MyBlog

Archive for the ‘Pengujian Mutu’ Category

Analisa Volumetri

Posted by haryvedca on July 27, 2010

I.  PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Secara garis besar jenis analisis dikelompokan menjadi : analisis secara fisik, kimia, fisikokimia, mikrobiologis, organoleptik. Analisis berasal dari bahasa latin yaitu analusys yang berarti melepaskan. Secara umum analisis dapat diartikan usaha pemisahan satu-kesatuan materi bahan menjadi komponen-komponen penyusunnya sehingga dapat diketahui lebih lanjut. Analisis juga dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif.

Analisis kualitatif adalah analisa yang menyangkut identifikasi zat, yaitu unsur atau senyawa apa yang ada di dalam suatu contoh, sedangkan analisis kuantitatif adalah analisa mengenai penentuan berapa zat tertentu ada di dalam suatu contoh, zat yang ditentukan sering disebut sebagai zat yang diinginkan atau analit ( dapat terdiri dari sebagian kecil atau besar dari contoh yang dianalisa). Jika analit terdapat lebih dari 1% dianggap sebagai konstituen utama, apabila berjumlah sekitar 0,01 sampai 1% disebut konstituen kurang penting, sedangkan jumlahnya kurang dari 0,01% dianggap sebagai konstituen runut.

Analisis Volumetri merupakan bagian dari analisis secara kuantitatif.  Analisis Volumetri disebut juga Titrimetri karena proses analisanya berupa titrasi, dimana larutan standar (pereaksi) sebagai titran yang ditempatkan di dalam buret yang digunakan untuk mentitrasi larutan yang akan ditentukan jumlah analitnya.

B. TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diklat Mengetahui jenis-jenis dan dapat melakukan analisis volumetri (Titrimetri)

Advertisements

Posted in Pengujian Mutu | Tagged: , , | Leave a Comment »

Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI)

Posted by haryvedca on July 9, 2010

DAFTAR SNI

NO STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)
A SNI PENGAMBILAN CONTOH
1 Petunjuk pengambilan contoh pengujian
2 Petunjuk pengambilan contoh padatan
3 Petunjuk pengambilan contoh cairan dan semi padat
B SNI CARA PENGUJIAN
1 Cara uji makanan dan minuman
2 Cara uji cemaran logam dalam makanan
3 Cara uji minyak dan lemak
4 Cara uji pewarna tambahan makanan
5 Cara uji gula
6 Cara uji air minum dalam kemasan
7 Batas maksimum cemaran mikroba dan batas maksimum residu
dalam bahan makanan asal hewan
8 Cara uji cemaran mikroba
9 Metode pengujian susu segar
10 Mutu dan cara uji minyak kelapa
11 Penentuan kadar pati
12 Cara uji bahan tambahan makanan/pengawet
13 Cara uji kimia-bagian 1 : Penentuan kadar abu pada produk perikanan
14 Cara uji kimia-bagian 2 : Penentuan kadar air pada produk perikanan
15 Cara uji kimia-bagian 3 : Penentuan kadar lemak pada produk perikanan
16 Cara uji kimia-bagian 4 : Penentuan kadar protein dengan metode
total nitrogen pada produk perikanan
17 Cara uji mikrobiologi-bagian 1 : Penentuan coliform & E.Coli pada produk perikanan
C         SNI BAHAN & PRODUK NABATI
1          Biskuit diet diabetes
2          Coklat butir
3          Crude palm oil
4          Kopi bubuk
5          Kembang gula
6          Kecap kedelai
7          Margarin
8          Mangga
9          Minyak goreng
10        Minyak Kelapa sawit
11        Minyak inti kelapa sawit
12        Roti
13        Saus tomat
14        Tepung singkong
15        Tepung terigu sebagai bahan makanan
16        Tahu
17        Teh hitam
18        Tapioka
19        Tepung jagung
20        Biji mete kupas (cashew kernels)
21        Kemiri
22        Saus cabe
23        Madu
D SNI ANEKA MINUMAN
1 Buah-buahan dalam kaleng
2 Es krim
3 Manisan pala
4 Minuman sari buah
5 Sirup
6 Susu segar
7 Susu sereal
8 Susu kedelai
9 Susu kental manis
10 Susu bubuk diet diabetes
11 Susu evaporasi
12 Yogurt
E SNI BAHAN & PRODUK HEWANI
1 Bakso ikan
2 Kecap ikan
3 Sosis daging
4 Teri asin
F SNI BAHAN BAKU PAKAN & PAKAN
1 Bungkil kelapa-bahan baku pakan
2 Dedak padi-bahan baku pakan
3 Pakan buatan untuk lele
4 Pakan ikan mas
5 Ransum ayam ras petelur
6 Ransum ayam ras pedaging
7 Ransum anak ayam ras petelur
8 Ransum anak ayam ras pedaging (Broiler starter)
9 Ransum anak ayam ras petelur (layer grower)
10 Tepung ikan-bahan baku pakan
11 Bungkil kedelai-bahan baku pakan
12 Dedak jagung sebagai makanan ternak
13 Bungkil jagung
G SNI PENGUJIAN AIR & PENGUJIAN DENGAN INSTRUMENT
1 Metode pengambilan contoh kualitas air
2 Cara pengambilan contoh air
3 Cara uji kebutuhan oksigen kimia (COD) air limbah secara permanganometri
4 Cara uji kadar nitrat dalam air dan air buangan
5 Cara uji kadar timbal dalam air
6 Cara uji kadar krom dalam air
7 Air & air limbah-bagian 15 : Cara uji kebutuhan O2 kimiawi (KOK)
refluks terbuka dengan refluks terbuka secara titrimetri
8 Air & air limbah-bagian 17 : Cara uji krom total (Cr-T) dengan metode SSA-Nyala
9 Metode pengujian kadar mangan dalam air dengan alat SSA
10 Metode pengujian kadar timbal dalam air dengan alat SSA secara langsung
11 Metode pengujian kadar pestisida klor-organik dalam air dengan alat
kromatografi gas

Posted in Pengujian Mutu | Tagged: , , , , , , , , | 1 Comment »

Pengambilan sampel dalam pengujian produk pangan

Posted by haryvedca on July 7, 2010

I. PENDAHULUAN
Organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) pada tahun 1984 menerbitkan suatu seri pedoman pengawasan mutu makanan (“Manual 14/5, Food inspection) yang digunakan sebagai pedoman pemeriksaan makanan. Pedoman tersebut memuat uraian tentang pengambilan sampel makanan dan teknik pemeriksaan pabrik yang sangat bermanfaat sebagai bahan pelajaran teknik pengambilan dan pemeriksaan contoh. Indonesia melalui Departemen Perindustrian telah mengadopsi pedoman pengambilan contoh yang dikeluarkan oleh FAO dan telah disahkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang terdiri dari dua jenis yaitu SNI 0429-1989-A tentang Petunjuk Pengambilan Contoh Cairan dan Semi Padat dan SNI 0428-1989-A tentang Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan.
Dikarenakan pengambilan sampel dalam pengujian produk pangan adalah penting maka pengambilan sampel dimaksukkan dalam salah satu prinsip Good Laboratory Practice (GLP). Beberapa faktor penting dalam pengambilan contoh meliputi Petugas Pengambil Contoh (PPC), prosedur pengambilan contoh, alat pengambil contoh dan administrasi pengambilan contoh.
Modul Pengambilan Contoh ini dimaksudkan untuk memberikan prinsip-prinsip umum petunjuk untuk pengambilan sampel dan pengetahuan teknis mengenai pengambilan sampel sesuai dengan referensi baik yang bersumber pada FAO, BSN ataupun referensi lain. Penyusunan model pengambilan contoh ini didasarkan pada Standar Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kode Unit FQCCORSMP052D.A dengan Judul Unit Menetapkan Program Sampling. Pengambilan sampel dalam modul lebih diarahkan pada pengambilan sampel untuk tujuan inspeksi produk pangan.

b. Tujuan

1. Peserta pelatihan dapat menetapkan program sampling sesuai dengan standar pengambilan sampel: SNI pengambilan Sampel, MILSTAND 105 E atau Codex AQL 6,5
2. Peserta pelatihan dapat menerapkan program pengambilan sampel untuk pengambilan sampel produk pangan bahan padat.

Posted in Pengujian Mutu | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Modul pengoperasian Peralatan Dasar lab. Pengujian

Posted by haryvedca on July 5, 2010

I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Guna menjamin kualitas suatu produk olahan hasil pertanian perlu dilakukan  analisis atau pengujian mutu. Prosedur  analisis yang ideal sebaiknya memenuhi syarat-syarat penting yaitu: sahih (valid), tepat (accurate), cermat (precision), dapat diulang (reproducible), khusus (spesific), andal (reliable), mantap (stable),  cepat, hemat dan selamat. Secara garis besar  analisis mutu dikelompokan menjadi tujuh yaitu :  Analisis secara fisik, analisis secara kimia, analisis secara fisikokimia, analisis secara mikrobiologis, analisis secara organoleptik, analisis secara mikro analisis dan analisis secara organoleptik.

Ketepatan hasil  analisis tergantung dari pemilihan prosedur, peralatan yang digunakan, bahan kimia yang digunakan serta kemampuan pelaksana  analisis. Ketepatan peralatan yang digunakan tergantung dari jenis  peralatan, ketelitian, akurasi, kebersihan dan ketepatan perawatan dan perbaikan. Sedangkan kemampuan seorang  analisis tergantung dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki.

Modul ini akan membahas mengenai peralatan analisis mengenai peralatan dasar yang digunakan dalam pengujian mutu hasil pertanian baik segar maupun olahan. Agar diperoleh hasil analisis yang tepat dan terpercaya maka harus dikuasai cara pokok penggunaan peralatan laboratorium terutama peralatan dasar.

Secara garis besar peralatan dasar laboratorium dikelompokan menjadi empat yaitu :

  1. Peralatan gelas (glass ware equipment)
  2. Peralatan bukan gelas (non glass equipment) pendukung
  3. Peralatan pemanas (heating equipment)
  4. Neraca (balance) untuk menimbang

Agar seorang analis mempunyai kemampuan cukup mengenai teknik analisis dengan menggunakan alat laboratorium atau dengan kata lain dapat melakukan teknik labortorium dengan baik maka seorang analis harus menguasai teknik penggunaan peralatan dasar laboratorium pengujian. Seorang analis harus dapat menguasai pengoperasian peralatan gelas, peralatan dasar pendukung, peralatan pemanas dan neraca untuk menimbang. Hampir semua pengujian mutu di laboratorium menggunakan peralatan dasar pengujian tersebut. Seorang analis yang telah menguasai teknik pengoperasian peralatan dasar akan dapat bekerja lebih profesional. Teknik pengoperasian dan penanganan peralatan dasar laboratorium merupakan dasar kemampuan untuk dapat mengoperasikan peralatan canggih.

b. Tujuan

Peserta mampu mengoperasikan dan merawat peralatan dasar laboratorium pengujian dengan kriteria :

  • Mampu menjelaskan berbagai jenis dan fungsi peralatan dasar yang digunakan di laboratorium pengujian
  • Mampu melakukan pembersihan /pencucian dan penyimpanan peralatan dasar
  • Mampu menggunakan alat gelas pengukur volume cairan
  • Mampu menggunakan buret dalam proses titrasi
  • Mampu menggunakan neraca untuk menimbang bahan
  • Mampu melakukan  penyaringan
  • Mampu melarutkan bahan
  • Mampu mengeringkan dan memijarkan

Posted in Pengujian Mutu | Tagged: , , , | 1 Comment »