MyBlog

Archive for the ‘pertanian’ Category

Membuat Telur Asin

Posted by haryvedca on August 15, 2010

PEMBUATAN TELUR ASIN

BAHAN:
30 btr telur bebek
1 lt abu gosok
1 lt bubuk bata merah
750 gr garam
air secukupnya

CARA PEMBUATAN:

  • Pilih telur yang bermutu baik dan mulus kulitnya. Rendam sebentar. Cuci dengan cara mengamplas kulit telur agar bersih dari kotoran.
  • Campur abu gosok, bubuk bata merah, dan garam. Buat adonan dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga berbentuk pasta.
  • Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 0,5 cm.
  • Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 hari di tempat yang bersih dan berangin.
  • Setelah 15 hari, bersihkan telur dari adonan, cuci, dan tiriskan.
  • Rebus telur asin dengan api kecil selama 2 jam. Tiriskan.
  • Sajikan.

TIPS & TRIK:

  • Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin
    awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.
  • Untuk mengamplas kulit telur, pilih amplas yang paling halus teksturnya.

Posted in pertanian | Tagged: , | Leave a Comment »

Briket Batubara sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah

Posted by haryvedca on August 13, 2010

Briket Batubara sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah

Akhir-akhir ini harga bahan bakar minyak dunia meningkat pesat yang berdampak pada?meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk minyak tanah. Minyak?tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi menjadi beban yang sangat berat bagi?pemerintah Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49?trilun rupiah per tahun dengan penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun.?Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi?yang?ada dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Namun untuk?mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan bakar?alternatif yang murah dan mudah didapat.

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari batubara, bahan bakar?padat ini murupakan bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti Minyak tanah yang?paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif?singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.

Briket Batubara

Briket batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari batubara dengan sedikit?campuran seperti tanah liat dan tapioka. Briket batubara mampu menggantikan sebagian?dari kegunaan Minyak tanah sepeti untuk : Pengolahan makanan, pengeringan, pembakaran,?dan pemanasan. Bahan baku utama Briket batubara adalah batubara yang sumbernya?berlimpah di Indonesia dan mempunyai cadangan untuk selama lebih kurang 150 tahun.

Teknologi pembuatan briket tidaklah terlalu rumit dan dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta dalam waktu singkat. Sebetulnya di Indonesia telah mengembangkan briket batubara sejak tahun 1994 namun tidak dapat berkembang dengan baik mengingat Minyak tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat murah, sehingga masyarakat lebih memilih Minyak tanah untuk bahan bakar sehari-hari. Namun dengan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005, mau tidak mau masyasrakat harus berpaling pada bahan bakar alternatif yang lebih murah seperti Briket Batubara.

Jenis Briket batubara

1. Jenis Berkarbonisasi (super), jenis ini mengalami terlebih dahulu proses dikarbonisasi sebelum menjadi Briket. Dengan proses karbonisasi zat-zat terbang yang terkandung dalam Briket Batubara tersebut diturunkan serendah mungkin sehingga produk?akhirnya tidak berbau an berasap, namun biaya produksi menjadi meningkat karena pada?Batubara tersebut terjadi rendemen sebesar 50%. Briket ini cocok untuk digunakan untuk?keperluan rumah tangga serta lebih aman dalam penggunaannya.

2. Jenis Non Karbonisasi (biasa), jenis yang ini tidak mengalamai dikarbonisasi sebelum?diproses menjadi Briket dan harganyapun lebih murah. Karena zat terbangnya masih?terkandung dalam Briket Batubara maka pada penggunaannya lebih baik menggunakan tungku (bukan kompor) sehingga akan menghasilkan pembakaran yang sempurna dimana seluruh zat terbang yang muncul dari Briket akan habis terbakar oleh lidah api dipermukaan tungku. Briket ini umumnya digunakan untuk industri kecil.

Produsen terbesar Briket Batubara di Indonesia saat ini adalah PT. Tambang Batubara?Bukit Asam (Persero), atau PT. BA yang mempunyai 3 pabrik yaitu di Tanjung Enim?Sumatera Selatan, Bandar Lampung dan Gresik Jawa Timur dengan kapasitas terpasang 115.000 ton pertahun. Disamping PT. BA terdapat beberpa perusahaan swasta lain yang meproduksi Briket Batubara namun jumlahnya jauh lebih kecil dibanding PT. BA dan belum berproduksi secara kontinyu.

Dengan adanya kenaikan BBM khususnya Minyak Tanah dan Solar, tentunya penggunaan Briket Batubara oleh kalangan rumah tangga maupun industri kecil/menengah akan lebih ekonomis dan menguntungkan, namun demikian kemampuan produksi dari PT. BA. masih sangat kecil, untuk mengatasi kekurangan tersebut diharapkan partisipasi serta keikutsertaan pihak swasta untuk memproduksi dan mensosialisasikan penggunaan Briket Batubara disetiap daerah.

Keunggulan Briket Batubara

1. Lebih murah
2. Panas yang tinggi dan kontinyu sehingga sangat baik untk pembakaran yang lama
3. Tidak beresiko meledak/terbakar
4. Tidak mengeluarkan sauara bising serta tidak berjelaga
5. Sumber Batubara berlimpah

Perbandingan Pemakaian Minyak Tanah dengan Briket

Rumah tangga untuk 3 ltr/hari Minyak tanah Rp. 9000/hari; Briket Rp. 5400/hari; Penghematan Rp. 3600/hari. Warung makan untuk 10 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 30.000/hari; Briket Rp. 18.000/hari; Penghematan Rp. 12.000/hari. Industri kecil untuk 25 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 75.000/hari; Briket 45.000/hari; Penghematan Rp. 30.000/hari
Industri kecil untuk 100 ltr/hari Minyak Tanah Rp. 2.000.000/hari; Briket Rp. 1.502.450/hari; Penghematan Rp. 497.550/hari.

Parameter Antara Minyak Tanah dan Briket

Nilai kalori : Minyak Tanah 9.000 kkal/ltr; Briket : 5.400 kkal/kg
Ekivalen : Minyak Tanah 1 ltr; Briket 1.50 kg
Biaya : Minyak Tanah Rp. 2800,- Briket : Rp. 1.300

Jenis dan Ukuran Briket batubara

1. Bentuk telur : sebesar telu ayam
2. Bentuk kubus : 12,5 x 12,5 x 5 cm
3. Bentuk selinder : 7 cm (tinggi) x 12 cm garis tengah

Briket bentuk telur cocok untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan, sedangkan bentuk kubus dan selinder digunakan untuk kalangan industri kecil/menengah.

Kompor/Tungku Briket Batubara

Penggunaan Briket Batubara harus dibarengi serta disiapkan Kompor atau Tungku, jenis dan ukuran Kompor harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pada prinsipnya Kompor/Tungku terdidri atas 2 jenis :

1. Tungku/Kompor portabel, jenis ini pada umumnya memuat briket antara 1 s/d 8 kg serta dapat dipindah-pindahkan. Jenis ini digunakan untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan.
2. Tungku/Kompor Permanen, biasanya memuat lebih dari 8 kg briket dibuat secara permanen. Jenis ini dipergunakan untuk industri kecil/menengah.

Persyaratan Kompor/tungku harus memiliki :
1. Ada ruang bakar untuk briket
2. Adanya aliran udara (oksigen) dari lubang bawah menuju lubang atas dengan melewati raung bakar briket yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder
3. Ada rung untuk menampung abu briket yang terleak di bawah ruang bakar briket

Pengembangan produksi Briket batubara dan kompor/tungku sampai saat ini pihak BPP Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) telah lama mengembangkan dan men-disain mesin untuk memproduksi Briket Batubara skala kecil/menengah dengan kapsitas produksi sebesar 2 s/d 8 ton/hari. Dengan demikian industri briket sakala kecil/menengah ini diharapkan bisa tersebar di sentra-sentra pengguna Briket Batubara sehingga mudah dalam penyediaan briket secara kontinyu. Disamping itu pula BPP Teknologi telah mengembangkan jenis-jenis Kompor/Tungku Briket untuk keperluan rumah tangga, rumah makan serta industri kecil/menengah.

Posted in Fisika, pertanian | Tagged: | 1 Comment »

Hidroponik

Posted by haryvedca on August 5, 2010

Hidroponik merupakan dua ungkapan Greek, terdiri atas kata hidro yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Pada sistem hidroponik, air digunakan sebagai medium menggantikan tanah. Teknik ini telah digunakan dan dikembangkan pada abad sebelum masehi. Taman Tergantung Babylon dan Tamaddun Aztez di Mexico merupakan contoh taman yang menggunakan sistem hidroponik. Marco Polo dalam pengembaraannya mencatat bahwa terdapat penduduk di negara China menanam secara hidroponik. Pada tahun 1699, Woodward, saintis England telah menjalankan kajian menanam dengan menggunakan air sebagai medium, garam mineral dilarutkan ke dalam air dengan dimasukkan sedikit tanah. Pada tahun 1930-an, saintis Amerika, Gerice, dari Universitas California telah berhasil menanam tomat dengan teknik hidroponik, dimana tomat tumbuh mencapai tinggi 7.5 meter. Perkembangan teknologi greenhouse telah membantu perkembangan teknik hidroponik, sehingga aktivitas pertanian dapat dijalankan sepanjang tahun tanpa mengenal musim

Tanaman yang ditanam secara hidroponik mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan bertani secara konvensional. Kelebihan utama ialah pemenuhan unsur hara sepenuhnya pada tanaman menggunakan larutan. Tumbuhan dapat ditanam dengan kepadatan tinggi, penggunaan larutan yang lebih murah karena larutan tidak terserap ke dalam tanah, tanaman lebih cepat matang tanpa kerusakan akibat gangguan cuaca, penggunaan insektisida dan pestisida yang relatif sedikit sehingga mengurangi biaya.

Tanaman sayuran yang sesuai ditanam secara hidroponik misalnya salad, sawi, kubis, tomat, chili, timun, dan kacang. Tanaman bunga misalnya bunga ros, orchid, marigold dan sebagainya. Pada hidroponik sistem takung atau kolam, media tanam yang digunakan adalah spons untuk media perkecambahan dan styrofoam untuk media pembesaran. Pada saat kecambah sudah mulai tumbuh, kemudian disimpan di dalam styrofoam yang berisi larutan nutrisi sebagai media pembesaran

Terdapat dua sistem hidroponik yang digunakan, yaitu hidroponik sistem aktif dan hidroponik sistem pasif. Pada hidroponik sistem aktif adalah cara aeroponik dan cara NFT (Nutrien Film Technique). Sistem hidroponik aktif cara aeroponik larutan nutrisi disemprotkan pada akar tanaman. Sistem hidroponik aktif cara NFT larutan nutrisi dialirkan pada akar tanaman. Larutan dalam tangki NFT dialirkan ke dalam wadah kemudian dialirkan kembali kedalam tangki. Demikian seterusnya sampai tanaman matang dan siap untuk dituai. Pada hidroponik sistem pasif, air yang digunakan kekal statik dalam kolam. Biasanya digunakan untuk tanaman jangka pendek sayuran daun seperti salad, sawi, dan bayam.

Posted in pertanian | Tagged: , , , | Leave a Comment »

TTG BUDIDAYA PETERNAKAN – RISTEK – Judul Buku

Posted by haryvedca on July 29, 2010

TTG BUDIDAYA PETERNAKAN

A.BUDIDAYA

  1. Budidaya Ayam Ras Pedaging – [PEMD, Bappenas]
  2. Budidaya Ayam Petelur – [PEMD, Bappenas]
  3. Budidaya Bekicot – [PEMD, Bappenas]
  4. Budidaya Burung Puyuh – [PEMD, Bappenas]
  5. Budidaya Burung Walet – [PEMD, Bappenas]
  6. Budidaya Cacing Tanah – [PEMD, Bappenas]
  7. Budidaya Domba – [PEMD, Bappenas]
  8. Budidaya Itik – [PEMD, Bappenas]
  9. Budidaya Jangkrik – [PEMD, Bappenas]
  10. Budidaya Kelinci – [PEMD, Bappenas]
  11. Budidaya Kodok – [PEMD, Bappenas]
  12. Budidaya Lebah – [PEMD, Bappenas]
  13. Budidaya Sapi Perah – [PEMD, Bappenas]
  14. Budidaya Sapi Potong – [PEMD, Bappenas]
  15. Budidaya Ternak Domba – [Deptan]
  16. Budidaya Ternak Kambing – [Deptan]
  17. Intensifikasi Ternak Ayam Buras – [Dinas Peternakan, DKI Jakarta]
  18. Pemilihan Bibit Ayam Buras – [Deptan]
  19. Penetasan Alami Ayam Buras – [Deptan]
  20. Pengaturan Produksi Anak Domba – [Deptan]
  21. Penggemukan Sapi Bakalan – Petani Kab. Magelang – [BIPP Magelang,Deptan]
  22. Penggemukan Sapi Potong Sistem Kereman – [Deptan]
  23. Susu Tambahan Untuk Anak Domba – [Deptan]
  24. Ternak Kambing – [Dinas Peternakan, DKI Jakarta]

B.PAKAN

  1. Amonisasi Jerami Padi untuk Pakan – [Deptan]
  2. Budidaya Gamal untuk Pakan Suplemen Ternak Ruminansia – [Deptan]
  3. Pakan Campuran untuk Ayam Buras – [Deptan]
  4. Pakan Ternak – [PEMD, Bappenas]TTG BUDIDAYA PETERNAKAN

C.HASIL TERNAK

  1. Mentega Susu – [Deptan]
  2. Yoghurt Susu Sapi – [Deptan]
  3. >Komoditi Sapi Perah (Susu) – [Dinas Peternakan, DKI Jakarta]

D.PENYAKIT TERNAK DAN HAMA

  1. Kaskado pada Sapi – [Deptan]
  2. Vaksin Penyakit Tetelo (ND) per Oral uk Ayam Buras Ekstensif – [Deptan]

E.LAIN-LAIN

  1. Pemotongan Hewan – [Dinas Peternakan, DKI Jakarta]
  2. >Rabies – [Dinas Peternakan, DKI Jakarta]

Posted in pertanian, Teknologi Tepat Guna | Tagged: | Leave a Comment »

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI – RISTEK – Judul Buku

Posted by haryvedca on July 29, 2010

TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

A.POMPA AIR
1. Pompa Bambu – [PIWP, LIPI]
2. Pompa Tali – [PIWP, LIPI]
3. Pompa Hisap Sistem Balok Penjepit – [PIWP, LIPI]
4. Pompa Hisap Sistem Pengelasan – [PIWP, LIPI]

B.PENJERNIHAN AIR
1. Penjernihan Air Cara Penyaringan I – [PIWP, LIPI]
2. Penjernihan Air Cara Penyaringan II – [PIWP, LIPI]
3. Penjernihan Air Cara Penyaringan dan Bahan Kimia I – [PIWP, LIPI]
4. Penjernihan Air Cara Penyaringan dan Bahan Kimia II – [PIWP, LIPI]
5. Penjernihan Air dengan Biji Kelor (moringa oleifera) – [PIWP, LIPI]
6. Pengelolaan Air Gambut untuk Daerah Rawa Pasang Surut – [PIWP, LIPI]
7. Jempeng (Saringan Batu Cadas) di Bali – [PIWP, LIPI]
8. Penjernihan Air Menggunakan Arang Sekam Padi – [PIWP, LIPI]

C.PENYIMPANAN AIR SEDERHANA
1. Gentong Penampung Air Cara Cetakan (Kap. 250 Liter) – [PIWP, LIPI]
2. Drum Air Cara Kerangka Kawat (Kap. 300 Liter) – [PIWP, LIPI]
3. Bak Penampungan Air Bambu Semen (Kap. 3000 Liter) – [PIWP, LIPI]
4. Bak Penampungan Air Bambu Semen (Kap. 10.000 Liter) – [PIWP, LIPI]
5. Instalasi Air Bersih Pipa Bambu Metoda Tradisional – [PIWP, LIPI]
6. Instalasi Air Bersih Pipa Bambu Sistem Pengaliran Tertutup – [PIWP, LIPI]
7. Bak Penampung Sumber Air/Mata Air – [PIWP, LIPI]

D.JAMBAN / KAKUS
1. > Kakus/Jamban Sistem Cemplung – [PIWP, LIPI]
2. Jamban Sistem Leher Angsa – [PIWP, LIPI]
3. Jamban Septik Tank Ganda – [PIWP, LIPI]
4. Kakus Vietnam – [PIWP, LIPI]
5. Kakus Sopa Sandas – [PIWP, LIPI]TTG PENGELOLAAN AIR DAN SANITASI

E.PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA
1. Pengelolaan Air Limbah Kakus I – [PIWP, LIPI]
2. Pengelolaan Air Limbah Kakus II – [PIWP, LIPI]
3. Pengelolaan Air Limbah Cucian – [PIWP, LIPI]
4. Pembuatan Saluran Bekas Kamar Mandi dan Cuci – [PIWP, LIPI]
5. Pengelolaan Sampah – [PIWP, LIPI]
6. Pengelolaan Limbah Industri Rumah Tangga – [PIWP, LIPI]
7. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga I – [PIWP, LIPI]
8. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga II – [PIWP, LIPI]
9. Pengelolaan Air Limbah – [PIWP. LIPI]

Posted in pertanian, Teknologi Tepat Guna | Tagged: , | Leave a Comment »

Mengenal Produk Peternakan Bermerk

Posted by haryvedca on July 2, 2010

Pakaian bermerk (branded)? Itu merupakan hal biasa. Bagaimana dengan produk peternakan bermerk, adakah? Beberapa tahun yang lalu, fokus bidang peternakan masih lebih mengejar pencapaian produktifitas atau kuantitas yang tinggi. Produk peternakan berupa daging, telur dan susu merupakan pangan sumber protein hewani. Tidak dipungkiri, produk peternakan yang berlimpah diharapkan dapat meningkatkan taraf konsumsi masyarakat terhadap protein hewani.
Seiring kemajuan teknologi, perkembangan peternakan saat ini mengalami perubahan. Kesadaran masyarakat akan perilaku hidup sehat, terutama kalangan menengah ke atas, membuka peluang baru untuk pemasaran produk peternakan. Adanya kesadaran bahwa hidup sehat itu sangat berharga sedikit menggeser perilaku konsumsi sebagian masyarakat. Kualitas produk menjadi pertimbangan utama dalam memilih pangan konsumsi.
Perkembangan ini memunculkan inovasi baru dalam pemasaran produk peternakan untuk lepas dari persepsi komoditas biasa-biasa saja. Dulu, produk peternakan agak dijauhi, oleh kalangan tertentu karena dicap sebagai sumber kolesterol. Saat ini, cukup banyak peternakan yang berusaha melakukan inovasi. Di pasaran, bukan hanya di dunia internasional, tapi juga di Indonesia, muncul beberapa macam produk peternakan yang ’sedikit berbeda’, berkualitas, bermerk dan bergengsi. Sedikit kekurangannya, yaitu harganya bervariasi dari yang sedang, mahal sampai sangat mahal! Tentu saja, harganya akan berbeda dengan produk reguler. Menurut beberapa sumber, bisnis di bidang ini cukup menguntungkan, meskipun konsumennya kalangan tertentu. Diperlukan manajemen produksi yang tepat dan strategi marketing yang benar. Tulisan ini tidak akan menyoroti hal itu lebih jauh, namun lebih ke arah pengenalan. Marilah mengenal produk peternakan bermerk sebagai suatu sumber kekuatan produk peternakan di masa kini. Produk-produk ini akan mampu bertahan dan berumur panjang, seandainya tidak sekedar menjual merk dan mampu mempertahankan kepercayaan konsumen. Seperti produk peternakan lainnya, produk peternakan ini pun rawan pemalsuan, apalagi melihat harganya yang menggiurkan, konsumen perlu mengenalnya dengan jeli. Dari sisi produsen diperlukan komimen kuat dalam menjaga etika penjualan, tidak membohongi konsumen. Hasil pengujian dari peneliti independen akan sangat membantu memperkuat keberadaan produk.
Telur-telur Berkhasiat
Telur Omega 3
Read the rest of this entry »

Posted in pertanian | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »