempermudah dalam pengangkutan.

Pengawetan dengan cara pengeringan dilakukan dengan penambahan garam, gula dan bahan kimia seperti nitrat (NO3) dan nitrit (NO2). Penambahan garam, untuk pengawetan daging kira-kira sepersepuluh dari berat daging. Disamping sebagai pengawet, garam juga berfungsi sebagai penambah rasa. Penambahan gula juga dimaksudkan sebagai penambahan rasa pada bahan yang diolah. Untuk melunakkan daging sebelum diolah, daging dibungkus dengan daun pepaya yang mengandung enzim papain atau dilumuri dengan parutan buah nenas yang mengandung enzim bromolin.

Contoh hasil olahan dan pengawetan daging adalah abon, dendeng sayat, dendeng giling, dendeng ragi, daging asap, kornet, sosis dan sebagainya.

Dendeng sayat adalah lembaran tipis daging sapi atau kerbau yang diberi bumbu. Dendeng dapat digunakan sebagai lauk setelah digoreng.

2. BAHAN

1) Daging sapi atau kerbau (tidak berlemak) 4 kg
2) Gula merah 1 kg
3) Garam 4 ons
4) Ketumbar 2 ons
5) Jinten 1 ons
6) Bawang merah 1 ons
7) Bawang putih 2 ½ ons
8) Lengkuas (laos) ½ kg
9) Lada (bila perlu) secukupnya
10) Jahe (bila perlu) secukupnya
11) Sendawa (NANO3) (0,1%) 4 gram

3. ALAT

1) Pisau
2) Alas perajang (talenan)
3) Tampah
4) Panci dan baskom
5) Merang bersih (bila perlu)
6) Alat penghancur bumbu (cobek dan ulekan)
7) Sendok

4. CARA PEMBUATAN

1) Pilih daging yang baik, kemudian cuci sampai bersih;
2) Sayat daging tipis-tipis dengan ketebalan kira-kira 3 ~ 5 mm;
3) Bumbu-bumbu (lengkuas, jinten, ketumbar, bawang merah, bawang putih, garam) tumbuk sampai halus dan tambahkan sedikit air;
4) Potong-potong gula merah kemudian rebus dengan sedikit air. Bumbubumbu yang sudah dihaluskan masukkan ke dalam rebusan air;
5) Setelah gula hancur, tuangkan campuran gula danbumbu pada daging yang sudah diiris tipis tadi, aduk sampai rata, kemudian diamkan selama 1 jam;
6) Angkat daging berbumbu, letakkan diatas tampah yang dilapisi merang bersih;
7) Jemur di bawah sinar matahari sampai kering, kira-kira 6 ~ 7 hari (tergantung cuaca). Usahakan agar seluruh permukaan daging terkena sinar matahari;
8) Daging yang sudah dijemur dapat disimpan dalam stoples, kantong plastik, atau besek.

5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG SAYAT

6. KEUNTUNGAN
Penggering daging dengan sinar matahari adalah mudah, murah, serta tidak merusak kandungan protein.

Catatan:

  1. Selama penyimpanan, perlu diperhatikan dan dijaga agar kadar air dendeng tetap stabil;
  2. Pengeringan dendeng dengan sinar matahari, perlu diperhatikan agar sinar tidak terlalu panas. Hal tersebut akan menyebabkan permukaan dendeng menjadi retak. Sebaliknya, apabila sinar matahari kurang panas dan tidak terus menerus maka kapang atau jamur akan mudah tumbuh.

7. DAFTAR PUSTAKA

1) Palupi, W.D.E. Tinjauan literatur pengolahan daging. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI, 1986. 54 hal.
2) Dendeng giling produk yang terlupakan. Selera, VI (5), Maret 1987: 53-55.
3) Winarno, F.G; S. Fardiaz; D. Dauly. Indonesian traditional food processing. Bogor: IPB, 1973.

8. KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.


DENDENG IKAN

1. PENDAHULUAN

Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat selain sebagai komoditi ekspor. Ikan cepat mengalami proses pembusukan dibandingkan dengan bahan makanan lain. Bakteri dan perubahan kimiawi pada ikan mati menyebabkan pembusukan. Mutu olahan ikan sangat tergantung pada mutu bahan mentahnya.

Tanda ikan yang sudah busuk:
– mata suram dan tenggelam;
– sisik suram dan mudah lepas;
– warna kulit suram dengan lendir tebal;
– insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;
– dinding perut lembek;
– warna keseluruhan suram dan berbau busuk.

Tanda ikan yang masih segar:
– daging kenyal;
– mata jernih menonjol;
– sisik kuat dan mengkilat;
– sirip kuat;
– warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang;
– insang berwarna merah;
– dinding perut kuat;
– bau ikan segar.

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, mudah didapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses pembusukan. Oleh sebab itu pengawetan ikan perlu diketahui semua lapisan masyarakat. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi diperlukan perlakukan yang baik selama proses pengawetan seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan pendinginan ikan.

Tabel 1. Komposisi Ikan Segar per 100 gram Bahan

KOMPONEN KADAR (%)
Kandungan air 76,00
Protein 17,00
Lemak 4,50
Mineral dan vitamin 2,52-4,50

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa ikan mempunyai nilai protein tinggi, dan kandungan lemaknya rendah sehingga banyak memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Manfaat makan ikan sudah banyak diketahui orang, seperti di negara Jepang dan Taiwanikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari yang memberikan efek awet muda dan harapan hidup lebih tinggi dari negara lainnya. Penggolahan ikan dengan berbagai cara dan rasa menyebabkan orang mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan dengan menambah garam, gula, dan bahan lain untuk memperoleh rasa yang diinginkan.

2. BAHAN

1) Ikan tamban sisik (lemuru, cucut) 20 kg
2) Gula merah 2 kg
3) Ketumbar 2 ons
4) Garam 1 kg
5) Bawang merah ½ ons
6) Bawang putih 2 ons
7) Asam jawa 7 mata
8) Lengkuas (laos) secukupnya

3. ALAT

1) Pisau
2) Alas perajang (talenan)
3) Keranjang peniris (ayakan bambu)
4) Penghancur bumbu (cobek)
5) Ember
6) Baskom
7) Panci
8) Saringan halus
9) Tampah (nyiru)

4. CARA PEMBUATAN

1) Bersihkan ikan, buang kepala dan isi perutnya;
2) Belah dan buang tulangnya lalu cuci. Untuk ikan yang lebih besar dan tebal iris dengan ukuran panjang 7 cm, tebal ½ cm, dan lebar 5 cm;
3) Masukkan garam ke dalam 3 liter air kemudian rendam ikan selama 5 jam;
4) Masak 8 liter air sampai mendidih, masukkan semua bumbu yang telah dihaluskan kemudian aduk-aduk sampai rata;
5) Saring supaya ampas ketumbar terpisah, kemudian dinginkan;
6) Masukkan ikan yang sudah digarami tadi ke dalam larutan bumbu. Rendam selama ± 10 jam;
7) Tiriskan, kemudian jemur di atas nyiru atau tampah;
8) Balik-balik ikan tiap 4 jam sekali supaya pengeringan rata;
9) Sebelum dihidangkan, goreng dendeng terlebih dahulu (± ½ menit) dalam minyak panas.

5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN DENDENG IKAN

6. DAFTAR PUSTAKA

1) Berbagai cara pengolahan dan pengawetan ikan. Yogyakarta : Proyek Pengembangan Penyuluhan Pertanian Pusat, Departemen Pertanian, 1987. Hal. 35
2) Pengolahan ikan. Subang : Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Puslitbang Fisika Terapan-LIPI, 1990. Hal. 26-34.
3) Teknologi desa. Jakarta : Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kerja, 1983. Seri PengolahanPangan. Hal. 14-16.

7. KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.


DENDENG IKAN

1. PENDAHULUAN

Dendeng ikan adalah ikan kering yang telah diberi bumbu, dan kadang-kadang telah mengalami proses proses pemasakan. Dengan demikian, dendeng berbeda dengan daging kering yang tidak diberi bumbu (kecuali garam). Pembuatan dendeng tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan alat-alat yang
biasa terdapat di rumah tangga.

