MyBlog

Menentukan lahan pertanian organik

Posted by haryvedca on August 15, 2010

I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Modul ini merupakan bagian integral dari program Pertanian Organik yang berwawasan lingkungan hidup. Pertanian Organik merupakan bagian dari bidang lingkungan hidup dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam praktek pembudidayaan tanaman di lahan pertanian secara organik.

Modul ini berisi kompetensi Menentukan Lokasi dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik dengan dua buah sub kompetensi yaitu Menentukan Lokasi Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik. Penguasaan kompetensi ini diharapkan akan lebih memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai cara menentukan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman secara organik dan proses penyiapan lahannya dengan benar.

Modul ini terkait erat dengan modul-modul yang lainnya dalam lingkup program Pertanian Organik. Modul ini berkaitan erat dengan penguasaan kompetensi pada modul sebelumnya yaitu mengenai Spirit Kewirausahaan Pertanian Organik. Hal ini terutama tahap perencanaan wirausaha dalam bidang pertanian organik sampai tahap pelaksanaan dari perencanaan tersebut yaitu penentuan lokasinya dan penyiapan lahannya.

Hasil belajar yang akan dicapai setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik akan mengerti dan memahami beberapa hal yang penting dan berkaitan erat dengan penguasaan kompetensi penentuan lokasi yang tepat untuk budidaya tanaman secara organik dan penyiapan lahannya. Manfaat yang diperoleh setelah peserta didik menguasai kompetensi tersebut tentunya diharapkan dapat menentukan lokasi dan menyiapkan lahan budidaya tanaman sistem pertanian organik secara benar dan sesuai standar kompetensinya.

B. Peta Kedudukan Modul

PROGRAM KOMPETENSI SUB KOMPETENSI

C. Prasyarat

Prasyarat untuk dapat mempelajari Modul Menentukan Lokasi dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik adalah Anda sebagai peserta didik yang sedang duduk di jenjang pendidikan Sekolah Menengah yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Selain itu Anda juga telah dinyatakan menguasai modul sebelumnya yaitu modul Spirit Kewirausahaan Pertanian Organik sesuai standar kompetensinya.

D. Glosarium (Daftar Istilah)

Aerasi adalah proses pertukaran antara air dan udara dalam tanah.

Drainase adalah proses pembuangan kelebihan air dari lahan produksi.

Ekologi adalah studi tentang hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya.

Erosi adalah terkikisnya lapisan tanah oleh air dan angin.

Humus adalah bahan organik yang terdapat dalam tanah, khususnya dilapisan atas.

Komoditas adalah barang perdagangan, bahan keperluan.

Konvensional adalah kolot, perilaku atau kebiasaan yang didasarkan pada kepentingan sendiri tanpa memperhatikan lingkungan.

Land Clearing adalah pembersihan lahan di vegetasi tanaman (rumput, semak, pohon beserta akar dan tunggulnya).

Monokultur adalah menumbuhkan dalam tegalan luas satu macam tanaman.

Pertanian Konvensional adalah sistem pertanian yang tergantung pada masukan-masukan dari luar berbentuk pupuk mineral, pestisida dan bahan polyethylene untuk meningkatkan hasil produksinya. Pertanian konvensional dapat menyebabkan beban lingkungan dan ketergantungan dengan masukkan luar yang tinggi.

Pertanian Organik adalah sistem pertanian yang mendorong terbentuknya tanah, tanaman dan ternak yang sehat dengan melakukan produk-produk budidaya seperti daur ulang alamiah yang mendukung semua bentuk kehidupan yang ada, menggunakan sebanyak mungkin sumber-sumber terbarunya yang berasal dari sistem usaha tani itu sendiri, mempertahankan keanekaragaman hayati, mempertimbangkan dampak kegiatan usaha tani terhadap lingkungan fisik dan sosial serta menghindarkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik.

Pertanian Tradisional adalah sistem pertanian yang mengandalkan kemampuan alam tanpa adanya masukkan teknologi dan bahan lain dari luar.

Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk memberantas atau mencegah hama dan penyakit tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian.

Portfolio Hasil Belajar adalah produk belajar siswa berdasarkan standar portfolio yang telah disepakati antara guru, institusi penjamin mutu, dan siswa. Portfolio hasil belajar siswa dapat berupa resume, kliping, gambar, foto, video, slide, benda kerja, dan lain-lain.

E. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Penjelasan bagi Peserta Didik

a. Bacalah modul ini secara berurutan dari Kata Pengantar sampai Daftar Cek Kemampuan pahami dengan benar isi dari setiap babnya.

b. Setelah Anda mengisi Cek Kemampuan, apakah Anda termasuk kategori orang yang perlu mempelajari modul ini? Apabila Anda menjawab YA, maka pelajari modul ini.

c. Untuk memudahkan belajar Anda dalam mempelajari modul ini, maka pelajari dulu Tujuan Akhir Pemelajaran dan Standar Kompetensi yang akan dicapai dalam modul ini. Apabila ada yang kurang jelas tanyakan pada guru pembimbing Anda.

d. Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi Anda berkembang sesuai standar.

e. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai dengan yang disetujui oleh guru pembimbing Anda.

f. Setiap mempelajari satu sub kompetensi, Anda harus mulai dari memahami tujuan kegiatan pembelajarannya, menguasai pengetahuan pendukung (Uraian Materi), melaksanakan Tugas-tugas, dan mengerjakan Test Formatif.

g. Dalam mengerjakan Test Formatif, Anda jangan melihat Kunci Jawaban Formatif terlebih dahulu, sebelum Anda menyelesaikan Test Formatif.

h. Laksanakan Lembar Kerja untuk pembentukan psikomotorik skills sampai Anda benar-benar terampil sesuai standar. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru Anda.

i. Setelah Anda merasa benar-benar menguasai seluruh kegiatan belajar dalam modul ini, mintalah evaluasi dari guru dan sekolah Anda untuk dapat dinyatakan telah benar-benar menguasai kompetensi tersebut sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi.

2. Peran Guru

a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.

b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktek baru serta menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa.

d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

g. Melaksanakan penilaian.

h. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.

i. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

F. Tujuan Akhir

Tujuan akhir pemelajaran setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik mampu melakukan tugas/pekerjaan menentukan lokasi dan menyiapkan lahan budidaya tanaman pertanian organik, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pada instrumen evaluasi.

G. Standar Kompetensi

Unit Kompetensi : Menentukan Lokasi dan Menyiapkan Lahan Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik

Elemen Kompetensi/

Sub Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja (Kinerja)

Materi Pokok Pembelajaran
Pengetahuan Keterampilan Sikap
C1 Menentukan lokasi budidaya tanaman sistem pertanian organik
  • Tahapan dalam menentukan lokasi
  • Diagnosis, perencanaan, adopsi teknologi
  • Menentukan lokasi budidaya sistem pertanian organik
  • Disiplin
  • Taat azas
  • Kemauan untuk bekerja keras
  • Konsisten
  • Kemauan untuk memperoleh hasil terbaik
  • Kemauan untuk bekerja cepat
  • Kreatif
C2 Menyiapkan lahan budidaya tanaman sistem pertanian organik
  • Persiapan lahan budidaya sistem pertanian organik
  • Pengolahan tanah
  • Menyiapkan petak/bedengan
  • Memberikan kompos dan bahan organik pada tanah
  • Menyiapkan lahan budidaya tanaman sistem pertanian organik
  • Disiplin
  • Taat azas
  • Kemauan untuk bekerja keras
  • Konsisten
  • Kemauan untuk memperoleh hasil terbaik
  • Kemauan untuk bekerja cepat
  • Kreatif

H. Daftar Cek Kemampuan

No. Pertanyaan YA TIDAK
1.

2.

3.

Apakah Anda mengetahui syarat menentukan lokasi untuk budidaya tanaman sistem pertanian organik?

Apakah Anda dapat mempersiapkan lahan untuk budidaya tanaman sistem pertanian organik?

Apakah Anda dapat mengetahui syarat untuk mempersiapkan lahan untuk budidaya tanaman sistem pertanian organik?

Apabila Anda menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah modul ini. Tetapi jika Anda menjawab “YA” untuk semua pertanyaan, maka lanjutkan dengan mengerjakan Test Formatif dan Evaluasi yang ada dalam modul ini.

II PEMELAJARAN

A. Kegiatan Belajar 1
Menentukan Lokasi Budidaya Tanaman Sistem Pertanian Organik

1. Tujuan Pemelajaran 1

Tujuan kegiatan pemelajaran setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik mampu :
a. Menentukan tahapan dalam menentukan lokasi penanaman sistem pertanian organik
b. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh pada penentuan lokasi
c. Memberikan contoh model pertanian SALT

2. Uraian Materi 1

Usaha mengembangkan sistem usaha tani di suatu wilayah memerlukan beberapa tahapan, termasuk diagnosis, perencanaan, penelitian, dan adopsi teknologi dengan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk faktor biofisik dan sosial ekonomi. Pengembangan pertanian terpadu yang melibatkan tanaman-tanaman, tanaman-ternak, dan tanaman-perikanan memerlukan diagnosis dan perencanaan.

Pendekatan serba cukup sistem usaha tani yang menitikberatkan pada keanekaragaman produksi dan produk pasca panen yang akan banyak menghasilkan residu yang mudah terdekomposisi. Produksi biomassa dapat ditingkatkan dengan perencanaan yang baik dalam menghasilkan pupuk hijau, serasah, minyak nabati, mengumpulkan dan mengkomposkan sisa tanaman dan limbah lain, seperti: limbah biogas, kotoran sapi, kotoran unggas dan bahan lain sepanjang dapat mendukung pengembangan sistem usaha tani. Produktivitas tanah dapat ditingkatkan, tetapi memerlukan pengorbanan yang cukup besar sepanjang tahun termasuk modal dan tenaga kerja. Dengan demikian sistem usaha tani yang dikembangkan dapat dilaksanakan dengan prinsip pertanian organik untuk melestarikan hasil tanaman dan produktivitas keseluruhan sistem.

Sistem usaha tani harus direncanakan dan disusun sesuai dengan kebutuhan unsur hara dan selanjutnya akan membantu dalam mempertahankan produktivitas tanah. Akan tetapi, sistem pertanian campuran tidak selalu cocok untuk diterapkan pada semua kondisi lingkungan. Diversivikasi usaha tidak hanya mempertimbangkan peningkatan penggunaan biomassa saja, tetapi juga menstabilkan hasil tanaman, karena lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya.

Dalam merencanakan penentuan lokasi/lahan budidaya tanaman sistem pertanian organik ada beberapa faktor lingkungan yang perlu diketahui yakni:
1. Cuaca yang mencakup curah hujan, arah matahari terbit, arah angin dan intensitas penyinaran matahari.
2. hama dan penyakit
3. jenis komoditi yang akan diusahakan
4. luas, kemiringan lahan dan ketersediaan unsur hara serta kesuburan tanah
5. jarak dengan pasar atau konsumen

1). Bagi usaha pertanian cuaca adalah unsur yang sama sekali tidak dapat dipengaruhi, artinya dengan jalan bagaimanapun tak dapat diubah sesuai kehendak manusia. Namun demikian dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang luas dan mendalam tentang hal cuaca, pengusaha pertanian dapat mempergunakan kemungkinan-kemungkinan setempat sebaik mungkin dengan menyesuaikan kultur yang ada dengan mengkondisikan iklim sesuai dengan yang dikehendaki tanaman.

Sedangkan unsur-unsur iklim yang harus diperhatikan antara lain :
a. Air adalah suatu unsur yang menentukan mati/hidupnya tanaman. Telah diketahui bersama bahwa tanaman hanya dapat menyerap unsur hara dan garam-garam mineral lain dari larutan di dalam tanah dengan bantuan air. Disinilah peranan air bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian ketersediaan air harus diperhatikan yaitu dengan pembuatan saluran irigasi.

Gambar Irigasi Lorong

Gambar Irigasi untuk Sawah
Adapun yang dimaksud dengan air hujan adalah air hujan dengan segala bentuknya yang langsung diterima oleh bumi; seperti salju, embun, kabut dan segenap jumlah air yang turun dengan berbagai macam air. Tingginya curah hujan atau lebatnya curah hujan dinyatakan dalam mm per jam sedangkan ditinjau dari segi merata atau tidaknya air hujan dinyatakan dengan banyaknya hari hujan sepanjang tahun seperti di Bandung terdapat 300 hari hujan yang berarti hanya terdapat 60 hari musim kemaraunya.

b. Sinar matahari merupakan sumber energi yang menyebabkan tanaman dapat membentuk gula, peristiwa itu disebut fotosintesis. Oleh karena itu tanpa bantuan sinar matahari proses fotosintesis tidak dapat berlangsung sehingga kelangsungan hidup tanaman terhambat dan akhirnya tanaman akan lemah dan mati. Yang dapat diukur dari peranan sinar matahari adalah lamanya penyinaran dan intensitas atau teriknya penyinaran sedangkan arah terbitnya matahari akan menentukan ketinggian postur jenis tanaman yang akan diusahakan.

c. Angin merupakan pelaku utama penguapan dan penyerbukan, maka angin mempunyai ciri-ciri khas. Kecepatan angin dinyatakan dalam meter per detik sedangkan arah angin dapat diketahui dengan alat pengarah seperti kantung-kantung angin, Angin mempunyai peranan dalam menyebabkan tingkat serangan hama dan penyakit. Untuk itu kadang kala diperlukan tanaman pemecah angin atau wind breaker sebagai antisipasi terhadap pengaruh kecepatan angin maupun penghambat menyebabkan hama penyakit yang berasal dari sekitar lahan terdekat.

Gambar Pohon Penahan Angin
2). Keberadaan hama dan penyakit di sekitar lahan terdekat perlu pula dianalisa dan dicarikan solusi agar tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman utama untuk mendukung hal tersebut diperlukan tanaman pengusir hama (Repllent), tanaman pemikat (Attractant) ataupun perangkap hama buatan.

3). Jenis komoditi yang akan ditanam adalah mengikuti sistem diversifikasi tanaman, dimana terdiri dari tanaman utama dan tanaman pendamping. Tanaman utama dapat berupa sayuran yang berumur pendek seperti kangkung, bayam dan lainnya, sedangkan sebagai tanaman pendamping adalah kacang tanah, jagung dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan terjadi waktu panen yang berkelanjutan meskipun dengan produk panen yang berbeda. Dalam menentukan jenis komoditi yang akan ditanam tentunya perlu dipertimbangkan aspek nilai ekonomis selain aspek lainnya seperti Iklim dan sebagainya.

4) Bentuk luas maupun kemiringan lahan pun harus mendapatkan perhatian dalam merencanakan penentuan lokasi budidaya tanaman dengan sistem pertanian organik. Bila terpaksa harus mengelola lahan yang berbentuk miring maka untuk memastikan ketersediaan air pengairan dan mengurangi proses erosi dapat dibentuk pola tanam searah kontur dan perubahan saluran drainase yang mengairinya. Namun apabila terdapat pengelolaan lahan yang datar dan luas maka diperlukan sistem saluran irigasi yang memungkinkan seluruh tanaman yang ada mendapatkan pengairan yang cukup walaupun dalam musim kemarau. Kedekatan dengan sumber air yang tersedia sangat membantu keberhasilan budidaya tanaman itu sendiri.

5). Berikutnya adalah aspek ekonomis dengan memperpendek jarak produksi tanaman dengan pasar atau konsumen memberikan nilai lebih tersendiri bagi keberlanjutan usaha budidaya tanaman dari waktu ke waktu. Hal ini mengingat sebagian besar produksi dipasarkan dalam keadaan segar dan dalam jumlah yang cukup serta kontinyu. Adapun biaya yang dihemat adalah biaya transportasi.

Pertanian dengan model kontur adalah salah satu model SALT (Sloping Agriculture Land Technology), yaitu mengolah lahan miring yang tidak produktif menjadi produktif. Teknik yang diberikan memberikan kesempatan kepada petani melestarikan dan meningkatkan kesuburan tanah, konservasi lengas (kelembaban tanah), menekan hama dan penyakit, menekan ketergantungan pada masukan dari luar usaha tani. Lebih jauh lagi teknik ini mengubah lahan miring yang kritis menjadi produktif. Dengan teknologi SALT diharapkan pendapatan petani meningkat melalui tanaman semusim maupun tanaman keras. Beberapa tahap yang harus diterapkan dalam menerapkan teknologi SALT:
1. Dipersiapkan terlebih dahulu garis kontur, kemudian sepanjang garis kontur ditanami dengan tanaman permanen yang disebut tanaman pagar. Penanaman dilaksanakan pada jarak 4-6 meter untuk tanah yang mempunyai nilai kemiringan > 15% dan 7-10 meter untuk tingkat kemiringan yang landai (<15%)
2. Penanaman sebanyak dua baris sepanjang garis kontur dengan tanaman jenis legum semak dan pohon. Jarak antar baris sepanjang kontur 50 cm.
3. Untuk setiap 3 atau 4 larikan ditanam dengan tanaman permanen yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, seperti kopi, kakau, jeruk dan lain-lain.
4. Antar tanaman pagar sebelum tajuk tanaman permanen saling menutup, diantaranya dapat ditanami dengan tanaman semusim yang disukai petani.
5. Dipilih jenis tanaman yang berumur pendek/sedang (jagung, dll)
6. Pemangkasan tanaman pagar sampai ketinggian 1 m dan biomassa pangkas digunakan sebagai sumber bahan organik.
7. Diperlukan rotasi tanaman non permanen untuk mempertahankan dan meningkatkan serta membangun kesuburan tanah
8. Dibawah bagian tanaman pagar diberi penguat menggunakan tongkat/batu yang disusun berjajar bertujuan untuk mengikat atau perangkap sedimen yang mengalir dari bagian atas.
9. Teknik ini dapat divariasi dengan menggunakan tanaman multiguna menyesuaikan dengan kondisi spesifik setempat. Tanaman pagar berupa rumput setiap waktu dapat dipangkas dan dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Gambar Pertanian Organik Searah Kontur
Dengan mengembangkan usaha tani sistem terpadu, maka kebutuhan sehari-hari petani dapat terpenuhi dalam bentuk bahan-bahan pangan yang menyehatkan, kayu untuk bahan bangunan dan kayu bakar, produk lain yang dihasilkan melalui kegiatan rumah tangga dan pendapatan melalui bahan lain yang dapat dipasarkan. Memadukan bermacam-macam jenis tanaman dan ternak serta menerapkan usaha tani yang sepadan dengan kebutuhan masing-masing tanaman dan ternak. Melaksanakan usaha perlindungan lingkungan, juga akan membantu petani dalam mempertahankan produktivitas tanah dan menekan sekecil mungkin resiko usaha tani, terutama di lahan kering yang miring dan kondisi iklim yang tidak menentu.

Gambar Denah Sistem Pertanian Terpadu (EM4)
Melalui intensifikasi pekarangan alami, bahan organik didaur ulang dengan cara dikembalikan ke tanah dalam bentuk kompos. Berbagai jenis tanaman ditanam berbeda kedalaman perakaran dan limbah organik dimasukan kembali ke dalam tanah pada kedalaman yang berbeda.

Dapat ditambahkan, pendekatan intensifikasi alami juga menitikberatkan penggunaan pestisida alami/organik. Keanekaragaman jenis sayuran pada setiap petak pertanaman mampu mengendalikan serangan hama dan penyakit. Jenis tanaman tertentu menghasilkan bau yang berperan mengusir hama yang ada disekitarnya. Menggunakan jenis sayuran varietas lokal dan tahan hama juga akan menekan masalah hama lebih jauh lagi semua berbentuk/formula organik dapat dibuat dengan mengandalkan bahan-bahan yang tersedia disekeliling kita, termasuk toga (tanaman obat-obatan keluarga), pestisida hayati dll. Sayuran yang dihasilkan tidak menimbulkan bahaya pada kesehatan pekebun dan konsumen. Kelebihan pekarangan dalam kehidupan petani adalah secara berkesinambungan dapat menyediakan kebutuhan sehari-hari keluarga petani.

Gambar Penentuan Lokasi Pemanfaatan Ruang Intensifikasi Pekarangan

3. Rangkuman 1

a. Tahapan mengembangkan sistem pertanian organik diantaranya adalah: diagnosis, perencanaan, penelitian, adopsi teknologi dengan mempertimbangkan beberapa faktor biofisik dan sosial ekonomi.
b. Faktor-faktor lingkungan yang mendukung ke perencanaan:
1. cuaca yang mencakup curah hujan, arah matahari terbit, arah angin, intensitas cahaya.
2. hama dan penyakit
3. jenis komoditi
4. luas kemiringan lahan dan ketersediaan air dan unsur hara
5. jarak dengan pasar
c. Pertanian modal SALT (Sloping Agriculture Land Teknologi), yaitu mengubah lahan miring yang tidak produktif menjadi produktif. Teknik yang dikembangkan memberikan kesempatan kepada petani melestarikan dan meningkatkan kesuburan tanah, konservasi lengas (kelembaban tanah), menekan hama penyakit, menekan ketergantungan masukan luar.

4. Tugas 1

Untuk memantapkan kompetensi Anda dalam materi ini maka lakukan kegiatan berikut:
a. Kunjungilah lokasi/lahan yang ada di sekitar Anda!
b. Amati kondisi tanahnya dan lakukan perencanaan dalam menentukan lokasi budidaya tanaman dengan sistem pertanian organik!
c. Diskusikan dengan teman-teman tentang:
– jenis tanah
– kondisi tanah
– biografi tanah
– lahan yang tepat untuk budidaya
– tanaman yang cocok pada lokasi tersebut
d. Persentasikan di dalam kelas agar mendapat masukan dari kelompok lain!

5. Test Formatif 1

1). Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi budidaya tanaman sistem pertanian organik?
2). Mengapa pada daerah yang tercemar lingkungan oleh industri dan kendaraan bermotor tidak begitu bagus untuk budidaya tanaman sistem pertanian organik?

One Response to “Menentukan lahan pertanian organik”

  1. Menurut saya pertanian organik adalah pertanian masa kini dan masa depan. Banyak orang di negara2 maju yang suka dengan Pangan yang sehat dan bergizi tinggi yaitu yang diproduksi dari bahan-bahan alami tanpa merusak lingkungan. Tulisan anda sangat inspiratif dan mencerahkan. Thanks. Mari kita majukan pertanian organik di bumi Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: