MyBlog

Archive for the ‘Augmented Reality’ Category

Combini: aplikasi iPhone untuk mencari mini market terdekat dengan bantuan AR

Posted by haryvedca on October 12, 2010

 

Selain Vending Machine, di Jepang juga terkenal dengan banyaknya mini market yang hampir bisa kita temui di jalan-jalan, terutama jalan raya. Dan setiap mini market tentu ada nilai baik dan buruknya masing-masing sehingga tidak heran juga orang disana kadang memilih mini market tertentu.

Combini (Convenience Store) adalah sebuah aplikasi untuk iPhone/ iPod Touch yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang akan memudahkan kita untuk mencari mini market terdekat berdasarkan nama. Berbeda bila kita mencari dengan Google Map, Combini (dengan bantuanAR) akan menampilkan info mini market secara up-to-date dengan bantuan kamera di iPhone dimana bila kita mengarahkan ke tempat tertentu, otomatis Combini akan menampilkan Mini Market yang ada di depan kita, berikut dengan jaraknya. Kelebihan Combini, anda bisa menggunakannya tanpa bantuan jaringan ponsel tetapi sepertinya GPS sendiri tetap harus dinyalakan.
Sumber berita
Combini: Augmented Reality application for iPhone and iPod Touch will help you find the nearest Combinis from your position in Tokyo

<!–

–>

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Awesome Augmented Reality Technology

Posted by haryvedca on October 12, 2010

By

Apa sih augmented reality itu? Dalam bahasa gampangnya, augmented reality adalah penggabungan dunia nyata dengan dunia maya secara real time, misalnya pada video berikut ini:
 

 

Amazing eh?

Sekarang bayangkan bila interaksi kita dengan dunia maya tidak hanya sekedar melalui visual saja. Hal itulah yang sedang dikembangkan Profesor Adrian. Beliau mengembangkan teknologi AR yang menggunakan impuls elektrik ke otak agar kita dapat meraba dan mengecap hal yang dikirimkan sebagai data komputer.
Jika pada contoh-contoh yang disajikan adalah rasa makanan dan sensasi sentuhan lewat dunia maya, saya lebih suka membayangkan yang lebih dahsyat; ARMMORPG (Augmented Reality Massive Multiplayer Online Role Playing Game)!!
Bayangkan jika kita bisa merasakan, melihat, dan mendengar benda-benda maya yang ada di dalam game, pasti petualangannya akan lebih terasa (kalo ketusuk monster gimana ya?). Atau coba bayangkan main Call of Duty: Modern Warfare dengan kota masing-masing sebagai area permainan. Dalam bayangan saya player akan menggunakan Head-Mounted Display dan memegang kontroller berbentuk senjata. Sementara latar belakang akan sama dengan area dimana player berada, ketika sesama player bertemu mereka akan saling melihat seorang pasukan bersenjata lengkap. Keren bukan?
Saat ini sudah ada beberapa game yang dikembangkan dengan AR, namun belum ada yang menggunakan skala massive seperti bayangan saya. Semoga dalam waktu dekat kita akan melihat dunia seperti:

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Menggabungkan Dunia Nyata dan Virtual dengan Teknologi Augmented Reality

Posted by haryvedca on October 12, 2010

Mungkin kita sering melihat di film-film, dengan menggunakan kacamata khusus informasi dari benda yang dilihat atau profil dari orang yang ada di depan kita akan muncul di layar virtual yang ada di dalam kacamata tersebut. Sekarang, teknologi ini bukan lagi sekedar khayalan, karena dengan teknologi Augmented Reality (AR) hal tersebut dapat diwujudkan.

“Tele Scouter” adalah nama produk NEC yang akan dipasarkan musim gugur tahun ini merupakan salah satu realisasi teknologi AR. Cara menggunakannya adalah dengan menempelkan alat ini ke kacamata, dan ketika pengguna melihat suatu benda maka informasi dari benda tersebut akan muncul secara virtual di layar kacamata tersebut. Nantinya alat ini akan diaplikasikan di pabrik, untuk membantu para pekerja memahami cara mengoperasikan suatu alat, dan jika terjadi suatu masalah pekerja dapat berkomunikasi dengan staff ahli langsung dengan menggunakan kacamata tersebut.

Teknologi AR ini pun pernah digunakan untuk mendemonstrasikan sebuah stadion di Tokyo ketika diadakan pemilihan kota penyelenggara olimpiade musim panas tahun lalu. Dengan menggunakan proyektor 3 dimensi, desain stadion diarahkan ke sebuah tanah kosong sehingga seolah-olah disana telah berdiri sebuah stadion megah lengkap dengan peralatannya. Walaupun akhirnya Tokyo kalah dalam pemilihan tersebut, namun penggunaan teknologi ini mendapat apresiasi yang cukup tinggi.

Penggunaan teknologi ini pun sekarang telah merambah ke dunia ponsel, salah satunya adalah iPhone. Dengan menggunakan aplikasi khusus, informasi dari suatu objek dapat muncul di layar ketika kamera ponsel kita arahkan ke benda tersebut. Misalnya ketika kita mengarahkan kamera ponsel ke suatu tempat keramaian, informasi yang muncul misalnya daftar menu makanan yang ada di restoran-restoran di sepanjang jalan tersebut, atau jadwal bis yang berhenti di halte yang ada di pinggir jalan, atau bahkan info SALE dan potongan harga toko-toko baju yang berderet di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Aihara Kenro, peneliti di National Institute of Informatics Japan, agar teknologi ini dapat diaplikasikan dengan baik, setidaknya diperlukan 3 syarat, yaitu:

1. Penentuan lokasi yang tepat

2. Kemampuan pengolahan data secara cepat dan realtime

3. Tampilan yang tidak menggangu gambar asli dan mudah dilihat oleh pengguna

Namun saat ini belum banyak ponsel yang dapat memenuhi syarat-syarat tersebut, sehingga penggunaannya pun masih sangat terbatas.

Saat ini, untuk penggunaan di ponsel masih terdapat beberapa kendala, antara lain penentuan lokasi yang terkadang masih melenceng sehingga informasi yang disampaikan tidak tepat, ataupun tampilan layar yang tidak beraturan sehingga mengganggu objek asli. Selain itu penyebaran informasi-informasi yang bersifat pribadi, misalnya ”Disini adalah lokasi tempat tinggal keluarga Fulan, dengan nomor telepon sekian-sekian…”, masih menjadi masalah, terutama di Jepang yang aturan mengenai penyebaran informasi pribadinya sangat ketat.

Harapannya, di kemudian hari ketika kemampuan ponsel dan sistem jaringan komunikasi semakin meningkat, teknologi ini dapat dinikmati seluruh pengguna di dunia, termasuk Indonesia.

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Cara Membuat Aplikasi Augmented Reality

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Dari : http://belajar-ar.blogspot.com

Buat kamu-kamu yang ingin tau bagaimana membangun Augmented reality Reality, saya kasih tau dah cara na, gampang kok cara ngebangun na, yang penting kamu punya jiwa seni yang baik. Tapi sebelumnya, saya punya permintaan neh, kita sebagai sahabat di dunia maya, janganlah saling mengklaim hak milik orang lain, karena kita harus menghargai dan menjalani etika di internet. Kamu bebas copy-paste tutorial dari saya, tapi pliss tutorial AR tulisan saya, jangan kamu klaim sebagai tutorial buatan kamu ya, kita saling menghargai lah, Ok Gan…

Olright, Langsung aja saya kasih tau tutorial singkat tentang membangun AR, tapi tutorial ini hanya baru membahas, menggabungkan animasi 3D dengan dunia nyata, untuk masalah tentang AR lainya, masih dalam proses pembuatan tutorial. Ok Lanjut, Dalam membuat AR, kamu kudu memenuhi syarat dibawah ini:

Syarat Hardware dan Perangkat Lainnya:

a. Kamera/Webcam 25Mhz Atau Lebih

b. Marker (Sudah ada di Software Library ArToolkit)
c. VGA yang 128 Mb atau Lebih

d. RAM 512 Mb atau Lebih

e. Printer Warna

Syarat Software:

a. Windows XP (No Vista or Seven)

b. 3DS Max 7

c. Adobe Photoshop

d. Software Library ArToolkit

download di http://www.4shared.com/file/aKXltzwq/ARToolKit.html

Syarat Lainnya:

a. Download Video Tutorial Saya, Biar Gak Bingung.

Bila kamu dah menuhin syarat diatas, saatnya kita membangun Augmented reality reality, untuk lebih jelas na, kamu bisa liat video tutorial saya. berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu laluin:

1. Download ArTookit dan SimpleVrml, Kamu bisa download di :

http://www.4shared.com/file/aKXltzwq/ARToolKit.html

2. Copy ArToolkit ke salah satu drive computer kamu (no install)

3. Install syarat software diatas

4. Buka 3DS Max 7 kamu. Kemudian kamu buat objek 3D kreasi kamu.

5. Bila objek 3D telah dibuat, kamu eksport file Max.3D tersebut ke VRML 97 *(Lihat Video Tutorial)*

6. Kemudian, setelah kamu eksport file Max.3D tersebut menjadi file VRML atau file WRL, file tersebut (WRL), kamu copy ke drive: \ARToolKit\bin\Wrl *((Lihat Video Tutorial)*

7. Langkah Selanjutnya, di folder Wrl ArToolkit, pasti kamu liat ada file (.dat), nah kamu ganti nama file (.dat) tersebut dengan nama yang sama dengan file WRL kamu. saya ambil contoh: jika file WRL saya nama na pari.wrl, maka kamu ganti file (.dat) na menjadi pari.dat. Mungkin dalam Video Tutorial ada banyak file (.dat), itu sebenarnnya file skripsi saya, di cuekin aja ya.. hahahaha…

8. Jika sudah, kamu buka file (.dat) tersebut dengan wordpad (jgn notepad), kemudian kamu ganti nama asli file (.dat) tersebut dengan, nama file (.wrl) kamu. Contoh na:

pari.WRL

0.0 0.0 0.0 # Translation

90.0 1.0 0.0 0.0 # Rotation

10.0 10.0 10.0 # Scale

9. Kemudian anda buka folder data (\ARToolKit\bin\Data) di ArToolkit.

10. Buka file (object_data_vrml) dengan wordpad (jgn notepad), didalam file tersebut ada 3 source code, nah mulai dari sini, saya jelasin maksud na apa tuh source code :

Pasti kamu liat ada tulisan :

#the number of patterns to be recognized

3

Nah itu maksudnya, pola-pola atau marker yang akan dikenali oleh kamera, kamu bisa atur lebih dari 3 kok. Mungkin klo kamu liat di video tutorial saya, ada 9 pattern, itu sebenarnya bekas skirpsi saya, jadi jangan diperhatiin yah.. hahahahaha..

Oke lanjut, source code berikut na adalah :

#pattern 1

VRML Wrl/(nama file).dat

Data/patt.hiro (nama pattern)

80.0

0.0 0.0

nah source code yang ini, tuk naro objek 3D yang telah kamu buat. kamu tulis nama file (.dat) punya kamu, terus kamu tulis juga nama pattern marker yang sudah disiapin oleh ArToolkit. kamu bisa pilih pattern marker na di folder : ARToolKit\bin\Data, untuk melihat pola pattern na, kamu bisa masuk ke folder: \ARToolKit\patterns. Sebagai contoh:

#pattern 1

VRML Wrl/pari.dat

Data/patt.hiro

80.0

0.0 0.0

11. Print Pattern Marker yang kamu pilih or yang kamu tadi masukin ke source code diatas, sebagai contoh saya gunakan marker hiro, jadi saya ngeprint marker Hiro. Pattern Marker bisa dilihat di folder : \ARToolKit\patterns. inget jangan di rubah ukurannya, itu sudah ukuran baku.

12. Nah Langkah Terakhir Buka Folder: \ARToolKit\bin

13. Buka software SimpleVrml.exe.

14. Tunggu Proses Loading

15. Jika Kamera Telah Muncul, Maka Arahkan Marker Ke Kamera. Jadi Deh Augmented reality Reality karya Kamu.

Next Tutorial:

Cara Membuat Marker Warna dan Non Warna Dengan Adobe Photoshop dan Mk_Patt

Pemberitahuan:

setelah kamu liat tutorial saya silahkan, kamu berkreasi dengan AR ya. bila kamu berhasil, tolong posting video AR kamu ke youtube, dan berikan link video kamu ke fb saya di: paman gie (phantom.rocker@yahoo.co.uk). 10 video AR karya anak bangsa terbaik, akan saya post di blog ini. jadi saya berharap blog ini, jadi tempat kita untuk sharing ilmu tentang AR. Inget Gan, Membanggakan Karya Anak Bangsa Sendiri Lebih Baik Daripada Membanggakan Karya Bangsa Lain.. So Sekali Lagi.. BE DREAMING, BE IMAGINE..!!!


Posted in Augmented Reality | 7 Comments »

Cara buat “marker” untuk aplikasi Augmented Reality

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Dari : http://belajar-ar.blogspot.com
Bissmilahhirohmanirrohim..

Baiklah, Next Tutorial adalah cara membuat marker untuk AR. Bila yang belum tau, apa tuh marker, saya kasih tau dah. Marker itu bukan Spidol, jangan salah kaprah ya, marker disini yang dimaksud adalah, pola yang dibuat, dalam bentuk gambar yang akan dikenali oleh kamera. Pola marker, bisa kamu buat melalui photoshop. Ada beberapa syarat dalam membuat pola marker, berikut syaratnya:

A. Bentuk Harus Kotak, dan Berbingkai Hitam. Kamu bisa lihat contoh gambar dibawah:

Photobucket

B. Ukuran marker jangan terlalu besar, cukup 631 x 634 Pixel, itu ukuran standar untuk sebuah marker. Jika marker, terlalu besar, maka susah untuk dibaca oleh kamera.
Photobucket

E. Tekan Enter, Lalu Ada Property Sheet Properties, tekan Ok.

Photobucket

F. Kemudian kamera akan muncul, arahkan marker kamu ke kamera, lalu paskan posisi marker kamu di kamera sampai ada tanda hijau dan merah.

Photobucket

G. Bila tanda hijau dan merah sudah terlihat, kamu KLIK di layar kamera. Dan kamera akan menangkap pola marker kamu.

H. Kemudian, kamu kembali lagi ke layar mk_patt.exe, dan ketikkan nama filename-nya, saya ambil contoh: patt.test1, lalu enter.

Photobucket

I. Jika sudah selesai, kamu masuk ke folder: ArToolkit\bin\, dan cari patt kamu, pasti sudah ada.

J. Nah File patt.test1 tadi, kamu copy ke folder: ARToolKit\bin\Data

K. Lalu untuk melakukan testing, kamu buka object_data_vrml dengan wordpad (jgn notepad), lalu kamu ganti nama pattern na menjadi, nama pattern kamu. Saya ambil contoh:

#the number of patterns to be recognized

#pattern 1

VRML Wrl/mobil.dat

Data/patt.test1

80.0
0.0 0.0

L. Lalu, seperti tutorial yang saya beri sebelumnya, jalankan simplevrml.exe, dan hasil na.. taraaaaaaaaaaaaaaaaa….. jadilah marker buatan kamu, eh salah marker buatan saya ding.. hehehehe.. selamat mencoba ya..

Photobucket

Posted in Augmented Reality | Leave a Comment »

Aplikasi AR yang bisa dimainkan di telepon seluler

Posted by haryvedca on August 19, 2010

Loncatan teknologi chipsets benar-benar tak terduga. Beberapa waktu yang lalu, Kompas menulis aplikasi augmented reality sampai tahun ini hanya bisa dinikmati melalui PC atau notebook yang yang mempunyai kamera (webcam).

Namun, Rabu (18/8), di San Diego, Amerika Serikat, Qualcomm mendemonstrasikan telepon seluler HTC Desire sudah bisa dipakai untuk memutar game augmented reality (AR). Aplikasi AR yang bisa dimainkan di telepon seluler sekarang ini umumnya bukan untuk memutar game. Biasanya untuk “menembak” bangunan atau restoran yang berdasarkan GPS akan memunculkan data tentang harga atau menu favorit. Misalnya, aplikasi Layar yang sudah bisa diunduh di ponsel secara gratis.

“Ya, sekarang ini pemakaian AR makin populer. Awalnya untuk keperluan militer, sekarang untuk keperluan yang bersifat instruksional, navigasi, media dan iklan, jaringan sosial dan kini makin banyak untuk game,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Qualcomm, Jay Wright, di San Diego.

Guna merayakan ulang tahun yang ke-25, perusahaan pembuat chipsets wireless industry (chipset telepon seluler), Qualcomm mengundang sekitar 30 editor multimedia dari seluruh dunia untuk mengunjungi markas besar mereka di California. Wartawan Kompas Bambang Sigap Sumantri dari San Diego melaporkan, salah satu presentasi yang menarik para editor ketika Jay mendemonstrasikan penggunaan ponsel memainkan game AR boneka produk perusahaan mainan Mattel.

Di sebuah ruangan, Jay menggelar sebuah kertas bergambar boneka Mattel. Setelah mengunduh aplikasi AR, ponsel berkamera HTC itu didekatkan, dengan sebuah klik di salah satu tombol, layar ponsel akan muncul video boneka Mattel yang bisa digerakkan sesuka pengguna ponsel.

AR atau aplikasi yang diperluas, juga sudah dipakai Kompas untuk keperluan redaksi maupun iklan. Penerapan Teknologi AR inin merupakan upaya Kompas selalu mengadopsi perkembangan teknilogi informasi paling mutakhir. Untuk saat ini, penerapan AR di Kompas masih terbatas melalui PC atau notebook yang berkamera. (kompas)

Posted in Augmented Reality | 1 Comment »

AR Marker JPG Generator

Posted by haryvedca on August 3, 2010

ARMarker JPG Generator Screenshot

 

This is basically a webtool that lets you markup or randomly generate a marker in 8 or 16 segments, with or without borders, and lets you output it as a 256×256 jpg.

ARMarker JPG Generator

With the generated JPG, you run it through Tarotaro’s handy ARToolKit Marker Generator to get the .pat file for FLARManager to recognize. Thats all there is to it, saved me from having to do a hell lot of pixel nudging in Photoshop (if your pixels overflow the 8×8 or 16×16 segments the generated pattern file becomes blurred and the detection confidence decreases – this tool does that for you).

Posted in Augmented Reality | Tagged: , | Leave a Comment »

Augmented Reality, Bukan Teknologi Baru

Posted by haryvedca on July 20, 2010

<!–kirman–>

Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah merupakan suatu lingkungan environment) yang mampu menggabungkan objek nyata dan maya (virtual) menjadi satu dalam waktu yang nyata (realtime). Teknologi ini merupakan variasi dari Virtual Environment (VE) yang secara menyeluruh membenamkan (immerse) pengguna dalam satu lingkungan sintetik.

Ronald T. Azuma, peneliti AR, menjelaskan, AR sejatinya variasi lain dari realitas virtual (Virtual Reality). Teknologi realitas virtual membenamkan pengguna secara total pada lingkungan sintetis. Ketika masuk dalam dunia buatan itu, kita tidak dapat mengenali lingkungan nyata di sekitarnya.

Di Indonesia, teknologi AR ini sebenarnya bukan teknologi baru meski banyak yang belum mengenalnya. Sudah lumayan banyak perusahaan di negeri ini yang menggunakan teknologi AR ini, misalnya Kompas, minuman ringan teh botol Sosro, salah satu perusahaan rokok, dll.

Aplikasi AR yang awalnya dipakai untuk pembuatan pesawat Boeing tahun 1950-an ini justru sebaliknya. Ia tidak memisahkan yang nyata dengan virtual, malahan yang terjadi adalah penggabungan antara keduanya pada ruang yang sama.

Survei Azuma atas pemakaian AR dalam papernya menunjukkan 3 hal yang menjadi ciri khusus: AR menggabungkan antara realitas sebenarnya dan virtual bersifat interaktif saat itu juga serta memakai gambar tiga dimensi.

Pemakaian aplikasi makin meluas karena banyak sekali kegunaannya, selain sebagai permainan yang mengasyikkan. Di situs YouTube, kita bisa menyaksikan demo perbaikan mobil BMW memakai teknologi AR. Dalam situs itu, melalui kacamata khusus, pemilik BMW dapat memperbaiki kerusakan radiator tanpa harus ke bengkel. Video cara memperbaiki mobil itu tahap demi tahap memberikan petunjuk alat dan bagaimana cara memasang komponen kipas angin dengan menggabungkan gambar 3D dan video nyata mesin BMW.

Di Jepang dalam situs web tobi.com, sebuah perusahaan bisnis pakaian menawarkan terobosan pemasaran baru. Sebagai pembuat pakaian yang memakai jasa internet untuk menjual produknya, tentu saja mereka kesulitan jika harus menyediakan fitting room.

Entry Filed under: tekno.

Posted in Augmented Reality | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Heads-Up Virtual Reality (HUVR) Bridges Visual

Posted by haryvedca on July 20, 2010

Heads-Up Virtual Reality (HUVR) Bridges Visual,Jembatan Visual dengan Perabaan, dalam 3D dan MurahNew Tach, Virtual Reality Calit2 Desain Engineer Greg Dawe menunjukkan perangkat HUVR, yang menggabungkan konsumen 3D panel HDTV, cermin setengah perak dan pengontrol sentuhan-umpan balik yang memungkinkan pengguna untuk secara harfiah ‘sentuhan’ gambar yang dihasilkan seolah-olah itu adalah nyata tiga dimensi obyek.

Kepala-Up Virtual Reality perangkat (atau HUVR, diucapkan ‘hover’) pasangan konsumen 3D panel HDTV dengan cermin setengah perak untuk setiap proyek gambar grafis ke tangan pengguna dan / atau ke dalam ruang di sekitar mereka. Dengan posisi kepala nya dilacak untuk menghasilkan tampilan perspektif yang benar, manuver pengguna sentuhan-umpan balik (haptic) perangkat untuk berinteraksi dengan gambar yang dihasilkan, secara harfiah ‘menyentuh’ sudut citra dan kontur seolah-olah itu adalah nyata tiga dimensi objek.

HUVR sangat ideal untuk tugas-tugas yang membutuhkan koordinasi tangan-mata dan sangat cocok untuk pelatihan dan pendidikan di bidang teknik struktural dan mekanik, arkeologi dan obat-obatan. Perangkat dapat digunakan, misalnya, untuk memvisualisasikan dan memanipulasi gambar 3-D dari otak seseorang yang diambil dari MRI, atau artefak terlalu rapuh atau berharga secara fisik ditangani.

“Dengan menggunakan perangkat-umpan balik sentuhan HUVR – yang serupa dengan mengontrol permainan komersial – dokter benar-benar bisa merasakan cacat di otak, bukan hanya melihatnya,” jelas Tom DeFanti Scientific Research. DeFanti, yang berafiliasi dengan divisi UC San Diego dari California Institute untuk Telekomunikasi dan Informasi Teknologi (Calit2), menciptakan perangkat dengan Virtual Reality Desain Calit2’s Engineer Greg Dawe. Dan, DeFanti menambahkan, “hal ini dapat dilakukan melalui jaringan, berbagi tampilan dan nuansa dari objek dengan peneliti lain dan mahasiswa.”

Sebuah re-engineering dari pekerjaan yang dilakukan oleh Bell Labs ‘Ken Knowlton lebih dari 30 tahun yang lalu (dan juga sistem kemudian dibuat oleh banyak peneliti dengan 21 “monitor cathode ray tube), HUVR juga berevolusi dari PARIS, sistem yang dibuat 12 tahun yang lalu oleh DeFanti, Dawe dan rekan-rekan mereka dan mahasiswa di Laboratorium Visualisasi Elektronik, University of Illinois, Chicago.

Visualisasi Calit2 Spesialis Andrew Prudhomme controller memanipulasi kekuatan-umpan balik HUVR’s. Sebuah versi, lebih murah kembali rekayasa teknologi 30 tahun, HUVR dapat digunakan untuk memvisualisasikan dan memanipulasi gambar 3-D dari otak seseorang yang diambil dari MRI, atau artefak terlalu rapuh atau berharga secara fisik ditangani.
PARIS, atau Pribadi Augmented Reality Sistem Interaktif, menggunakan teknologi proyeksi mirip dengan HUVR, tapi resolusi rendah, terlalu besar untuk bergerak, dan mahal. Ini diperlukan Silicon Graphics, Inc komputer waktu untuk membuat gambar dan atas biaya sebesar $ 100.000 (PARIS masih beroperasi hari ini, tapi sekarang didorong oleh PC game).

Ketersediaan baru-baru ini 55 “TV panel aktif stereo adalah kunci untuk membuat HUVR, yang pada dasarnya lebih ringan, portabel, dan – di sekitar $ 7.000 (tanpa pelacakan kepala) – versi lebih murah dari PARIS berbasis teknologi. Dibangun dari panel 3DTV $ 2300 Samsung tersedia di sebagian besar toko elektronik ritel, HUVR juga menawarkan kecerahan yang lebih baik, kontras, dan ketajaman visual dari PARIS, semua yang meningkatkan kepuasan pengguna.

Meskipun pasif 3D stereo HDTV telah tersedia untuk sekitar setahun – yang memungkinkan DeFanti dan Dawe untuk membangun perangkat VR baru yang disebut NexCave – stereo aktif diperlukan untuk HUVR. stereo aktif menghasilkan terpisah kiri dan kanan gambar mata yang dapat terpental cermin dan dipisahkan ke kiri dan kanan pandangan mata dengan kacamata pengguna aktif, yang berkedip sejalan dengan gambar 3D 120Hz HDTV’s. polarisasi yang digunakan dalam stereo pasif tidak akan tinggal terpolarisasi ketika terpantul cermin, maka kebutuhan untuk stereo aktif dalam HUVR dan preseden-nya.

Langkah berikutnya dalam evolusi HUVR adalah untuk menciptakan, kualitas kepala tracker lebih murah wajar cocok ke perangkat desktop (komersial tersedia pelacak saat ini berkisar antara $ 5.000 hingga $ 20.000).

Dibuat oleh University of California – San Diego

Sumber : http://www.physorg.com/news198752426.html

Posted in Augmented Reality | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Augmented reality in Mobile

Posted by haryvedca on July 8, 2010

From Wikipedia, the free encyclopedia and facabook

Wikitude World Browser on the iPhone 3GS uses GPS and solid state compass

AR Tower Defense game on the Nokia N95 smartphone (Symbian OS) uses fiduciary markers

Augmented reality (AR) is a term for a live direct or indirect view of a physical real-world environment whose elements are augmented by virtual computer-generated imagery. It is related to a more general concept called mediated reality in which a view of reality is modified (possibly even diminished rather than augmented) by a computer. As a result, the technology functions by enhancing one’s current perception of reality.
Read the rest of this entry »

Posted in Augmented Reality | Tagged: , | Leave a Comment »