2. BAHAN

  1. Ikan. Dianjurkan menggunakan ikan berukuran sedang yang kurang bernilai ekonomis. Ikan tamban merupakan salah satu jenis ikan berukuran sedang yang dapat diolah menjadi dendeng ikan. Ikan ini mempunyai tekstur daging lunak, dan berduri halus di dalam daging. Adanya duri halus tersebut menyebabkan ikan tamban paling cocok diolah menjadi produk kering seperti dendeng. Rasa dendeng tamban sangat enak dan tidak sulit membuatnya.
  2. Bumbu. Setiap 1 kg ikan membutuhkan gula (200 gram), asam jawa (40 gram), bawang merah (50 gram), bubuk ketumbar (20 gram), lengkuas (30 gram), garam (300 gram), bawang putih (100 gram).

3. PERALATAN

  1. Pisau dan talenan. Alat ini digunakan untuk menyiangi dan mengiris daging ikan menjadi irisan tipis. Pisau yang digunakan hendaknya tajam, tipis dan terbuat dari logam stainless steel.
  2. Pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan. Pengering dapat berupa alat penjemur sederhana, atau berupa alat pengering yang berbahan bakar (minyak, kayu bakar, atau arang), bertenaga listrik atau bertenaga cahaya matahari.
  3. Keranjang peniris. Alat ini digunakan untuk meniriskan ikan setelah direndam dengan larutan garam.
  4. Penggiling bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu dendeng.
  5. Panci. Alat ini digunakan untuk merebus bumbu.
  6. Kulkas. Alat ini digunakan untuk menyimpan ikan yang direndam di dalam larutan bumbu.

4. CARA PEMBUATAN

1) Proses Pendahuluan

  1. Penyiangan.
    Ikan disiangi dan dibelah seperti yang dilakukan terhadap ikan yang akan dikeringkan.
  • Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong.
  • Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.
  • Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang.
  • Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisasisa darah.
  • Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.
  1. Pembelahan. Ikan dibelah pada bagian perut. Pembelahah dimulai dari kepala ke arah ekor tanpa menyebabkan bagian punggung terpotong.
  2. Pembuangan tulang belakang. Belahan ikan yang telah dibelah dibuka, kemudian tulang belakang ditarik dengan pinset sampai terlepas.

2) Pembuatan Larutan Bumbu

  1. Lengkuas, bawang putih, dan bawang merah digiling halus. Bumbubumbu ini dicampur dengan gula, asam jawa dan bubuk ketumbar.
  2. Air sebanyak 1 liter direbus sampai mendidih. Kemudian ditambahkan bumbu yang telah disiapkan di atas. Campuran tersebut dididihkan sambil diaduk-aduk selama 30 menit sampai kental. Setelah itu larutan bumbu didinginkan.

3) Perendaman di dalam Larutan Bumbu

  1. Ikan direndam di dalam larutan bumbu semalam pada suhu dingin di dalam kulkas.
  2. Setelah out, ikan dikeluarkan dari larutan bumbu, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik, kemudian plastik ditutup rapat. Kantong plastik tersebut dibiarkan di udara terbuka sampai suhunya tidak dingin lagi (sama dengan suhu kamar).

4) Pengeringan.

Setelah ikan di dalam kantong tidak dingin lagi, ikan dikeluarkan dari kantong, kemudian segera dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 10 %. Selama pengeringan, ikan dibalik-balik agar pengeringan merata dan lebih cepat. Hasil pengeringan disebut dengan dendeng mentah ikan.

  1. Pengemasan. Dendeng mentah ikan dapat disimpan di dalam kantong plastik.
  2. Penggorengan. Dendeng ikan yang telah kering dapat digoreng di dalam minyak panas (1700) selama 30~60 detik sambil dibalik-balik, kemudian cepat-cepat diangkat dan ditiriskan.

5. KONTAK HUBUNGAN
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040

Posted in pertanian | 3 Comments »

Cara Membuat Aplikasi Augmented Reality

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Dari : http://belajar-ar.blogspot.com

Buat kamu-kamu yang ingin tau bagaimana membangun Augmented reality Reality, saya kasih tau dah cara na, gampang kok cara ngebangun na, yang penting kamu punya jiwa seni yang baik. Tapi sebelumnya, saya punya permintaan neh, kita sebagai sahabat di dunia maya, janganlah saling mengklaim hak milik orang lain, karena kita harus menghargai dan menjalani etika di internet. Kamu bebas copy-paste tutorial dari saya, tapi pliss tutorial AR tulisan saya, jangan kamu klaim sebagai tutorial buatan kamu ya, kita saling menghargai lah, Ok Gan…

Olright, Langsung aja saya kasih tau tutorial singkat tentang membangun AR, tapi tutorial ini hanya baru membahas, menggabungkan animasi 3D dengan dunia nyata, untuk masalah tentang AR lainya, masih dalam proses pembuatan tutorial. Ok Lanjut, Dalam membuat AR, kamu kudu memenuhi syarat dibawah ini:

Syarat Hardware dan Perangkat Lainnya:

a. Kamera/Webcam 25Mhz Atau Lebih

b. Marker (Sudah ada di Software Library ArToolkit)
c. VGA yang 128 Mb atau Lebih

d. RAM 512 Mb atau Lebih

e. Printer Warna

Syarat Software:

a. Windows XP (No Vista or Seven)

b. 3DS Max 7

c. Adobe Photoshop

d. Software Library ArToolkit

download di http://www.4shared.com/file/aKXltzwq/ARToolKit.html

Syarat Lainnya:

a. Download Video Tutorial Saya, Biar Gak Bingung.

Bila kamu dah menuhin syarat diatas, saatnya kita membangun Augmented reality reality, untuk lebih jelas na, kamu bisa liat video tutorial saya. berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu laluin:

1. Download ArTookit dan SimpleVrml, Kamu bisa download di :

http://www.4shared.com/file/aKXltzwq/ARToolKit.html

2. Copy ArToolkit ke salah satu drive computer kamu (no install)

3. Install syarat software diatas

4. Buka 3DS Max 7 kamu. Kemudian kamu buat objek 3D kreasi kamu.

5. Bila objek 3D telah dibuat, kamu eksport file Max.3D tersebut ke VRML 97 *(Lihat Video Tutorial)*

6. Kemudian, setelah kamu eksport file Max.3D tersebut menjadi file VRML atau file WRL, file tersebut (WRL), kamu copy ke drive: \ARToolKit\bin\Wrl *((Lihat Video Tutorial)*

7. Langkah Selanjutnya, di folder Wrl ArToolkit, pasti kamu liat ada file (.dat), nah kamu ganti nama file (.dat) tersebut dengan nama yang sama dengan file WRL kamu. saya ambil contoh: jika file WRL saya nama na pari.wrl, maka kamu ganti file (.dat) na menjadi pari.dat. Mungkin dalam Video Tutorial ada banyak file (.dat), itu sebenarnnya file skripsi saya, di cuekin aja ya.. hahahaha…

8. Jika sudah, kamu buka file (.dat) tersebut dengan wordpad (jgn notepad), kemudian kamu ganti nama asli file (.dat) tersebut dengan, nama file (.wrl) kamu. Contoh na:

pari.WRL

0.0 0.0 0.0 # Translation

90.0 1.0 0.0 0.0 # Rotation

10.0 10.0 10.0 # Scale

9. Kemudian anda buka folder data (\ARToolKit\bin\Data) di ArToolkit.

10. Buka file (object_data_vrml) dengan wordpad (jgn notepad), didalam file tersebut ada 3 source code, nah mulai dari sini, saya jelasin maksud na apa tuh source code :

Pasti kamu liat ada tulisan :

#the number of patterns to be recognized

3

Nah itu maksudnya, pola-pola atau marker yang akan dikenali oleh kamera, kamu bisa atur lebih dari 3 kok. Mungkin klo kamu liat di video tutorial saya, ada 9 pattern, itu sebenarnya bekas skirpsi saya, jadi jangan diperhatiin yah.. hahahahaha..

Oke lanjut, source code berikut na adalah :

#pattern 1

VRML Wrl/(nama file).dat

Data/patt.hiro (nama pattern)

80.0

0.0 0.0

nah source code yang ini, tuk naro objek 3D yang telah kamu buat. kamu tulis nama file (.dat) punya kamu, terus kamu tulis juga nama pattern marker yang sudah disiapin oleh ArToolkit. kamu bisa pilih pattern marker na di folder : ARToolKit\bin\Data, untuk melihat pola pattern na, kamu bisa masuk ke folder: \ARToolKit\patterns. Sebagai contoh:

#pattern 1

VRML Wrl/pari.dat

Data/patt.hiro

80.0

0.0 0.0

11. Print Pattern Marker yang kamu pilih or yang kamu tadi masukin ke source code diatas, sebagai contoh saya gunakan marker hiro, jadi saya ngeprint marker Hiro. Pattern Marker bisa dilihat di folder : \ARToolKit\patterns. inget jangan di rubah ukurannya, itu sudah ukuran baku.

12. Nah Langkah Terakhir Buka Folder: \ARToolKit\bin

13. Buka software SimpleVrml.exe.

14. Tunggu Proses Loading

15. Jika Kamera Telah Muncul, Maka Arahkan Marker Ke Kamera. Jadi Deh Augmented reality Reality karya Kamu.

Next Tutorial:

Cara Membuat Marker Warna dan Non Warna Dengan Adobe Photoshop dan Mk_Patt

Pemberitahuan:

setelah kamu liat tutorial saya silahkan, kamu berkreasi dengan AR ya. bila kamu berhasil, tolong posting video AR kamu ke youtube, dan berikan link video kamu ke fb saya di: paman gie (phantom.rocker@yahoo.co.uk). 10 video AR karya anak bangsa terbaik, akan saya post di blog ini. jadi saya berharap blog ini, jadi tempat kita untuk sharing ilmu tentang AR. Inget Gan, Membanggakan Karya Anak Bangsa Sendiri Lebih Baik Daripada Membanggakan Karya Bangsa Lain.. So Sekali Lagi.. BE DREAMING, BE IMAGINE..!!!


Posted in Augmented Reality | 7 Comments »

Cara buat “marker” untuk aplikasi Augmented Reality

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Dari : http://belajar-ar.blogspot.com
Bissmilahhirohmanirrohim..

Baiklah, Next Tutorial adalah cara membuat marker untuk AR. Bila yang belum tau, apa tuh marker, saya kasih tau dah. Marker itu bukan Spidol, jangan salah kaprah ya, marker disini yang dimaksud adalah, pola yang dibuat, dalam bentuk gambar yang akan dikenali oleh kamera. Pola marker, bisa kamu buat melalui photoshop. Ada beberapa syarat dalam membuat pola marker, berikut syaratnya:

A. Bentuk Harus Kotak, dan Berbingkai Hitam. Kamu bisa lihat contoh gambar dibawah:

Photobucket

B. Ukuran marker jangan terlalu besar, cukup 631 x 634 Pixel, itu ukuran standar untuk sebuah marker. Jika marker, terlalu besar, maka susah untuk dibaca oleh kamera.
Photobucket

E. Tekan Enter, Lalu Ada Property Sheet Properties, tekan Ok.

Photobucket

F. Kemudian kamera akan muncul, arahkan marker kamu ke kamera, lalu paskan posisi marker kamu di kamera sampai ada tanda hijau dan merah.

Photobucket

G. Bila tanda hijau dan merah sudah terlihat, kamu KLIK di layar kamera. Dan kamera akan menangkap pola marker kamu.

H. Kemudian, kamu kembali lagi ke layar mk_patt.exe, dan ketikkan nama filename-nya, saya ambil contoh: patt.test1, lalu enter.

Photobucket

I. Jika sudah selesai, kamu masuk ke folder: ArToolkit\bin\, dan cari patt kamu, pasti sudah ada.

J. Nah File patt.test1 tadi, kamu copy ke folder: ARToolKit\bin\Data

K. Lalu untuk melakukan testing, kamu buka object_data_vrml dengan wordpad (jgn notepad), lalu kamu ganti nama pattern na menjadi, nama pattern kamu. Saya ambil contoh:

#the number of patterns to be recognized

#pattern 1

VRML Wrl/mobil.dat

Data/patt.test1

80.0
0.0 0.0

L. Lalu, seperti tutorial yang saya beri sebelumnya, jalankan simplevrml.exe, dan hasil na.. taraaaaaaaaaaaaaaaaa….. jadilah marker buatan kamu, eh salah marker buatan saya ding.. hehehehe.. selamat mencoba ya..

Photobucket

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Aplikasi AR yang bisa dimainkan di telepon seluler

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Loncatan teknologi chipsets benar-benar tak terduga. Beberapa waktu yang lalu, Kompas menulis aplikasi augmented reality sampai tahun ini hanya bisa dinikmati melalui PC atau notebook yang yang mempunyai kamera (webcam).

Namun, Rabu (18/8), di San Diego, Amerika Serikat, Qualcomm mendemonstrasikan telepon seluler HTC Desire sudah bisa dipakai untuk memutar game augmented reality (AR). Aplikasi AR yang bisa dimainkan di telepon seluler sekarang ini umumnya bukan untuk memutar game. Biasanya untuk “menembak” bangunan atau restoran yang berdasarkan GPS akan memunculkan data tentang harga atau menu favorit. Misalnya, aplikasi Layar yang sudah bisa diunduh di ponsel secara gratis.

“Ya, sekarang ini pemakaian AR makin populer. Awalnya untuk keperluan militer, sekarang untuk keperluan yang bersifat instruksional, navigasi, media dan iklan, jaringan sosial dan kini makin banyak untuk game,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Qualcomm, Jay Wright, di San Diego.

Guna merayakan ulang tahun yang ke-25, perusahaan pembuat chipsets wireless industry (chipset telepon seluler), Qualcomm mengundang sekitar 30 editor multimedia dari seluruh dunia untuk mengunjungi markas besar mereka di California. Wartawan Kompas Bambang Sigap Sumantri dari San Diego melaporkan, salah satu presentasi yang menarik para editor ketika Jay mendemonstrasikan penggunaan ponsel memainkan game AR boneka produk perusahaan mainan Mattel.

Di sebuah ruangan, Jay menggelar sebuah kertas bergambar boneka Mattel. Setelah mengunduh aplikasi AR, ponsel berkamera HTC itu didekatkan, dengan sebuah klik di salah satu tombol, layar ponsel akan muncul video boneka Mattel yang bisa digerakkan sesuka pengguna ponsel.

AR atau aplikasi yang diperluas, juga sudah dipakai Kompas untuk keperluan redaksi maupun iklan. Penerapan Teknologi AR inin merupakan upaya Kompas selalu mengadopsi perkembangan teknilogi informasi paling mutakhir. Untuk saat ini, penerapan AR di Kompas masih terbatas melalui PC atau notebook yang berkamera. (kompas)

Posted in Augmented Reality | 1 Comment »

Pendidikan Karakter Pecut Kekritisan Siswa

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Rifa Nadia Nurfuadah – Okezone

Wamendiknas Fasli Jalal. (Foto: Koran SI)


JAKARTA – Pendidikan memegang peran penting dalam proses pencerdasan kehidupan bangsa. Namun, dalam praktiknya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya adil, merata, dan jujur.

Kondisi ini memerlukan penerapan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional. Namun demikian, Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menilai, penerapan  endidikan karakter tidak memerlukan satu mata pelajaran tersendiri.

“Sebab, selama ini nilai-nilai pendidikan karakter sebenarnya sudah terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran lainnya,” ujar Fasli dalam Tadarus Kebangsaan Ramadan 1431 H, Rabu (18/8/2010).

Fasli menjelaskan, integrasi pendidikan karakter dalam berbagai mata pelajaran misalnya terlihat pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Siswa diajak merenungi keagungan ciptaan Tuhan sambil menekuni beragam rumus.

Hal tersebut diamini pemerhati pendidikan karakter, Ratna Megawangi. Menurut Ratna,  pendidikan karakter juga harus mampu menyukseskan proses internalisasi nilai-nilai moral.

“Jadi, bukan sekadar mengetahui mana yang baik dan buruk. Tapi seorang siswa juga harus mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dengan benar dalam kehidupan sehari-hari,” papar Ratna.

Sementara, dalam diskusi bertema Reorientasi Nasionalisme Kita: Berharap pada Pendidikan Karakter, Mungkinkah? ini, pakar psikologi sosial Yayah Khisbiyah menyatakan, pentingnya pendidikan kewarganegaraan dan pengembangan karakter.

“Hal tersebut penting untuk menyiapkan peserta didik sebagai warga negara yang  kritis dan mampu memberikan kontribusi dalam memajukan bangsa,” pungkas Yayah.

(rhs)

Posted in Pendidikan | Leave a Comment »

CARA MEMBUAT BRIKET ARANG DARI DEDAUNAN, SAMPAH, SERBUK GERGAJI DSB.

Posted by haryvedca on August 18, 2010

Bila kita membakar daun, sampah, kayu di udara terbuka secara sempurna, artinya sampai api dan baranya padam, maka yang tersisa adalah abu. Abu tidak bisa dibakar, meskipun kadang-kadang masih berwarna hitam dan agak keras sehingga disebut arang.
Memang ada kerancuan istilah atau kosakata antara arang (abu hitam, yang sudah tak bisa dibakar), zat arang (C, atau karbon, kayu, sebagai bahan bakar) dan zat asam arang atau Oksigen (O2) berupa gas, terdapat sekitar 22% di udara bebas, berupa senyawa didalam bensin (C6H12O6), getah, ter dsb.
Reaksi kimia pembakaran kayu (C ) atau arang di udara bebas, oksigen diambil dari udara adalah:
C + O2  CO2 + Panas + abu

Masyarakat pedesaan biasa membuat arang untuk membakar sate, untuk anglo dsb. Caranya, kayu dibakar dalam ruang tertutup agar udara atau oksigen tidak bisa masuk. Selama pembakaran, asap dan api keluar menghalangi udara atau oksigen masuk. Yang terbakar adalah getah, ter dan senyawa lain di dalam kayu yang sudah mengandung Oksigen.
Karena C sebagai unsur kayu murni tidak kebagian Oksigen, tidak bisa terbakar, maka pada akhir pembakaran ini diperoleh arang atau karbon murni. Atau biasanya disebut arang aktif yang sangat baik sebagai pengisap bau, gas, racun, pemurni air untuk akuarium air laut, penjernih air minum dsb.
Sekarang minyak tanah makin sulit dan mahal, termasuk gas elpiji kadang-kadang sulit dicari, arang makin mahal, maka mari memanfaatkan sampah, rerumputan, daun kering, koran dan kertas bekas, ampas kelapa, kulit kacabg dsb.

Cerita di bawah menurut urutan nomor pada gambar:
1.Ambil drum minyak atau drum bekas aspal. Bagian atas dilubangi diameter 25 cm, bawah terbuka, ditaruk diatas pasir agar udara tidak bisa masuk, seperti gambar.
2.Masukkan dedaunan kering, siram sedikit minyak tanah dan dibakar. Api dan asap keluar dari lubang atas, menghalangi udara atau oksigen masuk. Dari bawah tertutup pasir. Selama pembakaran, dedaunan dimasukkan sedikit-sedikit agar pembakaran kontinyu, sambil diaduk dengan besi atau kayu. Bila sudah terisi sekitar separuh drum, api mengecil dan padam, berarti daun sudah jadi arang. Drum digulingkan, siram air, agar dedaunan yang membara tidak jadi abu.
3.Kita memperoleh arang. Campur serbuk gergaji, Koran, ampas kelapa, kulit kacang dsb.
4.Tumbuk, agar tercampur merata. Tidak perlu terlalu halus. Masukkan adonan encer lem dari kanji. Satu sendok kanji diberi air panas mendidih.
5.Siapkan terlebih dahulu cetakan dari seng talang lebar 30 cm, panjang 60 cm. digulung menjadi silider tinggi 30 cm, diameter 20 cm. ikat dengan kawat halus atau tali rapia. Adonan arang yang lengket dimasukkan dalam cetakan dan ditekan sampai padat. Tengah cetakan dipasang bambu, atau pipa pralon, empulur batang pisang dsb, diameter 5 cm, panjang sekitar 40 cm. Setelah padat, batang tengah dicabut pelan-pelan, dinding seng dilepas, briket arang silinder dijenur selama 2 hari sampai kering betul.
6.Siapkan susunan batu bata ukuran 10 x 5 x 20 cm sebagai tungku arang dan disusun seperti gambar, disemen dengan tanah liat atau tanah sawah. Satu sisi bawah diberi jarak 5 cm untuk alur udara masuk tungku. Masukkan briket arang silinder. Sebelumnya bagian bawah briket digores sebagai alur udara masuk. Bagian kosong pada tungku arang diisi adonan arang yang masih basah agar semua tungku terisi penuh. Ukuran lubang tungku tengah untuk bioarang adalah 20 x 20 x 30 cm.
7.Dapur briket bioarang sampah susunan bata segera dinyalakan dengan memasukkan serutan bambu yang sudah menyala. Agar lebih mudah menyala, pertama siram sedikit minyak tanah. Api akan membara sepanjang saluran tengah, tanpa asap, tidak mengotori panic, seperti kompor gas. Suhu sangat tinggi, efisien karena didning arang berfungsi sebagai isolator panas. Semua panas menuju bagian bawah panci.

Memadamkan kompor ini sangat mudah dan sangat aman. Cukup menutup saluran udara masuk di bawah dengan abu atau pasir, udara tidak masuk. Atas ditutup seng atau tegel. Selama proses padam, panasnya dipakai mengeringkan bagian serbuk arang yang masih basah sehingga menyalakan selanjutnya menjadi lebih mudah.

Sisa adonan serbuk arang dapat dicetak atau dikepal tangan, dijemur. Briket arang ini dapat dipakai untuk memasak sate, anglo dsb.

Pada waktu awal, biasanya panas belum tinggi, boleh dimasukkan ranting atau briket arang kepalan, sehingga memasak lebih cepat.

Briket batu bara kualitas rendah yang berbau menyengat saat dibakar, sulit dinyalakan, dapat dicampur saat menumbuk adonan arang. Termasuk serbuk gergaji, kulit kacang tanah, potongan karton dsb. Hasilnya, tanpa bau, tanpa asap, suhu pembakaran sangat tinggi karena semua gas yang berbau yang sebetulnya masih berupa bahan bakar, akan terbakar sempurna menjasi CO2, H2O dan api (panas).

Jadi inilah tungku yang sangat aman, efisien, ekonomis (tidak ada yang dibeli, kecuali batu bata). Bila perlu dapur susunan bata buat sendiri dari tanah liat.

Briket silinder dapat dibuat dalam jumlah tidak terbatas dan dijual. Suatu lapangan kerja, menghasilkan uang dalam jumlah tidak terbatas.

Rezki lain yang tersembunyi, diajukan sebagai bahan Riset para Dosen. Lumayan 50 juta rupiah per judul disiapkan Pemerintah untuk tahun 2009, bagi 10.000 judul.
Judulnya boleh: 1. Membuat beriket arang berbentuk silinder dari sampah dan dedaunan agar keras, tidak mudah pecah. 2. Membuat briket arang dari sampah yang sangat mudah dinyalakan. 3. Membuat tungku bioarang dari sampah dengan pot bunga, kaleng bekas dsb. 4. Menghitung kalori campuran bioarang dari sampah, dedaunan kering dengan kertas Koran, serbuk gergaji dsb. dan banyak lagi yang lain, termasuk Pengabdian Masyarakat berjudul: Membudayakan Tungku Bioarang dari sampah kota dan dedaunan kering.

Atau bagi Para Seniman, silakan gambar hasil lukisan tangan saya di atas dijadikan MURAL atau gambar di tembok, agar masyarakat bisa belajar sambil menunggu lampu merah di perempatan jalan. Asal tidak membuat jalan macet.

Posted in Uncategorized | 6 Comments »

Cara Mudah membuat Waveeffect

Posted by haryvedca on August 18, 2010

Dengan mengunjungi wavyeffect.com dan ikuti petunjuk selanjutnya

Hasilnya seperti ini:

Klik pada gambar

Posted in internet | Tagged: | 1 Comment »