MyBlog

Archive for August 15th, 2010

Budidaya domba

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Domba adalah salah satu jenis ternak yang telah lama dikenal oleh masyarakat. Pada umumnya, domba dipelihara untuk diambil dagingnya.

Pemeliharaan domba banyak dilakukan di daerah pedesaaan, dengan cara tradisional. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tata laksana pemeliharaan domba yang lebih intensif menyebabkan adanya peningkatan bobot badan.

Dalam pemeliharaan, untuk meningkatkan produksi dan kualitas daging, dilakukan usaha penggemukan, yaitu persiapan perkandangan, pembibitan, pemberian pakan, teknik pemeliharaan, pengendalian penyakit dan analisa usaha.

B. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mempelajari modul ini, dengan disediakan alat dan bahan, Anda mampu melakukan usaha penggemukan domba dengan kriteria adanya kesiapan untuk melaksanakan penggemukan domba.

C. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mempelajari modul ini, Anda:
1. Mampu melakukan persiapan kandang dengan benar, apabila disediakan kandang, peralatan dan bahan desinfektan.
2. Mampu melakukan pemilihan bibit untuk penggemukan domba dengan benar apabila disediakan bahannya (domba).
3. Mampu untuk menyusun ransum dengan benar, apabila disediakan alat dan bahannya.
4. Mampu melakukan teknik pemeliharaan domba dengan benar apabila disediakan alat dan bahannya.
5. Mampu mengendalikan penyakit domba dengan benar apabila disediakan alat dan bahannya.
6. Mampu melakukan analisa usaha apabila disediakan data-datanya.
7. Mampu melakukan pemanenan apabila disediakan bahannya.
LEMBAR INFORMASI TPK 1

PERKANDANGAN

A. Fungsi Kandang

Kandang mempunyai fungsi yang identik rumah bagi manusia. Kandang yang baik mampu melindungi ternak terhadap pengaruh lingkungan yang berubah-rubah seperti angin, hujan danperubahan suhu. Peternak harus sadar bahwa kehidupan domba sepenuhnya berada dibawah pengawasan peternak, sehingga segala kebutuhan hidup ternak berada dibawah pengaturan dan tanggung jawab peternak. Kandang yang baik akan sangat berpengaruh besar terhadap peningkatan konversi pakan, laju pertumbuhan dan kesehatan.

Kegunaan kandang sangat penting bagi ternak domba penggemukan maupun bagi peternaknya, sebab kandang berfungsi:
Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | Tagged: | Leave a Comment »

Budidaya ayam buras

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Ayam buras merupakan salah satu jenis ternak yang telah memasyarakat. Hampir di seluruh pelosok daerah di Indonesia terdapat ayam buras. Pada umumnya, ayam buras masih dipelihara dengan cara dilepas bebas tanpa disediakan kandang sebagai tempat hidup sehari-hari, seperti: makan, minum dan pengontrolan kesehatan.

Dengan pemeliharaan yang lebih intensif, ayam buras dapat diharapkan menjadi salah satu ternak sumber protein hewani. Pada sebagian masyarakat, daging dan telur ayam buras relatif lebih disukai dibanding daging dan telur ayam ras. Oleh karena itu, produksi telur dan daging ayam buras telah memiliki potensi pasar dan selera tersendiri di kalangan masyarakat.

Beberapa kegiatan yang perlu mendapat perhatian dalam memelihara ayam buras meliputi: persiapan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan dan air minum, pengendalian penyakit, serta pemanenan.

  1. Deskripsi Singkat Materi

Modul ini membahas tentang kandang persiapan kandang dan peralatan, pemilihan bibit, pemberian pakan dan air minum, pengendalian penyakit serta pemanenan pada budidaya ayam buras.

  1. Tujuan Pembelajaran Umum

Tujuan pembelajaran umum dari mata diklat ini adalah agar peserta pelatihan mampu melakukan budidaya ayam buras dengan benar, jika disediakan alat dan bahan dengan kriteria adanya kesiapan melaksanakan kegiatan pemeliharaan ayam buras.

  1. 4. Tujuan Pembelajaran Khusus

Adapun tujuan pembelajaran khusus  dari mata diklat ini, adalah

  1. Peserta diklat mampu melakukan persiapan kandang dan peralatan ayam buras dengan benar.
  2. Peserta diklat mampu melakukan pemilihan bibit ayam buras dengan benar sesuai kriteria.
  3. Peserta diklat mampu melakukan pemberian pakan dan air minum bagi ayam buras dengan benar.
  4. Peserta diklat mampu melakukan pengendalian penyakit ayam buras.
  5. Peserta diklat mampu melakukan kegiatan pemanenan ayam buras dengan benar.

LEMBAR INFORMASI TPK 1.
PERSIAPAN KANDANG DAN PERALATAN
Kandang dan Peralatan

Ayam buras diantaranya adalah ayam kampung  sudah begitu lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia yaitu sebelum orang mengenal ayam broiler. Untuk mulai berbudidaya ayam kampung tidaklah sulit sebab  ayam kampung tanpa diberi pakanpun akan tetap dapat hidup yaitu dengan cara mencari makan sendiri, tanpa memerlukan kandang maupun penanganan kesehatan yang khusus. Namun demikian untuk mendapatkan hasil yang opimal maka salah satunya dibutuhkan  kandang  yang memenuhi syarat kesehatan.

Kandang bagi ayam buras mempunyai kegunaan sebagai:

  1. Tempat tinggal
  2. Tempat berlindung dari terik matahari, hujan dan gangguan manusia serta binatang buas
  3. Tempat untuk mendapat jaminan kesehatan
  4. Tempat untuk berkembang biak.

Melihat pentingnya peranan kandang bagi ayam buras, tatalaksana perkandangan harus diperhatikan  dengan seksama, agar pemeliharaan ayam buras bisa berhasil.

Syarat perkandangan

Dalam pembuatan kandang perlu memperhatikan beberapa faktor yaitu :

  1. Masalah biologis ayam yang akan menempatinya
  2. Teknik pembuatan kandang yang berhubungan langsung dengan masalah bentuk dan kualitas bahan
  3. Masalah iklim, suhu, angin yang berhubungan langsung dengan temperatur dengan kelembaban kandang serta sirkulasi udara.
  4. Lokasi kandang
  5. Letak antar kandang
  6. Luas kandang
  7. Penyinaran dalam ruang
  8. Bahan bangunan kandang
  9. Peralatan kandang

Macam-macam kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam buras :

∙       Kandang Ren (semi intensif)

Kandang ren digunakan untuk memelihara induk ayam buras. Model kandang ren adalah  bangunan kandang yang dilengkapi dengan halaman sebagai tempat umbaran.

Satu unit kandang ren dengan lahan seluas 6 m2 cukup untuk 6 ekor ayam betina dan satu ekor ayam jantan.

Satu unit kandang ren terdiri dari dua bagian yaitu bangunan kandang beratap dengan luas 2 m x 1 m dan halaman atau tempat umbaran seluas 2 m x 2 m.
Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | Tagged: | Leave a Comment »

Pengenalan ayam pedaging (broiler)

Posted by haryvedca on August 15, 2010

Pengenalan ayam pedaging

(broiler)

Apakah ayam pedaging atau broiler itu? Broiler berasal dari kata “to broil” yang berarti memanggang”, yaitu suatu proses pemasakan sebentar, matang, dan empuk. Oleh karena itu, untuk mendapatkan daging ayam yang empuk diperlukan ayam baik jantan maupun betina yang muda dan berdaging. Pada waktu dahulu, untuk mendapatkannya diperlukan waktu sekitar 12 minggu. Namun, sekarang hanya diperlukan waktu 30 – 42 hari atau sekitar 6 minggu. Dengan demikian, ayam yang digunakan sebagai broiler adalah ayam ras pedaging. Jadi, yang dimaksud dengan ayam pedaging atau broiler adalah jenis ayam ras yang khusus dipelihara untuk menghasilkan daging.

Ayam pedaging  ini sudah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik di kota maupun di desa. Daging ayam ini sangat digemari karena rasanya enak dan lezat. Selain itu, daging broiler merupakan makanan sumber protein yang sangat baik untuk dikonsumsi. Pada umumnya daging broiler dikonsumsi dalam bentuk goreng, panggang, sate, dan soto. Kelebihan lain dari ayam pedaging adalah  mudah dalam pemeliharaan dan dalam jangka waktu yang relatif singkat  sudah dapat dipasarkan dengan bobot badan sekitar  1,6–1,8 kg.

Mengingat tujuan pemeliharaan ayam pedaging adalah  untuk memproduksi daging maka faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan bangsa ayam penghasil daging antara lain:

  • Sifat dan kualitas daging yang dihasilkan;
  • Laju pertambahan bobot bahan selama pertumbuhan;
  • Warna kulit (lebih disukai yang kuning);
  • Warna bulu (disukai berwarna putih);
  • Konversi pakan;
  • Bebas kanibalisme;
  • Sehat dan kuat, kaki tak mudah bengkak;
  • Temperamen lamban;
  • Daya pembentukan karkas;
  • Daya hidup ayam.

Dari faktor-faktor di atas maka dapat dipilih sifat ayam pedaging yang baik, yaitu meliputi:

  • Bentuk badan segiempat dan dalam;
  • Bahu luas dan lebar dengan alas dada bulat;
  • Bulu lebat dan agak longgar;
  • Gerak lamban;
  • Shank bulat.

Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | Tagged: , | Leave a Comment »

Budidaya ayam pelung

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Ayam Pelung adalah sejenis bangsa ayam hias yang hidup dan berkembang biak di kabupaten Cianjur. Ayam ini dipelihara untuk kesenangan sebagaimana halnya dengan perkutut dan ayam sabungan.
Seiring dengan kehidupan bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis ekonomi, maka perlu dicari jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut diatas. Salah satu cara yang dapat mengatasi krisi ekonomi adalah membuka usaha dagang ayam pelung.
Keberadaan ayam pelung menjadikan Indonesia memiliki sumber daya lestari terpendam yang khas dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. Usaha dagang ayam pelung jika dilakukan secara profesional dapat memberikan keuntungan ganda kepada pengusahanya. Hal yang dapat dijual dari ayam pelung adalah keindahan suara, penampilan, daging dan telurnya.

2.  Deskripsi Singkat Materi
Pada unit modul ini akan diuraikan tentang persiapan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan dan air minum serta pengendalian penyakit pada ayam pelung.

3.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mempelajari modul ini, dengan disediakan alat dan bahan, Anda mampu melakukan pemeliharaan ayam pelung dengan kriteria adanya kesiapan melaksanakan pemeliharaan ayam pelung.

2.    Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah mempelajari modul ini, Anda:
a.    Mampu melakukan persiapan kandang dengan benar apabila disediakan kandang, peralatan dan bahan desinfektan.
b.    Mampu melakukan pemilihan bibit dengan benar apabila disediakan bahannya (DOC )
c.    Mampu melakukan pemberian pakan dan air minum dengan benar apabila disediakan alat dan bahannya.
d.    Mampu melakukan pengendalian penyakit ayam pelung dengan benar apabila disediakan alat dan bahannya

LEMBAR INFORMASI TPK 1

PERSIAPAN KANDANG DAN PERALATAN

Kandang
Ayam pelung pedaging pada umumnya dipelihara secara intensif, yaitu ayam  selalu dikandangkan.  Adapun syarat-syarat kandang yang baik adalah :
1.    Dinding kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambo, ram kawat.  Dinding kandang tidak perlu rapat, hal ini dimaksudkan untuk keleluasaan pertukaran / sirkulasi udara dalam kandang.
2.    Arah kandang membujur timur- barat.  Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu kepanasan , tetapi pagi hari masih dapat memperoleh sinar matahari.
3.    Tinggi tiang tengah ke atap minimal 3 meter dan tiang tepi minimal 2 meter.
4.    Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk melindungi bangunan beserta isinya dari hujan, panas matahari atau angin.
<!–more–>
Bentuk atap kandang biasanya :
•  Miring  dan kedua sisi miring
•  Monitor dan  semi monitor
Namun demikian atap monitor dan semi monitor merupakan bentuk atap yang sering digunakan di Indonesia dengan tujuan agar sirkulasi udara kandang lebih lancar.  Tetapi untuk kondisi di negara Indonesia yang merupakan negara tropik maka tipe kandang yang paling sesuai adalah tipe terbuka (open house), dengan menggunakan sistim kandang litter atau slat

Peralatan
• Tempat pakan, kebutuhan : 100 ekor/feed plate
• Tempat minum, kebutuhan 75 ekor/ chicken formt
• Alat pemanas (Brooder)
• Termometer
• Tirai kandang
• Litter
• Pagar pembatas / Penyekat (Chick Guard)
Kandang dan peralatannya harus dipersiapkan minimal 2 minggu sebelum digunakan.  Persiapan kandang dan peralatannya meliputi : pembersihan, pencucian  dan sanitasi kandang dan peralatannya, pemakaian alas kandang / litter dan penataan peralatan termasuk menyetel alat pemanas sehingga siap untuk digunakan serta menentukan kepadatan kandang.

Pembersihan dan pencucian kandang dan peralatannya dengan menggunakan air bersih.  Sanitasi (sucihama) dilakukan dengan menggunakan desinfektan.  Sanitasi ini dapat dilakukan dengan dengan cara mencuci, melabur, menyiram atau menyemprot.  Sanitasi di luar kandang dilakukan dengan menaburkan kapur di sekitar kandang, menempatkan dipper di depan pintu kandang dan menyemprot dengan desinfektan.

Macam-macam kandang yang digunakan untuk pemeliharaan ayam pelung
1.    Kandang ren (semi intensif)
Kandang ren  digunakan untuk memelihara induk ayam pelung. Model kandang ren adalah bangunan kandang yang dilengkapi dengan halaman sebagai tempat umbaran. Satu unit kadang ren dengan lahan seluas 6 m2, cukup untuk 6 ekor ayam betina dan satu ekor ayam jantan. Satu unit kandang ren terdiri dari dua bagian, yaitu bangunan kandang beratap dengan luas 2 m x 1 m dan halaman atau tempat umbaran seluas 2 m x 2 m.
Bangunan kandang beratap berfungsi sebagai tempat untuk tidur, istirahat dan bertelur. Lantai untuk kandang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya. Untuk bertelur, disediakan sarang yang dibuat dari anyaman bambu yang diberi alas jerami padi atau bahan lain. Sarang sebaiknya diletakkan lebih tinggi dari tempat tenggeran, untuk menghindari masuknya kotoran ayam kedalam sarang. Kandang sebaiknya dilengkapi  dengan tenggeran (tempat bertengger)
Fungsi dan kegunaan tempat bertengger antara lain:
1.    Agar ayam dapat tidur dengan tenang, berjejer secara teratur.
2.    Mengurangi kemungkinan ayam menghirup debu dan gas yang berasal dari kotoran.
3.    Mengurangi ayam terkena kotoran sendiri dan kotoran ayam lain, sehingga bulu tetap bersih.

Bahan tenggeran dapat dibuat dari bambu atau kayu reng ukuran 5-6 cm, bagian pinggirnya dibulatkan seperlunya agar telapak kaki dan jari ayam tidak luka dan ayam senang bertengger di atasnya.
Ada dua macam bentuk tenggeran yaitu tenggeran posisi datar dan tenggeran posisi piramid.
1.    Tenggeran posisi datar
Bambu atau kayu tenggeran terpasang secara horizontal berjejer di dalam kandang. Tiinggi tenggeran kurang lebih 60 cm dari permukaan litter dengan panjang disesuaikan dengan jumlah ayam dalam kadang dengan patokan 8-10 ekor ayam muda/meter atau 5-6 ekor ayam dewasa/meter. Jarak tenggeran sekurang-kurangnya 30 cm untuk ayam muda 35 – 40 cm untuk ayam dewasa.
2.    Tenggeran posisi piramid
Tenggeran berupa tangga sederhana dari kayu atau bambu bulat yang disandarkan pada dinding kandang. Jarak antara anak tangga dengan lantai sekitar 50 cm.

Lantai kandang diberi alas berupa sekam padi atau serbuk gergaji yang dicampur dengan kapur setebal 5 cm. Jika tidak ada kapur, alas kandang dapat disemprot dengan desinfektan sesuai dengan ketentuan.
Peralatan kandang berupa tempat pakan dan tempat minum diletakkan di halaman umbaran. Tempat pakan dapat dibuat dari bahan kayu atau bambu yang dibelah, atau membeli yang sudah jadi dari seng atau plastik bentuk tabung. Demikian juga untuk tempat minum. Sekeliling kandang ren dipagari agar ayam tidak dapat keluar dari halaman umbaran.

2.    Kandang Postal
Kandang postal  digunakan untuk memelihara anak ayam pelung yang tidak diasuh induknya. Anak ayam berada di kandang postal sejak DOC sampai umur 3 bulan.
Kandang postal berbentuk kotak dengan ukuran panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 60-70 cm. Bagian bawah (alas) terbuat dari bilah bambu selebar 2-3 cm. Disusun dengan kerenggangan sekitar 1-2 cm. Dinding dibuat sedemikian rupa agar pertukaran udara dapat berlangsung dengan lancar, tetapi anak ayam tidak lolos keluar.
Setiap satu meter kandang postal dapat menampung ayam maksimal :
–    50 ekor, untuk anak ayam umur 1– 10 hari
–    40 ekor, untuk anak ayam umur 10 – 20 hari
–    25 ekor, untuk anak ayam umur 20 – 30 hari
–    15 ekor, untuk anak ayam umur 1 – 3 bulan
Bila satu unit kandang postal digunakan untuk ayam dewasa, dapat menampung sekitar 7-8 ekor.

Cara melakukan persiapan kandang :
a.    Inventarisasi kondisi kandang dan peralatan :
Inventarisasi ini berguna untuk menghitung :
•    berapa jumlah ayam yang seharusnya dipelihara
•    jumlah alat-alat yang rusak dan yang perlu
diperbaiki
1.    Peralatan kandang yang meliputi tempat pakan, tempat minum, brooder dikeluarkan dari dalam kandang (bekas digunakan pada pemeliharaan sebelumnya).
2.    Litter yang bercampur kotoran dimasukkan dalam karung dan dikeluarkan dari kandang.
3.    Dinding, langit-langit (atap kandang) dibersihkan dengan sapu.
4.    Lantai kandang dicuci / disemprot dengan air bersih.
5.    Tempat pakan dan tempat minum dicuci dengan air bersih dan deterjen, lalu dibilas dengan air bersih atau larutan desinfektan.
6.    Dinding kandang sebaiknya dikapur.
7.    Setelah kandang kering litter ditaburkan dalam kandang dengan ketebalan 3-5 cm, dimana sebelumnya dibuat pagar pembatas
8.    Penataan peralatan (tempat pakan, tempat minum, brooder),
9.    Kandang yang sudah lengkap dengan peralatan dan tertata disemprot dengan dengan desinfektan.
10.    Kandang sudah siap menerima anak ayam.
b.    Sanitasi kandang
c.    Persiapan sebelum DOC tiba
1.    Pastikan kapan DOC tiba ! berapa jumlah dan jenisnya
2.    Brooding ring. Luas brooding ring yang dibutuhkan 40-50 DOC/m2, tetapi dengan bertambahnya umur, mak aperlu menambah luasnya dimana jumlah anak ayam makximal dalam satu brooding ring adalah 500 ekor. Brooding ring sebaiknya dibuat melingkar agar anak ayam tidak menumpuk disudut pagar.

LEMBAR KERJA TPK 1

Judul        :    Merangkai dan Menghitung Kebutuhan Brooding ring
Tujuan    :    Petatar mampu menghitung dan merangkai kebutuhan brooding ring dengan standar kebutuhan dan tata letaknya.
Alat dan Bahan :
1.    Alat pemanas
2.    Seng
3.    Tempat minum DOC (Chicken fount)
4.    Tempat pakan DOC (feed plate)
5.    Meteran
6.    Kalkulator
7.    Sekam
8.    Koran
9.    Termometer
Keselamatan Kerja :
hati-hati dalam merangkai brooding ring
agar tidak terjadi konsleting listrik
Langkah Kerja :
1.    Tentukan berapa jumlah ayam yang akan dipelihara
2.    Hitung luas brooding ring  dengan rumus : Luas    =     x  r2, keliling =    x  diameter
3.    Hitung kebutuhan (jumlah) tempat pakan yang dibutuhkan
4.    Hitung jumlah tempat minum yang dibutuhkan
5.    Siapkan alat-alat yang akan dipakai
6.    Rangkailah brooding ring
7.    Tebarkan sekam, kemudian tutup dengan koran
8.    Pasanglah chicken found dan feeder plate sesuai dengan tata letaknya
9.    Letakan termometer di atas koran
10.Nyalakan pemanas

Diskusi :     Kenalkah Anda dengan macam-macam heaters ?
Jelaskan masing-masing jenis heater !

Posted in pertanian | Tagged: | 4 Comments »

Pembibitan ayam arab

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PENDAHULUAN
Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam Arab di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga, hiasan serta meningkatkan pendapatan.
Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam arab sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam arab, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat
mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana.
Sistem pemeliharaan ayam arab meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit.

PEMILIHAN BIBIT AYAM ARAB
Ciri-ciri bibit yang baik :
1. Ayam jantan
o Badan kuat dan panjang.
o Tulang supit rapat.
o Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
o Paruh bersih.
o Mata jernih.
o Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
o Terdapat taji.
Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | Tagged: | 2 Comments »

Menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik

Posted by haryvedca on August 15, 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. DISKRIPSI JUDUL

Modul menentukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik berisikan tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multiple Cropping) tujuan dan keuntungan tumpang gilir, bentuk-bentuk tumpang gilir, tanaman campuran (Mixed Cropping) , tanaman sela (interculture) tanaman beruntun (Sequential planting), tanaman sisipan (Relay Planting).
Kesuburan tanah dan pemupukan pada sistem tumpang gilir.
Dasar penyusunan pola eprtanaman pada sistem tumpang gilir.
Usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.

B. PRASARAT

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
– Mengidentifikasi pola tanam pertanian organik.
– Mengidentifikasi macam-macam bentuk tumpang gilir.
– Mengidentifikasi jenis tanaman yangd itanam secara tumpang gilir.
– Memahami manfaat pola tanam tumpang gilir dalam pelestarian lingkungan hidup.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Penjelasan Bagi Peserta Diklat

Peserta diklat diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang dapat dipergunakan, karena itu anda harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Langkah-langkah belajar
Seperti anda telah baca pada halaman sebelumnya, bahwa modul ini berisi tentang kompetensi produktif dan lingkungan yang dirancang secara teintegrasi sehingga menjadi satu kesatuan utuh dalam kegaitan pembelajaran menetukan jenis tanaman dan pola tanam pertanian organik melalui pembelajaran secara komprehensif tersebut, anda akan kompeten dan profesional melakukan kegiatan penanaman dengan sistem pertanian organik dan menentukan jenis tanamannya.
Tujuan dan keuntungan tumpang gilir, bentuk-bentuk tumpang gilir (Multifple Cropping) kesuburan tanah dan pemupukan ada sisitem tumpang gilir.
Dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir, usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.
Untuk menjadi kompeten dan profesional dalam pekerjaan tersebut anda harus memahami hal-hal berikut :
– Apa yang harus anda ketahui tentang pola tanam pertanian organik dengan sistem tumpang gilir (Multifple cropping).
– Apa yang harus anda kerjakan dalam kegiatan dalam menentukan jensi tanaman pada sistem tanam multiple cropping/tumpang gilir.
– Apa yang harus anda pahami tentang dasar penyusunan pola pertanaman pada sistem tumpang gilir (Multiple Cropping).
– Apa yang anda lakukan dalam usaha pengembangan tumpang gilir di Indonesia.
– Bagaimana anda mengetahui bahwa diri anda telah menguasai atau belum mengusainya ?
– Apa dan bagaimana anda harus lakukan apabila diri anda telah menguasainya ?

Read the rest of this entry »

Posted in Organik farming | 1 Comment »

Menentukan lahan pertanian organik

Posted by haryvedca on August 15, 2010

I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini merupakan bagian integral dari program Pertanian Organik yang berwawasan lingkungan hidup. Pertanian Organik merupakan bagian dari bidang lingkungan hidup dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam praktek pembudidayaan tanaman di lahan pertanian secara organik.

Modul ini berisi kompetensi Menentukan Lokasi dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik dengan dua buah sub kompetensi yaitu Menentukan Lokasi Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik. Penguasaan kompetensi ini diharapkan akan lebih memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai cara menentukan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman secara organik dan proses penyiapan lahannya dengan benar.

Modul ini terkait erat dengan modul-modul yang lainnya dalam lingkup program Pertanian Organik. Modul ini berkaitan erat dengan penguasaan kompetensi pada modul sebelumnya yaitu mengenai Spirit Kewirausahaan Pertanian Organik. Hal ini terutama tahap perencanaan wirausaha dalam bidang pertanian organik sampai tahap pelaksanaan dari perencanaan tersebut yaitu penentuan lokasinya dan penyiapan lahannya.
Read the rest of this entry »

Posted in Organik farming, pertanian | 1 Comment »

Membuat Telur Asin

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PEMBUATAN TELUR ASIN

BAHAN:
30 btr telur bebek
1 lt abu gosok
1 lt bubuk bata merah
750 gr garam
air secukupnya

CARA PEMBUATAN:

  • Pilih telur yang bermutu baik dan mulus kulitnya. Rendam sebentar. Cuci dengan cara mengamplas kulit telur agar bersih dari kotoran.
  • Campur abu gosok, bubuk bata merah, dan garam. Buat adonan dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga berbentuk pasta.
  • Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 0,5 cm.
  • Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 hari di tempat yang bersih dan berangin.
  • Setelah 15 hari, bersihkan telur dari adonan, cuci, dan tiriskan.
  • Rebus telur asin dengan api kecil selama 2 jam. Tiriskan.
  • Sajikan.

TIPS & TRIK:

  • Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin
    awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.
  • Untuk mengamplas kulit telur, pilih amplas yang paling halus teksturnya.

Posted in pertanian | Tagged: , | Leave a Comment »