MyBlog

Archive for March, 2012

FlashDevelop Tutorial By Herman Taniwan |

Posted by haryvedca on March 9, 2012

 

Intro

Code Editor di Flash IDE sangatlah buruk, karena tidak memiliki auto complete, refactoring dan hal – hal yang lainnya. Developer flash yang handal biasanya tidak menggunakan Flash IDE untuk koding di dalamnya. Mereka memakai code editor. Ada banyak Code Editor yang bisa anda pakai seperti Intellij IDEA, FDT, Realaxys, FlashDevelop, FlashBuilder dan masih banyak lagi yang lain. Persamaan mereka adalah mereka membutuhkan Flex SDK untuk compiling program.

FlashDevelop adalah sebuah Code Editor Gratis yang dispesialisasikan untuk flash platform walaupun tak menutup kemungkinan untuk web dan yang lainnya. FlashDevelop sendiri dibangun diatas .NET Framework.

1. Download .NET Framework.

http://www.microsoft.com/net/download.aspx

2. Download JRE 1.6+

http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/

3. Download FlashDevelop

http://www.flashdevelop.org/wikidocs/

Klik di bagian Release notes dan download. Anda akan masuk ke halaman lain dan download FlashDevelop yang terbaru.

4. Saatnya Install

Pertama – tama install terlebih dahulu .NET Framework dan Java Runtime Environment-nya. Setelah selesai barulah anda install FlashDevelop.

FlashDevelop versi 3.3 sedang mendownload Flex SDK yang ada. Tidak seperti versi sebelumnya 3.2 yang mengharuskan anda untuk mendownload secara terpisah dan baru diintegrasikan kemudian.

5. Tampilan awal FlashDevelop

6. Buat Project baru.

Klik Project >> New Project

– Pilih AS3 Project

– Masukkan Name “IntroFlashDevelop”.

– Centang Create Directory Project.

– Klik Ok.

7. Tampilan Main Page.

Ini adalah tampilan Main.as dimana pada tampilan ini anda dapat melihat beberapa kode yang otomatis dibuat (Template). Jika anda tidak dapat menemukan tampilan ini anda bisa ke

View >> Project Manager.

8. Checking dan Testing.

Untuk mencoba segala sesuatunya berjalan tekan F5 untuk kompilasi. Jika sukses maka akan muncul tampilan FlashPlayer seperti dibawah.

Sekarang kita akan mencoba membuat lingkaran :

Tambahkan kode berikut setelah //entry point

var circ:Sprite = new Sprite();
circ.graphics.beginFill(0xFF0000, 1);
circ.graphics.drawCircle(0, 0, 100);
circ.graphics.endFill();

circ.x = stage.stageWidth >> 1;
circ.y = stage.stageHeight >> 1;

addChild(circ);

Setelah itu coba kembali tekan F5 untuk kompilasi. Jika anda akan melihat sebuah lingkaran merah di tengah berarti anda telah berhasil mensetup FlashDevelop.

Fitur favorit saya dalam menggunakan flash develop adalah shortcut Ctrl+Shift+1. Anda bisa melakukan deklarasi setter/getter, generate function lengkap dengan listener. Ada pula Ctrl+Alt+S yang bisa anda gunakan untuk mengimport Class serta Ctrl+S untuk code completion.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini :

http://www.flashdevelop.org/wikidocs/index.php?title=Shortcuts

Sekian dulu dan maju terus dunia interaktif indonesia.

Advertisements

Posted in Komputer | Leave a Comment »

Jenis media pembelajaran

Posted by haryvedca on March 8, 2012

Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan murah hingga yang
canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah
tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang.
Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.
Rudy Bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. Media visual gerak
5. Media audio semi gerak
6. Media visual semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:
1. audio                                          : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2. cetak                                          : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3. audio-cetak                                : kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4. proyeksi visual diam                  : Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5. proyeksi audio visual diam         : film bingkai slide bersuara
6. visual gerak : film bisu
7. audio visual gerak                      : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
8. obyek fisik : Benda nyata, model, spesimen
9. manusia dan lingkungan : guru, pustakawan, laboran
10. komputer                                    : CAI
Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/
VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan
jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas
ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
Henrich, dkk menggolongkan:
1. media yang tidak diproyeksikan
2. media yang diproyeksikan
3. media audio
4. media video
5. media berbasis komputer
6. multi media kit.
Pada artikel ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.
A. MEDIA VISUAL
1. Media yang tidak diproyeksikan
1. Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat
melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada
siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan
organ tanaman.
2. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda
yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal
untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada
hewan.
3. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media
grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep
yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
1) gambar / foto: paling umum digunakan
2) sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa
dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
3) diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan
struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel
samapai organisme.
4) bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu
bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai
bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
5) grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang
menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2. Media proyeksi
1. Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap
seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media
transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead
projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
– Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
– Membuat sendiri secara manual
2. Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci.
Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir
sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan
kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan
dibutuhkan proyektor slide.
B. MEDIA AUDIO
1. Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan
aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah
kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2. Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan
media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
C. MEDIA AUDIO-VISUAL
1. Media video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan
pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2.  Media komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan
gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung
dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber
belajar yang hampir tanpa batas.

edu-articles.com

Posted in Pendidikan | Tagged: , | Leave a Comment »

augmented reality android – Google Search

Posted by haryvedca on March 8, 2012

http://www.google.com/m?q=augmented+reality+android&client=ms-opera-mini-android&channel=new

Posted in Augmented Reality, internet, Komputer, Teknologi | Tagged: , , , | Leave a Comment »

33 Awesome Augmented Reality Apps & Games for Android

Posted by haryvedca on March 8, 2012

http://techsplurge.com/3214/mega-list-33-awesome-augmented-reality-apps-games-android/

http://techsplurge.com

http://android.appstorm.net/roundups/lifestyle-roundups/the-best-augmented-reality-apps/

http://android.appstorm.net

http://techpp.com/2011/10/24/30-best-augmented-reality-apps-for-android/

http://techpp.com

http://www.giftsorgadgets.com/apple-iphone/10-best-augmented-reality-apps-for-iphone-ipad-or-android-smartphone.html

http://www.giftsorgadgets.com

 

 

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Resensi Buku

Posted by haryvedca on March 1, 2012

Jika Orang Jawa Menjadi Teroris

Sumber: Kompas, 12 Juli 2011

Judul Buku: Orang Jawa Jadi Teroris

Peresensi: Ahmad Faozan

Penulis: M.Bambang Pranowo

Penerbit: Pustaka Alvabet dan Lakip Jakarta

Tahun: Februari 2011

Tebal: 300 halaman

Bagi sebagian masyarakat mempersepsikan orang Jawa adalah orang yang ramah, santun, religius, dan suka mengalah. Karakter orang Jawa, kemudian disimbolkan dalam perwayangan dengan Pandawa Lima. Yakni, Puntodewo, Werkudoro, Arjuna, Nakula, dan Sadewo. Puntodewo, Nakula, dan Sadewa di artikan sebagai tokoh yang lemah-lembut dan selalu mengalah.
Toko Buku Online

Baca selengkapnya …

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »