MyBlog

Pengenalan ayam pedaging (broiler)

Posted by haryvedca on August 15, 2010

Pengenalan ayam pedaging

(broiler)

Apakah ayam pedaging atau broiler itu? Broiler berasal dari kata “to broil” yang berarti memanggang”, yaitu suatu proses pemasakan sebentar, matang, dan empuk. Oleh karena itu, untuk mendapatkan daging ayam yang empuk diperlukan ayam baik jantan maupun betina yang muda dan berdaging. Pada waktu dahulu, untuk mendapatkannya diperlukan waktu sekitar 12 minggu. Namun, sekarang hanya diperlukan waktu 30 – 42 hari atau sekitar 6 minggu. Dengan demikian, ayam yang digunakan sebagai broiler adalah ayam ras pedaging. Jadi, yang dimaksud dengan ayam pedaging atau broiler adalah jenis ayam ras yang khusus dipelihara untuk menghasilkan daging.

Ayam pedaging  ini sudah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik di kota maupun di desa. Daging ayam ini sangat digemari karena rasanya enak dan lezat. Selain itu, daging broiler merupakan makanan sumber protein yang sangat baik untuk dikonsumsi. Pada umumnya daging broiler dikonsumsi dalam bentuk goreng, panggang, sate, dan soto. Kelebihan lain dari ayam pedaging adalah  mudah dalam pemeliharaan dan dalam jangka waktu yang relatif singkat  sudah dapat dipasarkan dengan bobot badan sekitar  1,6–1,8 kg.

Mengingat tujuan pemeliharaan ayam pedaging adalah  untuk memproduksi daging maka faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan bangsa ayam penghasil daging antara lain:

  • Sifat dan kualitas daging yang dihasilkan;
  • Laju pertambahan bobot bahan selama pertumbuhan;
  • Warna kulit (lebih disukai yang kuning);
  • Warna bulu (disukai berwarna putih);
  • Konversi pakan;
  • Bebas kanibalisme;
  • Sehat dan kuat, kaki tak mudah bengkak;
  • Temperamen lamban;
  • Daya pembentukan karkas;
  • Daya hidup ayam.

Dari faktor-faktor di atas maka dapat dipilih sifat ayam pedaging yang baik, yaitu meliputi:

  • Bentuk badan segiempat dan dalam;
  • Bahu luas dan lebar dengan alas dada bulat;
  • Bulu lebat dan agak longgar;
  • Gerak lamban;
  • Shank bulat.


Pada saat ini telah banyak perusahaan pembibitan yang memproduksi DOC. Berikut ini beberapa perusahaan pembibitan dan nama strainnya:

No.

Nama Perusahaan

Nama Sandi Ayam Pedaging

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

PT. Anputraco

PT. Cipendawa

PT. Charon Pokphan

PT. Galur Palasari

PT. Hybro

PT. Missouri

PT. Multi Breeder

PT. Central Avian Pertiwi

Bromo

Hubbard

AA

Cobb

Hybro

Tegel

Lohman

Avian

PERSIAPAN KANDANG

DAN PERALATAN AYAM PEDAGING

Kandang

Ayam pedaging pada umumnya dipelihara secara intensif, yaitu ayam  selalu dikandangkan.  Adapun syarat-syarat kandang yang baik adalah :

  1. Dinding kandang dapat terbuat dari papan, bilah bambo, ram kawat.  Dinding kandang tidak perlu rapat, hal ini dimaksudkan untuk keleluasaan pertukaran / sirkulasi udara dalam kandang.
  2. Arah kandang membujur timur- barat.  Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu kepanasan , tetapi pagi hari masih dapat memperoleh sinar matahari.
  3. Tinggi tiang tengah ke atap minimal 3 meter dan tiang tepi minimal 2 meter.
  4. Atap kandang dirancang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk melindungi bangunan beserta isinya daru hujan, panas matahari atau angin.

Bentuk atap kandang biasanya :

• Miring

• Kedua sisi miring

• Monitor

• Semi monitor

Peralatan

• Tempat pakan

• Tempat minum

• Alat pemanas (Brooder)

• Termometer

• Tirai kandang

• Litter

• Pagar pembatas / Penyekat (Chick Guard)

Kandang dan peralatannya harus dipersiapkan minimal 2 minggu sebelum DOC datang.  Persiapan kandang dan peralatannya meliputi : pembersihan, pencucian  dan sanitasi kandang dan peralatannya, pemakaian alas kandang / litter dan penataan peralatan termasuk menyetel alat pemanas sehingga siap untuk digunakan serta menentukan kepadatan kandang.

Pembersihan dan pencucian kandang dan peralatannya dengan menggunakan air bersih..  Sanitasi (sucihama) dilakukan dengan menggunakan desinfektan.  Sanitasi ini dapat dilakukan dengan dengan cara mencuci, melabur, menyiram atau menyemprot.  Sanitasi di luar kandang dilakukan dengan menaburkan kapur di sekitar kandang, menempatkan dipper di depan pintu kandang dan menyemprot dengan desinfektan.

Cara melakukan persiapan kandang :

  1. Peralatan kandang yang meliputi tempat pakan, tempat minum, brooder dikeluarkan dari dalam kandang (bekas digunakan pada pemeliharaan sebelumnya).
  2. Litter yang bercampur kotoran dimasukkan dalam karung dan dikeluarkan dari kandang.
  3. Dinding, langit-langit (atap kandang) dibersihkan dengan sapu.
  4. Lantai kandang dicuci / disemprot dengan air bersih.
  5. Tempat pakan dan tempat minum dicuci dengan air bersih dan deterjen, lalu dibilas dengan air bersih atau larutan desinfektan.
  6. Dinding kandang sebaiknya dikapur.
  7. Setelah kandang kering litter ditaburkan dalam kandang dengan ketebalan 3-5 cm, dimana sebelumnya dibuat pagar pembatas (diameter 3 m untuk sekitar 1100 ekor DOC).  Untuk kandang indukan dengan diameter 3 m  membutuhkan sekam sekitar 2 karung.
  8. 8. Penataan peralatan (tempat pakan, tempat minum, brooder), biasanya untuk 1100 ekor DOC membutuhkan tempat minum berdiameter 25 cm sebanyak 6 buah dan tempat pakan baki bunder berdiameter 30 cm sebanyak 10 buah.
  9. 9. Kandang yang sudah lengkap dengan peralatan dan tertata disemprot dengan dengan desinfektan.
  10. 10. Kandang sudah siap menerima anak ayam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: